Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, membangun keterampilan AI (artificial intelligence) bukan lagi sekadar gimmick, karena ia ada di dalam kehidupan kita sehari-hari. Peran AI sangat berpengaruh terhadap karyawan, pencari kerja, fresh graduate, maupun mahasiswa. Ini bukan tentang kita membuat alat berteknologi AI, tetapi ini mengenai respons kita memahami cara penggunaan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Apakah Anda siap membangun keterampilan AI?
Ruang Lingkup Artificial Intelligence
AI merupakan bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembuatan komputer dan mesin yang dapat berpikir, belajar, dan bertindak sedemikian rupa yang membutuhkan kecerdasan manusia atau yang melibatkan data berskala melampaui apa yang dapat dianalisis oleh manusia.
Bidang ini cukup luas cakupannya, karena banyak melibatkan berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu komputer, analisis data dan statistik, rekayasa perangkat keras dan lunak, linguistik, ilmu saraf, hingga filsafat dan psikologi. Dalam penggunaan di dunia bisnis, AI ialah serangkaian teknologi berdasarkan machine learning dan deep learning untuk menganalisis data, memprediksi hal-hal yang akan terjadi, mengategorikan objek, memproses bahasa, hingga merekomendasikan pengambilan keputusan.
Pada prinsipnya, AI berpusat pada data, karena ia belajar dan berkembang melalui paparan data dalam jumlah besar serta mengidentifikasi pola dan hubungan yang mungkin terlewatkan oleh manusia. Proses tersebut sering melibatkan algoritma, yakni serangkaian aturan atau instruksi yang memandu analisis dan pengambilan keputusan pada AI.
Untuk machine learning, algoritma dilatih pada data berlabel maupun tidak berlabel guna membuat prediksi atau mengategorikan informasi. Dalam deep learning, ini memanfaatkan jaringan saraf tiruan berlapis untuk memproses informasi serta meniru struktur dan fungsi otak manusia. Melalui pembelajaran dan adaptasi berkelanjutan, sistem AI menjadi semakin mahir melakukan tugas spesifik, mulai dari mengenali gambar hingga menerjemahkan bahasa.
Next: Perlukah Fresh Graduate Memiliki Sertifikat Keterampilan?
3 Kiat Membangun Keterampilan AI
Orang yang berlatar belakang teknologi dan informasi dapat membangun sistem atau alat berteknologi AI. Namun, AI bukan sekadar alat atau sistem saja, tetapi ini menjadi keterampilan yang perlu dikuasai oleh karyawan, fresh graduate, pencari kerja, hingga mahasiswa dan pelajar.
Upaya ini tak sekadar menambah kemampuan, tetapi juga membuat kita tetap relevan sekaligus memiliki daya saing tinggi di pasar kerja. Bagaimana langkah memulainya di tengah kesibukan profesional dan pencarian kerja saat ini?
1) Tentukan dampak AI pada karier
AI akan berdampak pekerjaan, tetapi ini tergantung karier, peran, dan keterampilan individu masing-masing. Umumnya, semakin rendah proporsi keterampilan dalam suatu pekerjaan yang membutuhkan eksekusi fisik, semakin tinggi proporsi keterampilan yang kemungkinan besar akan digantikan oleh AI generatif.
Dalam Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, mereka mendefinisikan tiga kategori, yaitu pekerjaan yang paling rentan digantikan oleh AI, pekerjaan di mana AI dapat membantu tetapi tidak dapat menggantikannya, dan pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh AI. Pekerjaan dalam kategori terakhir contohnya guru, pelatih, inventor, pekerja teknis (teknisi leding, listrik, dan konstruksi), konservasionis, ahli biologi, seniman, dan koki.
2) Fokuskan perhatian
Hampir semua peran dan tugas dipengaruhi oleh AI, tetapi hal tersebut jangan sampai membebani Anda dalam menjalankan tugas. Jadi, di sisi lain, fokuskan perhatian Anda pada keterampilan yang tahan lama dalam pekerjaan.
Marc Zao-Sanders, CEO dan co-founder filtered.com, perusahaan pembelajaran teknologi, empat benteng kerangka kerja yang terdiri dari emotion, complexity, physicality, dan creativity yang memiliki keterampilan masing-masing.
- Emotion
Ini adalah kerangka kerja di mana seseorang mampu memahami, menghubungkan, dan menanggapi perasaan manusia secara sensitif. Keterampilan yang perlu diasah berhubungan dengan emosi adalah persuasi, self awareness, etika, mendengarkan, storytelling, dan sales.
- Complexity
Kerangka ini akan menavigasi tantangan yang ambigu dan konteks luas dengan pemecahan masalah holistik. Contoh keterampilan yang berada di dalam kompleksitas yaitu complex problem solving, sense making, risk management, strategi, visi, dan intuisi.
- Physicality
Kerangka fisik mencakup tugas yang memerlukan ketangkasan dan interaksi dengan dunia fisik, terutama yang membutuhkan kehadiran dan daya tanggap manusia. Misalnya, keterampilan ketangkasan, bahasa tubuh, kekuatan fisik, kesimbangan, dan kepekaan sentuhan.
- Creativity
Ini ialah kemampuan untuk menghasilkan ide dan solusi orisinal dan baru, seperti keterampilan ideasi, curiosity, aesthetic judgement, dan lateral thinking.
3) Jalankan rencana
Anda sudah siap membangun keterampilan AI? Dalam langkah ini, Anda dapat menggunakan AI generatif untuk menyelesaikan tugas harian sambil mempelajari keterampilan di atas. Misalnya, Anda membuat prompt untuk memperoleh referensi suatu topik dan mengubahnya bila diperlukan.
Pertimbangkan upaya ini ketika Anda membangun keterampilan AI:
- Mulai dengan memahami dasarnya, seperti apa itu AI, cara kerjanya, dan berbagai jenisnya
- Pelajari alat AI yang dapat membantu mengotomatiskan tugas dan meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan
- Mengembangkan keterampilan data, cara menganalisisnya, dan membuat keputusan dari hal tersebut
- Bergabunglah dengan komunitas atau forum AI untuk mendapatkan informasi terkini tentang tren dan alat AI terbaru
- Berlatih memecahkan masalah pekerjaan dan membuat alur kerja lebih efisien
- Pelajari cara membuat data dengan bercerita tentang sebuah kisah yang akan berkesan bagi tim, mitra, calon pelanggan, atau klien Anda
Jika Anda membutuhkan belajar AI secara daring dan gratis, kunjungi laman IBM, Google, atau Amazon Web Services.
AI telah mentransformasi dunia kerja, mulai dari cara kerja, metode menyaring CV, mengubah penggunaan teknologi dalam bisnis, hingga memengaruhi keterampilan tenaga kerja. Tak sedikit pekerjaan teknis berdampak terhadap kehadiran AI, tetapi karyawan dan pencari kerja harus beradaptasi agar dapat berkembang dalam era AI.
Dengan mengolaborasikan keterampilan teknis dan nonteknis serta memanfaatkan teknologi AI, Anda tetap menjadi kontributor berharga di dunia kerja. Jadi, pelajari keterampilan yang Anda butuhkan dan buka peluang baru dalam karier.
Silakan cek laman ini untuk menemukan peluang tersebut. Good luck!


