Blog
Career Development·

Perjuangan sebagai Karyawan Baru dan Kiat Menyesuaikan Diri

Karyawan baru sering merasa bingung di pekerjaan pertama, karena minim arahan serta tekanan lingkungan kerja yang membuat fresh graduate merasa harus bertahan atau harus pindah.
Peoplyee kiat karyawan baru menyesuaikan diri

Sebagai lulusan baru, Anda akan merasa senang jika berhasil mendapatkan pekerjaan dan menyandang “status” sebagai karyawan baru. Namun, simpan dulu rasa senang tersebut, karena Anda akan menghadapi kebingungan soal permintaan penyelesaian tugas dari team leader, alur kerja antara rekan setim, atau bagaimana proses meminta data dari tim lain.

Kondisi ini dapat membuat Anda kewalahan, jika tidak ada buddy yang mendamping. Padahal jika ada seseorang yang memandu dengan instruksi dan tujuan jelas, Anda mampu melakukan semua pekerjaan tersebut. Bila Anda adalah fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan atau first jobber, Anda perlu mengetahui kondisi dunia profesional.

Mengapa Karyawan Baru Kerap Merasa Bingung di Tempat Kerja?

Sebuah laporan pada 2024 mencatat sebesar 16,9% tingkat turnover, sebagian besar berasal dari kelompok karyawan berada di pekerjaan pertama. Angka tersebut menunjukkan bahwa banyak lulusan baru mendapatkan pekerjaan pertama mereka.

Mereka dengan cepat merasa tidak yakin dengan tempat kerja, pertumbuhan, atau langkah selanjutnya. Pekerjaan pertama itu membuat mereka merasa kebingungan. Kenapa hal itu terjadi?

ETHR SEA menyebutkan bahwa dalam kehidupan kampus, mahasiswa menerima instruksi yang jelas. Di kantor, manajer mengharapkan karyawan baru untuk mencari tahu sendiri. Ketidakcocokan ini menciptakan kebingungan dan membuat fresh graduate yang baru saja bekerja tidak yakin seperti apa pekerjaan yang baik itu.

Pada dasarnya, bingung di tempat kerja baru adalah hal wajar, selama ada interaksi dan kolaborasi antara karyawan baru dengan manajer dan rekan setim. Bila hal ini tidak terjadi, maka Si Anak Baru tidak terkoneksi dengan pekerjaan dan merasa sendirian.

Next: 8 Tantangan Bekerja sebagai Karyawan Baru

3 Dampak Pekerjaan Pertama Membuat Karyawan Baru Kebingungan

Apakah Anda pernah merasakan hal tersebut? Bingung tetapi tak ada orang yang diajak berdiskusi. Bertanya ke rekan setim, tetapi mereka sedang sibuk. Bertanya ke manajer, tetapi sungkan. Jika kondisi tersebut diabaikan oleh manajer, rekan setim, dan tim HR, maka dampaknya:

1. Pembelajaran tersembunyi

Bagi lulusan yang baru menginjak dunia profesional, mereka kurang mampu menangkap pembelajaran awal di tempat kerja. Sebagian besar pembelajaran adalah keterampilan nonteknis, seperti komunikasi, penentuan prioritas, dan kerja sama tim. Mereka yang merasa kebingungan tidak bisa melihat perkembangan diri sendiri. Mereka merasa tidak melakukan kemajuan, padahal mereka mampu menyelesaikan pekerjaan pribadi dan bekerja sama dengan tim.

2. Tekanan dari rekan kerja

Rekan kerja yang berganti dengan cepat dapat membuat karyawan baru merasa tertinggal. Terlebih jika rekan setim yang lain tidak peduli dengan keberadaannya. Hal ini mendorong Si Anak Baru untuk mengundurkan diri, meski perannya saat ini berpotensi tumbuh ke depannya.

3. Tak ada cara menilai kesempatan

Kebanyakan fresh graduate tidak mengetahui cara menilai pekerjaan, selain gaji atau jabatan. Mereka melewatkan tanda-tanda lingkungan belajar yang baik, mengabaikan peluang pengembangan jangka panjang, atau tidak menganggap pihak ketiga sebagai peluang memperluas jejaring.

Jika dilihat secara saksama, Anda memiliki hal itu di depan mata dan memanfaatkannya, tetapi individu yang merasa sendiri dan kebingungan tidak bisa menilai kesempatan tersebut.

Hal yang perlu Anda ingat, pekerjaan pertama banyak mengajarkan pelajaran penting, meski terasa kecil pada awalnya, tetapi momen tersebut ialah saat Anda menerima dan mengasah keterampilan teknis maupun nonteknis. Pelajaran tersebut adalah:

  • Meminta kejelasan tanpa merasa malu
  • Bersedia bekerja dengan kepribadian yang berbeda
  • Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
  • Menangani pergeseran tenggat waktu
  • Berusaha tenang meski tugas berubah tiba-tiba
Next: 12 Panduan Hari Pertama Kerja Bagi Karyawan Baru

Jika Tidak Nyaman, Apakah Karyawan Baru Harus Bertahan atau Pindah?

Kondisi seseorang yang merasa bekerja sendiri serta tanpa arahan dan bimbingan, sehingga membuatnya kebingungan dapat memicu ketidaknyamanan. Dalam kondisi itu, ia akan mempertimbangkan bertahan atau pindah ke tempat lain.

Sebenarnya, tidak ada aturan pasti tentang bertahan atau berpindah ke perusahaan baru, karena yang penting adalah Anda dapat belajar di tempat tersebut.

Mempertimbangkan untuk bertahan jika:

  • Anda mempelajari hal-hal baru setiap beberapa bulan
  • Pekerjaan terasa menantang dengan cara yang baik
  • Mendapatkan bimbingan, baik formal atau informal
  • Melihat peluang untuk mencoba tugas atau proyek baru

Mempertimbangkan diri untuk mundur bila:

  • Tidak ada pembelajaran selama berbulan-bulan
  • Lingkungan kerja tidak sehat atau melelahkan
  • Pekerjaan itu repetitif tanpa pertumbuhan

Jika Anda masih kesulitan menentukan dengan pilihan bertahan atau pindah, maka pertimbangkan hal ini:

  • Apa yang telah Anda pelajari dalam 90 hari terakhir?
  • Apakah kebingungan Anda normal dalam pekerjaan pertama atau struktur kerja di sana benar-benar buruk?
  • Jika Anda mengundurkan diri sekarang, apa saja keterampilan atau pengalaman yang akan Anda lewatkan?

Pertimbangan di atas membantu Anda untuk memisahkan ketidaknyamanan jangka pendek dari peluang pertumbuhan jangka panjang. Cek laman ini untuk mendapatkan informasi tentang peluang lain.

Share