Blog
Career Development·

Career Change: Definisi dan 6 Langkah Menjalankannya

melakukan career change yang tepat membutuhkan analisis dan riset terhadap pilihan karier baru, karena ada hal-hal yang akan berubah, seperti perubahan hidup, besaran gaji, hingga jam kerja.
Peoplyee career change informasi dasar

Apakah Anda berencana melakukan career change? Jika jawabannya, iya, maka ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan untuk melakukan transisi karier, karena ada hal-hal yang akan berubah, seperti perubahan hidup, besaran gaji, hingga jam kerja. Perubahan ini bisa di bawah atau di atas yang Anda harapkan.

Namun, melakukan career change yang tepat membutuhkan analisis dan riset terhadap pilihan karier baru. Jika tidak, Anda akan mengalami kebuntuan dan gagal mengubah arah karier selanjutnya.

Apa Itu Career Change?

Career change atau mengubah karier merupakan tindakan beralih ke karier yang berbeda dari yang sedang ditekuni oleh seseorang saat ini. Ia dapat beralih karier di dalam atau di luar industri dan perusahaan saat ini atau perusahaan lain.

Langkah tersebut menjadi keputusan besar daripada sekadar berpindah kerja. Misalnya, saat ini Anda bekerja sebagai sales executive dan berpindah kerja ke perusahaan lain sebagai sales manager, itu akan menjadi perubahan pekerjaan yang normal.

Bila berpindah dari bidang sales ke human resources, maka itu akan menjadi transisi karier karena akan ada perubahan sifat atau bidang pekerjaan. Melakukan change career mengharuskan Anda untuk mempelajari keterampilan baru dan/atau memulai posisi dari awal.

Kenapa orang mengubah arah kariernya? Memutuskan career changer tidaklah mudah, ada beberapa alasan yang menjadi penyebabnya, yaitu:

  1. Perubahan minat, entah memiliki minat baru yang memberikan kenyamanan atau melanjutkan minat yang sempat tertunda karena keputusan awal karier di bawah tekanan
  2. Karier saat ini stagnan sehingga menimbulkan kejenuhan dan menurunkan produktivitas kerja
  3. Menginginkan karier dengan waktu yang lebih fleksibel agar dapat memenuhi komitmen pribadi
  4. Minat terhadap bidang atau topik berbeda telah berkembang begitu pesat, sehingga siap memulai kegiatan baru bidang tersebut
  5. Menyelesaikan pendidikan atau kursus di bidang baru dan ingin segera mengubah pilihan karier
  6. Perubahan nilai yang lebih sesuai dengan industri atau lingkungan kerja berbeda dibandingkan tempat kerja saat ini
  7. Pilihan karier saat ini lebih praktis sehingga meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan yang sesuai harapan
  8. Karier baru menawarkan gaji lebih tinggi dan kesempatan kerja sesuai renjana meski harus melakukan penyesuaian keterampilan

Semua orang yang mengubah karier, ingin semua proses berjalan lancar. Namun, perubahan karier akan disertai dengan hambatan atau tantangan, yang mungkin berbeda dari tantangan yang biasa dihadapi dalam karier sebelumnya.

Amanda C. Peters, Director of Career Advising and Programming di Harvard Extension School, mengatakan salah satu tantangan yang menghambat seseorang mengubah karier adalah ia mengubah semuanya sekaligus.

Maksudnya, ketika Anda mengubah karier, misalnya, pilih bidang kerja berbeda. Pilihan itu jangan diikuti dengan berpindah ke kota atau negara lain dan industri berbeda. Sebaiknya, pilih tetap berada di lokasi dan industri yang sama, meski bidang kerja berubah.

“Beralih lebih dari satu hal sekaligus dan mencoba meninggalkan semua hal dari masa lalu sering kali menjadi tantangan terbesar yang dihadapi orang,” jelasnya.

Next: Career Development: Definisi, Tipe, dan Faktor yang Memengaruhi

6 Langkah Menjalani Career Change dengan Lancar

Memang, tak mudah mengubah karier, terlebih Anda sudah berada di karier saat ini selama bertahun-tahun. Namun, jika pilihan baru telah ditetapkan, maka tak ada salahnya untuk menjalaninya setahap demi setahap.

Beberapa langkah yang dapat membantu Anda menjalani karier baru dengan lancar yaitu:

1. Evaluasi karier saat ini

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi peran pekerjaan saat ini guna menilai tingkat kepuasan kerja dan area masalah yang dihadapi. Terkadang, hanya dengan berganti perusahaan atau pekerjaan, seseorang dapat menyelesaikan masalahnya, alih-alih melakukan career change. Jadi, pertimbangkan untuk:

  • Membuat jurnal harian untuk memahami situasi berulang yang dihadapi di tempat kerja dan bagaimana Anda menghadapinya
  • Mencatat pencapaian sepanjang perjalanan karier dalam lingkup peran maupun perusahaan
  • Mengecek kondisi emosional atau kelelahan fisik dalam pekerjaan
  • Menganalisis apakah ada kesalahan dalam memilih karier ini
  • Menilai seberapa relevan uang untuk mengimbangi kebosanan karier
  • Mengevaluasi apakah keterampilan dan kemampuan sekarang dapat digunakan dalam karier yang berbeda

2. Tinjau kembali nilai, minat, dan keterampilan

Anda dapat meninjau kembali nilai, minat, dan keterampilan secara keseluruhan, sehingga dapat menyelaraskan karier baru. Misalnya, meninjau:

  • Nilai: nilai adalah keyakinan dan prinsip yang terkait dengan karier Anda, contohnya, ingin memiliki karier yang membuat Anda untuk bersikap jujur, berbicara apa adanya, dan menghormati orang lain
  • Minat: pikirkan tentang lingkungan kerja, tugas, budaya kerja yang akan disukai, apakah hal itu relevan dengan karier baru atau cocokkan karier baru dengan minat Anda
  • Keterampilan: lihat pencapaian Anda dengan keterampilan yang dimiliki saat ini, analisis keterampilan yang diperlu dikuasai dalam karier baru, dan perlukah pelatihan atau peningkatan lebih lanjut

3. Diskusikan pilihan karier baru

Setelah melakukan dua langkah di atas, Anda perlu mendiskusikan pilihan karier baru dengan teman, keluarga, dan jaringan profesional Anda. Pertimbangkan untuk mencari nasihat dari career advisor pada peran dan tanggung jawab baru tersebut. Ia akan membantu Anda menemukan peran yang tepat.

Bahkan, tim HR atau manajer dari berbagai industri dapat menghubungi career advisor untuk berdiskusi mengenai kebutuhan tenaga kerja terampil dan membahas kondisi terkini tentang dunia kerja. Bicarakan kebutuhan terhadap karyawan yang sesuai dengan bisnis perusahaan Anda melalui laman ini.

4. Jelajahi pilihan karier baru

Cobalah untuk meneliti lebih cermat pilihan karier yang telah Anda pilih. Caranya, Anda bisa melakukan:

  • Riset: kunjungi portal pencarian kerja dan situs ulasan perusahaan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pilihan karier potensial
  • Diskusi: hubungi jarangan profesional yang bekerja di bidang pilihan Anda dan ajak mereka berdiskusi tentang bidang tersebut sembari makan siang agar Anda memiliki pemahaman lebih baik mengenai dunia baru tersebut
  • Job shadowing: Anda dapat menemani jaringan profesional ke tempat kerjanya dan mengamati bagaimana mereka menjalankan tugasnya, sehingga Anda berkesempatan memperoleh pengalaman langsung tentang peran dan tanggung jawab yang diharapkan dalam karier baru
  • Menjadi relawan: pertimbangkan menjadi relawan pada posisi yang Anda inginkan agar mendapatkan pengalaman nyata dalam pekerjaan tersebut tanpa harus berkomitmen penuh, kecuali Anda menikmatinya dan mempertimbangkan untuk bergabung secara penuh waktu

Next: Entry Level Job: Pintu Gerbang Karier Profesional

5. Kembangkan keterampilan yang relevan

Pilihan karier baru Anda mungkin memerlukan beberapa keterampilan tambahan. Sebut saja, technical skill yang spesifik untuk menjalankan peran pekerjaan atau transferable skill yang dapat digunakan di berbagai pekerjaan dan industri.

Dalam hal ini, Anda perlu mengembangkan keterampilan yang relevan guna meningkatkan peluang diterima bekerja dan unggul dalam karier baru. Terkadang, Anda harus mengikuti kursus penuh waktu untuk mempersiapkan diri menjalani karier baru, tetapi Anda perlu menghitung kemampuan finansial terlebih dahulu agar tidak ada kesenjangan pendapatan sementara.

6. Mulai pencarian pekerjaan

Jika hal di atas sudah Anda lakukan, selanjutnya mulai pencarian pekerjaan. Kirimkan aplikasi ke peran yang sesuai dengan jalur karier baru.

Pastikan CV telah Anda sesuaikan dengan persyaratan dan deskripsi pekerjaan pada lowongan kerja. Jika memungkinkan, buat portofolio yang sesuai dengan peran yang Anda tuju. Tak ada salahnya juga berlatih wawancara kerja tentang alasan perubahan karier, pengalaman, dan keterampilan Anda yang bisa digunakan pada pekerjaan baru tersebut.

Temukan tip membuat CV di laman ini.

Share