Bagaimana masa depan penerjemah bahasa asing di tengah kehadiran artificial intelligence (AI)? Apakah pekerjaan ini akan meredup karena digantikan oleh alat penerjemah berbasis AI atau apakah ia mempunyai tugas lain?
Tak dipungkiri, AI membuat transformasi teknologi di segala sisi. Sejak AI masuk ke ranah pengalihbahasaan membuat orang-orang mudah mempelajari atau menerjemahkan bahasa asing. Bahkan, tak sedikit kandidat membuat CV dan cover letter menggunakan alat penerjemah berbasis AI. Bagaimana keberlanjutan profesi penerjemah ke depannya?
Siapa Itu Penerjemah?
Penerjemah merupakan seseorang yang mengalihkan teks tertulis dari satu bahasa (bahasa sumber) ke bahasa lain (bahasa sasaran) tanpa mengubah makna. Profesi ini juga dikenal sebagai translator atau interpreter.
Di lingkungan kerja, translator tak hanya bertanggung jawab mengalihbahasakan saja, tugas lainnya mencakup:
- Transkreasi: mengadaptasi pesan kreatif agar memiliki dampak emosional yang sama di budaya yang berbeda
- Lokalisasi: menyesuaikan konten dengan regulasi hukum, nilai budaya, dan kebiasaan teknis lokal (seperti format mata uang atau tanggal)
- Konsultasi budaya: menjadi jembatan yang mencegah bencana komunikasi (PR disaster) akibat perbedaan sensitivitas budaya
- Audit linguistik: memastikan bahwa teks yang dihasilkan mesin tidak mengandung bias, kesalahan faktual, atau gaya bahasa yang kaku
Tak semua translator mengerjakan tugas tersebut, karena hal itu tergantung peran, bidang, dan perusahaan masing-masing. Sebagai kamus berjalan, ia bertugas mengalihbahasakan dokumen atau percakapan sesuai konteks, konten, dan medianya.
Next: Kandidat Wajib Pahami Perbedaan Offering Letter dan Perjanjian Kerja
Kondisi Lapangan Kerja Bagi Penerjemah
Pasar kerja saat ini
Apakah jasa penerjemah manusia masih dibutuhkan setelah AI hadir? Jawabannya adalah ya, tetapi dengan bentuk dan tanggung jawab yang berbeda dibandingkan satu dekade lalu.
Pasar kerja saat ini bagi penerjemah bahasa asing tak ubahnya dengan profesi lain, yakni cukup terjal untuk menemukan peluang baru. Tak sedikit dunia usaha yang membutuhkan ahli translasi dalam konten di web, video streaming, aplikasi seluler, dokumen bisnis, hingga dokumen hukum internasional.
Jika dilihat di situs pencarian kerja, permintaan terhadap translator atau interpreter pun masih terlihat, meski permintaannya tak sebanyak bidang sales dan marketing. Misalnya, beberapa perusahaan masih membutuhkan penerjemah bahasa Jepang, Korea, atau Mandarin, yang datang dari berbagai industri. Sebut saja:
- Perusahaan medical and healthcare membutuhkan customer relation staff yang dapat berbahasa Jepang, dibuktikan dengan sertifikat N1 atau N2
- Perusahaan perdagangan (trading) membutuhkan project management lead yang fasih berbicara Mandarin
- Perusahaan distribusi film membutuhkan penerjemah bahasa Inggris
Dampak kehadiran AI
Kehadiran AI, terutama model bahasa besar large language models (LLM), telah mengubah alur kerja industri secara drastis. Dampaknya adalah munculnya metode PEMT atau post-editing machine translation.
Alih-alih menerjemahkan dari nol, penerjemah kini sering bertindak sebagai “editor senior” dalam hasil terjemahan alat berbasis AI. Alat tersebut melakukan tugas berat dalam hitungan detik, sementara manusia menyempurnakan nuansa dan akurasinya.
Dampak keberadaan alat terjemahan berbasis AI lainnya adalah biaya penerjemahan menjadi sangat murah, karena perusahaan atau pengguna jasa translator beranggapan bahwa hasil alih bahasa dari alat sudah lebih dari cukup. Padahal untuk kebutuhan pendidikan atau bisnis, orang-orang harus menggunakan jasa penerjemah tersumpah untuk mengalihbahasakan dokumen.
Namun, perusahaan lebih sadar bahwa menggunakan AI tanpa pengawasan manusia akan membuat bisnis menghadapi risiko besar bagi brand image mereka. AI sering kali mengalami kegagalan dalam memahami konteks dan kiasan lokal.
Next: Ketahui Gaji dan Fungsi HR di Berbagai Industri
3 Peran Baru Pada Masa Depan Penerjemah Bahasa Asing
Walaupun bidang dan/atau peran penerjemahan sempat “tergerus” oleh kehadiran AI, tetapi mereka masih memiliki masa depan. Pilihan profesi mereka bukan hanya translator atau interpreter, tetapi ada peran baru yang lebih spesifik dan bernilai tinggi.
1. Kurator linguistik
Linguistic curators atau kurator linguistik bukan lagi sekadar penerjemah. Peran baru ini akan melatih dan menyempurnakan model penerjemahan AI untuk tujuan tertentu. Ia memastikan bahwa brand voice tetap konsisten meski bisnis beroperasi di negara berbeda.
Awalnya, linguistic curators akan memberi makan sistem AI dengan frasa yang selaras dengan gaya jenama ala perusahaan, mengecek terjemahan sesuai nilai jenama dalam setiap bahasa, serta memastikan konten tidak melanggar budaya negara tujuan. Langkah itu membantu perusahaan menghindari masalah dengan warga negara setempat yang mengarah ke jalur hukum.
2. Konsultan budaya
Perusahaan global akan membutuhkan konsultan budaya yang menguasai bahasa-bahasa tertentu untuk memandu mereka masuk ke pasar baru. Penerjemah akan berperan dalam strategi pemasaran dengan memastikan pesan produk atau layanan yang mereka bawa tidak menyinggung kelompok tertentu. Peran ini tidak bisa dilakukan oleh AI karena ia tidak memiliki analisis budaya serta kompas moral.
Ini bisa terjadi pada perusahaan lokal yang ingin mengadopsi produk atau layanan dari negara luar. Misalnya, perusahaan penerbitan ABC menerjemahkan novel dari Jepang–tentu berbahasa Jepang–karena di dalamnya menceritakan perjalanan seorang ibu dari negara Matahari Terbit ke Indonesia yang mencari anaknya. Cerita ini dituliskan terjadi setelah zaman kemerdekaan.
Akhirnya, penerbit menugaskan penerjemahnya untuk membaca, memahami, dan mengalihbahasakan teks secara kreatif agar dapat beresonansi dengan pembaca Indonesia. Pekerjaan si penerjemah akan lebih sedikit tentang alih bahasa langsung, tetapi ia akan menghadapi lebih banyak pekerjaan yang menjembatani dua budaya.
3. Penerjemah spesialis
Bidang yang sangat terspesialisasi seperti penerjemahan medis akan terus bergantung pada keahlian manusia. Contohnya, Anna ialah penerjemah berlatar belakang biokimia, Ia sedang mengerjakan penerjemahan temuan penelitian untuk obat baru yang inovatif.
Sekilas pekerjaan Anna mudah, tetapi taruhannya sangat tinggi, yakni satu kata salah mengartikannya dapat mengubah seluruh makna dan membahayakan nyawa pasien. Pengetahuannya tentang terminologi medis dan nuansa ilmiah memastikan bahwa hasil terjemahan harus seakurat mungkin. Di sini, penerjemah manusia akan selalu dibutuhkan karena AI belum bisa melakukannya.
Next: 5 Pertanyaan Interview tentang Prioritas Kerja, Bagaimana Menjawabnya?
Kiat Menjadi Penerjemah Bahasa Asing yang Unggul
Dalam situasi bisnis yang dituntut bekerja serba cepat, seorang penerjemah tidak bisa lagi bersaing dalam hal kecepatan atau volume kerja, karena AI akan selalu menang di wilayah tersebut.
Mau tidak mau, Anda harus bekerja berdampingan dengan AI. Bagaimana agar masa depan penerjemah bahasa asing tetap relevan dan unggul di masa depan?
- Penguasaan teknologi: penerjemah yang unggul adalah mereka yang mahir menggunakan alat bantu AI untuk mempercepat kerja mereka tanpa mengorbankan kualitas
- Pemahaman konteks mendalam: AI membaca data, manusia membaca situasi, ini menerangkan bahwa penerjemah manusia tahu kapan sebuah kata harus diterjemahkan secara harfiah dan kapan harus diubah total demi konteks atau kesopanan lokal
- Sentuhan emosional dan kreativitas: puisi, lirik lagu, dan naskah iklan membutuhkan jiwa dari manusia guna merangkai hasil karya seni, sedangkan AI hanya merangkai probabilitas kata
- Tanggung jawab hukum dan etika: Penerjemah manusia memiliki akuntabilitas profesional, sementara mesin tidak bisa dimintai pertanggungjawaban di pengadilan jika terjadi kesalahan terjemahan kontrak
Masa depan penerjemah bahasa asing tidaklah suram, ia hanya membutuhkan perubahan berdasarkan perkembangan teknologi. Kolaborasi antara manusia dan AI dapat mengasah keterampilan seseorang semakin mahir di bidang tertentu atau memperluas peluang ke bidang lain.
Langkah kolaborasi ini memberikan keamanan karier yang lebih kuat daripada Anda menolak teknologi atau menjadi penerjemah umum. AI bisa menerjemahkan kata-kata, tetapi hanya manusia yang bisa menerjemahkan makna, budaya, dan kepercayaan.
Cek peluang tentang penerjemah bahasa asing di laman ini.


