Blog
Career Development·

6 Kiat Membangun Karier sebagai Talent Acquisition Specialist

Bagi Anda yang ingin menjadi talent acquisition specialist, bangun aspirasi karier mulai sekarang. Asah keterampilan teknis dan nonteknis, perdalam pengetahuan ketenagakerjaan, sekaligus perluas jaringan.
Peoplyee karier talent acquisition specialist

Bagi Anda yang ingin menjadi talent acquisition specialist, bangun aspirasi karier mulai sekarang. Asah keterampilan teknis dan nonteknis, perdalam pengetahuan tentang ketenagakerjaan, sekaligus memperlebar jaringan Anda. Pasalnya, profesi ini akan merencanakan dan melaksanakan strategi rekrutmen. Ia menjadi jembatan antara kebutuhan bisnis perusahaan dan pasar tenaga kerja. Jadi, bila Anda tidak mencicil pengetahuan dan keterampilan kerja saat ini, kapan lagi?

Apa Itu Talent Acquisition?

Talent acquisition (TA) adalah proses rekrutmen untuk mencari kandidat dengan keterampilan khusus atau yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini dan di masa depan. Berbeda dengan proses rekrutmen yang lebih bersifat transaksional dan reaktif, TA bersifat proaktif dan strategis.

Posisi dalam TA bisa berupa talent acquisition officer, associate, socialist, dan manager. Untuk menduduki posisi ini, seorang talent acquisition akan mengemban tugas sebagai berikut:

  1. Menemukan dan menghubungi kandidat pasif (passive candidates) yang belum aktif mencari pekerjaan melalui berbagai saluran, seperti database, employee referral, dan job portal
  2. Menciptakan dan memelihara basis data kandidat potensial (talent pool) untuk kebutuhan rekrutmen di masa depan dan memastikan kesiapan mereka saat dibutuhkan
  3. Mengelola akun employer branding di media sosial guna memperlihatkan citra positif perusahaan serta menarik kandidat terbaik
  4. Memberikan pengalaman positif kepada kandidat, sejak menghubungi pertama kali hingga penerimaan sebagai karyawan baru dan membina hubungan baik jika mereka menolak tawaran pekerjaan
  5. Bekerja sama dengan hiring manager untuk memahami secara mendalam kebutuhan anggota baru dan karakteristik kandidat yang dicari
  6. Melakukan negosiasi paket kompensasi dan benefit serta meyakinkan kandidat terbaik untuk menerima tawaran pekerjaan
Next: Ketahui Gaji dan Fungsi HR di Berbagai Industri

Pendidikan dan Keterampilan Wajib Dikuasai oleh Talent Acquisition

Mengingat pekerjaan sebagai TA beririsan dengan bidang human resources, maka latar belakang pendidikan orang yang menduduki posisi ini adalah psikologi atau manajemen sumber daya manusia (MSDM). Namun, tidak menutup kemungkinan dengan orang dari jurusan lain, seperti MIPA, statistika, bahasa, atau hukum, karena bidang TA sangat bergantung pada penguasaan keterampilan teknis dan nonteknis.

Keterampilan teknis

  1. Mahir menggunakan alat atau perangkat lunak applicant tracking system (ATS), customer relationship management (CRM) untuk kandidat, dan alat sourcing berbasis artificial intelligence (AI)
  2. Kemampuan menganalisis data, seperti membaca dan menerjemahkan matriks rekrutmen seperti time-to-hire, cost-per-hire, dan source-of-hire untuk mengukur efektivitas strategi TA

Keterampilan nonteknis

  1. Keterampilan berkomunikasi dengan jelas dan persuasif, baik saat menjual peluang kerja kepada kandidat maupun saat bernegosiasi gaji
  2. Emotional intelligence untuk memahami motivasi, keraguan, dan kebutuhan kandidat serta empati untuk membangun kepercayaan agar kandidat bersedia menerima tawaran pekerjaan
  3. Business acumen guna “menjual” visi, misi, nilai, dan budaya perusahaan serta penawaran peluang karier secara meyakinkan kepada kandidat
  4. Adaptabilitas agar mampu bergerak cepat dalam proses rekrutmen posisi teknis, nonteknis, atau peran eksekutif, serta mengikuti perubahan kondisi pasar tenaga kerja
Next: 7 Tugas HRD bagi Pertumbuhan Bisnis dan SDM

6 Kiat Talent Acquisition Pemula Membangun Kesuksesan Karier

Bagi Anda yang baru saja menduduki posisi TA junior, officer, atatu associate, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan memperbanyak pengalaman di bidang tersebut.

Di pasar kerja yang sangat kompetitif, Anda harus menonjol, tidak hanya di perusahaan, juga di depan kandidat serta di industri Anda sendiri. Inilah kiat membangun kesuksesan karier sebagai TA pemula:

1. Kenali pasar

Anda perlu memahami niche dalam rekrutmen. Spesialisasi di industri tertentu memberi Anda keuntungan menjadi pakar di bidangnya.

Pasalnya, Anda akan mengetahui seluk-beluknya, pemain kuncinya, dan keterampilan apa yang banyak dibutuhkan oleh industri, sehingga Anda mampu berbicara dengan percaya diri kepada klien dan kandidat. Dalam hal ini, Anda juga bisa membangun jaringan yang berkualitas. Kedalaman pengetahuan ini lebih berharga daripada hanya mengembangkan personal branding.

2. Membangun hubungan

Membangun hubungan adalah landasan rekrutmen yang sukses. Mulailah dengan membangun koneksi yang kuat dengan kandidat. Mereka bukan sekadar nama di CV, tetapi individu dengan aspirasi unik.

Memahami tujuan dan memberikan peluang bermakna akan membangun kepercayaan dan referensi mereka. Di sisi lain, Anda juga harus membangun hubungan baik dengan hiring manager. Pelajari kebutuhan dan tantangan bisnis mereka. Pendekatan ganda ini akan memposisikan Anda sebagai mitra yang andal dalam proses rekrutmen.

3. Manfaatkan teknologi

Memanfaatkan teknologi menjadi hal yang tak terelakkan bagi orang-orang TA. Jadi, latih diri Anda untuk menggunakan perangkat lunak dan platform rekrutmen terbaru.

Alat tersebut dapat menyederhanakan alur kerja Anda, mulai dari melacak kandidat hingga menjadwalkan wawancara. Media sosial juga merupakan alat yang ampuh untuk menjangkau calon kandidat dan membangun personal branding Anda di industri tertentu.

Next: 3 Panduan untuk Berkarier sebagai Career Advisor

4. Pembelajaran berkelanjutan

Bidang rekrutmen terus berkembang, begitu pula dengan pelakunya, termasuk Anda. Seorang TA harus berkomitmenlah untuk terus belajar agar tetap terdepan dalam tren dan perubahan di pasar kerja, menghadiri acara di bidang HR dan industri, membaca publikasi yang relevan, hingga bergabunglah dengan jaringan profesi. Hal ini tidak hanya memperluas pengetahuan Anda, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan profesional.

5. Ciptakan umpan balik

Setelah kandidat diterima sebagai karyawan baru, Anda dapat meminta umpan balik dari mereka tentang tentang proses rekrutmen dan pengalaman mengikuti proses tersebut. Terima dan evaluasi umpan balik dari kandidat, manajer, maupun rekan kerja.

Umpan balik positif dapat digunakan sebagai testimoni, sementara itu, kritik konstruktif membantu Anda memperbaiki atau mengubah pendekatan rekrutmen kepada kandidat. Pola pikir yang berorientasi pada umpan balik akan menghasilkan sesuatu lebih baik daripada resisten dengan hal tersebut. Penerimaan umpan balik tak hanya menunjukkan komitmen Anda terhadap kualitas layanan, tetapi juga memberikan wawasan berharga untuk memberikan layanan terbaik kepada kandidat dan hiring manager.

6. Personal branding

Jika Anda ingin membangun personal branding, maka buatlah akun media sosial yang mencerminkan nilai profesional, keahlian, dan kepribadian Anda. Bagikan konten yang berwawasan, ikuti diskusi industri, dan tunjukkan pengalaman kerja di media sosial. Jadi, jangan ragu untuk menciptakan reputasi diri Anda yang unik nan profesional.

Untuk bersinar sebagai TA specialist, Anda membutuhkan perpaduan keterampilan teknis dan nonteknis, pengalaman kerja, serta eksposur dari pihak lain. Ingat, peran Anda sangat penting dalam membentuk karier orang lain, maka kuncinya adalah tetap mendapatkan informasi, mudah beradaptasi, dan membangun reputasi positif.

Temukan peluang mengenai talent acquisition specialist dan peran lain di tautan ini.

Share