Blog
Career Development·

Panduan Lengkap untuk Menjadi Career Advisor

Di tengah ketidakpastian pasar kerja, peran career advisor bukan lagi sekadar pemberi saran, melainkan mitra strategis bagi individu maupun perusahaan.
Peoplyee career advisor 02

Dalam dinamika pasar tenaga kerja, tak sedikit karyawan hingga fresh graduate membutuhkan penasihat karier atau career advisor. Di antara mereka merasa kesulitan menentukan arah karier atau mengembangkan keterampilan yang relevan.

Oleh karena itu, mereka memerlukan bantuan career advisor untuk menyusun strategi karier. Terlebih ke depannya, peran ini akan semakin vital seiring peningkatan otomatisasi dan digitalisasi serta kemunculan pekerjaan baru yang menuntut adaptasi.

Memahami Peran Career Advisor

Di tengah ketidakpastian pasar kerja, peran career advisor bukan lagi sekadar pemberi saran, melainkan mitra strategis bagi individu maupun perusahaan untuk membangun tenaga kerja terampil dan berdaya saing. Kehadiran mereka dapat menjadi oase penyejuk bagi individu yang merasa bingung dan membutuhkan bimbingan karier.

Seorang career advisor merupakan seseorang yang terlatih memberikan panduan dan dukungan kepada individu untuk membuat keputusan terkait karier mereka.

Berbeda dengan manajer yang fokus pada kinerja karyawan di dalam perusahaan, career advisor bekerja dengan individu dari berbagai latar belakang untuk membantu mereka mencapai tujuan karier pribadi.

Tanggung jawabnya meliputi:

  • Menyusun dan merancang karier bersama klein yang mencakup langkah-langkah pendidikan, keterampilan yang harus dikembangkan, dan strategi untuk mencari pekerjaan
  • Mengembangkan keterampilan praktis agar klien dapat menyusun dokumen penting seperti CV, surat lamaran, dan portofolio kerja yang menarik, serta melatih teknik wawancara dan negosiasi gaji
  • Menyediakan informasi terkini tentang industri yang sedang berkembang, permintaan pasar, dan gaji yang realistis karena ia selalu up-to-date dengan tren pasar kerja
  • Khusus mereka yang memiliki sertifikasi menggunakan psycho test dapat menggunakan berbagai alat psikologis dan wawancara untuk membantu klien mengidentifikasi minat, nilai, kekuatan, dan kelemahan
  • Memberikan motivasi dan membantu klien mengatasi rasa frustrasi dan kegagalan dalam proses rekrutmen yang terkadang bisa sangat melelahkan
Next: Mengenal Profesi dan Tugas Career Advisor

Bagaimana Cara Menjadi Career Advisor?

Menjadi career advisor profesional membutuhkan kombinasi antara pendidikan formal, sertifikasi, dan keterampilan nonteknis yang mumpuni. Jika Anda tertarik menekuni peran ini, simak poin di bawah ini:

1. Persyaratan pendidikan

Sebagian besar career advisor memiliki latar belakang pendidikan formal. Biasanya, mereka memiliki gelar sarjana dalam bidang yang relevan, seperti mereka lulusan psikologi, pendidikan dan konseling, serta manajemen sumber daya manusia. Namun, tidak menutup kemungkinan fresh graduate di luar jurusan tersebut–yang tertarik dengan dunia karier atau human resources–bisa menjadi penasihat karier.

2. Keterampilan yang harus dimiliki

Seorang career advisor yang efektif harus memiliki serangkaian keterampilan, baik teknis dan nonteknis. Apa saja keterampilan wajib yang perlu Anda miliki?

  • Keterampilan komunikasi: untuk mendengarkan orang lain dengan baik, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan menjelaskan konsep yang kompleks dengan cara yang mudah dipahami
  • Keterampilan analitis: memahami tren pasar, mengerti hasil tes psikometri, dan memberikan saran yang tepat berdasarkan profil klien
  • Networking: memiliki jaringan yang luas untuk menghubungkan klien dengan para profesional di berbagai industri
  • Empati: keterampilan ini sangat diperlukan karena untuk memahami kekhawatiran dan tujuan klien tanpa menghakimi

3. Industri kerja

Profesi career advisor biasa ditemukan di institusi pendidikan, seperti sekolah, perguruan tinggi, lembaga bahasa, dan lembaga pendidikan atau tempat kursus. Tak menutup kemungkinan, mereka juga bisa bekerja di luar bidang pendidikan. Berikut beberapa tempat kerja bagi penasihat karier:

  • Institusi pendidikan: membantu pelajar, mahasiswa, dan alumni untuk menganalisis minat pendidikan jenjang lebih lanjut, pilihan karier sembari mengenalkan seperti apa dunia kerja, merekomendasikan cara membuat CV, hingga bimbingan wawancara
  • Perusahaan: tak sedikit perusahaan besar memiliki tim in-house career advisor–ada bergabung dengan tim HR–untuk membantu karyawan mereka mengembangkan karier di dalam organisasi
  • Recruitment agency: tugas career advisor di sini akan memberikan bimbingan karier kepada pencari kerja sekaligus mencocokkan dengan kebutuhan klien terhadap tenaga kerja
  • Lembaga pemerintah atau nonprofit: berfokus pada pelatihan dan penempatan kerja untuk komunitas tertentu atau orang-orang di usia produktif
Next: Kecemasan Gen Z dan Kehadiran Orang Tua sebagai Career Advisor

Bagaimana Masa Depan Profesi Ini?

Di tengah perubahan dinamika angkatan kerja dan teknologi, peran career advisor akan terus berevolusi. Otomatisasi dan artificial intelligence (AI) memang dapat menggantikan beberapa tugas rutin, tetapi sentuhan personal, empati, dan pemahaman yang mendalam tentang manusia tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Melihat proyeksi masa depan, masa depan profesi ini sangat menjanjikan, karena ia akan menjadi jembatan antara karyawan dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Ia dapat membimbing pencari kerja menemukan pekerjaan sesuai aspirasi karier mereka. Terlebih generasi kerja saat ini sangat menghargai bimbingan pengembangan diri serta mereka cenderung mencari pekerjaan yang memiliki tujuan dan makna.

Career advisor tak sekadar pemberi nasihat, melainkan fasilitator yang membantu seseorang menemukan tujuan dan mencapai potensinya. Bahkan ia bisa membimbing pencari kerja untuk menjalani langkah-langkah konkret guna meraih kesuksesan.

Dengan pendidikan yang relevan, keterampilan yang tepat, dan semangat untuk terus belajar, Anda dapat meniti karier yang tidak hanya menjanjikan, juga memberikan dampak positif yang besar karena Anda memberdayakan individu untuk mengambil kendali atas masa depan profesional mereka.

Share