Blog
Career Development·

Entry Level Job: Pintu Gerbang Karier Profesional

Setiap karier profesional, tidak peduli seberapa tinggi posisi saat ini, dimulai dari entry level job.
Peoplyee entry level job 01

Setiap karier profesional, tidak peduli seberapa tinggi posisi saat ini, dimulai dari entry level job. Titik nol tersebut dapat dianggap sebagai posisi fundamental, karena ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan atau pengalaman minim menuju jenjang karier yang sesungguhnya. Bagi fresh graduate dan pencari kerja yang ingin beralih bidang atau peran perlu memahami konsep entry level. Ini bukan hanya soal mencari lowongan kerja (loker), tetapi juga tentang merumuskan strategi yang tepat untuk membangun jalur profesional yang kokoh.

Apa Itu Entry Level Job?

Entry level job merupakan posisi pekerjaan yang didesain untuk individu dengan pengalaman kerja minimal atau tanpa pengalaman sama sekali. Istilah lain yang merujuk pada entry level job antara lain peran junior, trainee, atau staf. Misalnya, junior data analyst dan HR-GA staff.

Ketika seseorang memasuki entry level job, perusahaan akan memberikan pelatihan intensif dan bimbingan agar mampu mengikuti kerja tim sekaligus berkontribusi terhadap perusahaan. Karakteristik utama dari pekerjaan ini adalah:

  1. Persyaratan pengalaman minimal, biasanya mensyaratkan 0 hingga maksimal dua tahun pengalaman kerja formal
  2. Perusahaan memberikan kandidat program learning and development (L&D) untuk mengembangkan keterampilan dasar yang spesifik atau industri tertentu
  3. Tanggung jawab jelas dan terstruktur, tugas cenderung spesifik, terstruktur, dan berada di bawah pengawasan langsung dari pemimpin tim atau manajer
  4. Gaji awal yang kompetitif atau berada dalam kisaran upah minimum di kota setempat, karena ini mencerminkan pengalaman mereka yang masih minim

Pada umumnya, pekerjaan entry level diasosiasikan dengan lulusan baru, tetapi pekerjaan ini memiliki subjek yang lebih luas. Siapa saja yang bisa menempati posisi entry level:

  1. Fresh graduate: ini ialah kelompok “utama” yang mengawali karier, biasanya mereka datang dari lulusan SMA/SMK, diploma, atau sarjana yang belum pernah memiliki pengalaman kerja sebagai karyawan tetap di bidang terkait
  2. Pengubah karier: ini adalah individu yang telah bekerja selama beberapa tahun di satu bidang, lalu memutuskan beralih ke bidang lain sehingga ia memulai kembali dari posisi entry level di industri baru
  3. Pekerja yang kembali bekerja: orang yang mengambil jeda karier (career break) yang cukup lama dan kini ingin kembali bekerja, terkadang ia masuk ke dalam pekerjaan entry level untuk menyegarkan kembali keterampilan dan membuktikan kemampuan kerja saat ini
Next: Merespons Tantangan Reskilling dan Upskilling di Era Digital

Manfaat Memulai Karier dari Entry Level Job

Peran yang masuk dalam kategori entry level job bukan sekadar gaji. Posisi ini adalah investasi karier yang memberikan manfaat jangka panjang yang tak ternilai. Ketika memulai karier dari entry level, Anda akan mendapatkan manfaat berupa:

1. Asah keterampilan teknis

Pekerjaan entry level “memaksa” individu untuk menggunakan keterampilan teknisnya yang dipelajari di bangku kuliah. Proses ini bagian dari mengasah keterampilan teknis, terlebih jika dalam perjalanannya, Anda menguasai alat kerja industri, SOP, menguasai isu, hingga mengetahui penyelesaian masalahnya.

2. Pengembangan keterampilan nonteknis

Di tingkat entry level, kemampuan teknis sering kali dapat diajarkan, tetapi tidak demikian dengan keterampilan nonteknis padahal manfaatnya sangat penting. Di beberapa perusahaan, mereka menawarkan program L&D untuk mengasah:

  • Komunikasi efektif: berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan
  • Etika kerja: ketepatan waktu, disiplin, dan tanggung jawab
  • Problem solving: menangani tantangan operasional sehari-hari

3. Bangun jaringan profesional

Lingkungan entry level menjadi tempat terbaik untuk bertemu mentor, atasan, dan rekan kerja yang kelak akan menjadi jaringan profesional Anda. Jaringan ini sangat berharga untuk peluang karier di masa depan, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Bila bertemu dengan praktisi di bidang kerja Anda, masukkan mereka ke dalam jejaring.

4. Memahami industri

Ketika Anda adalah lulusan baru yang menempati posisi entry level, ada kemungkinan besar untuk memahami seluk-beluk peran sekaligus industri kerja dengan baik. Terlebih jika Anda bertahan bekerja di industri tersebut minimal lima tahun. Semakin lama Anda berkecimpung di industri tertentu, semakin berpengalaman dan berpengetahuan di sana. Bahkan tak menutup kemungkinan karier Anda akan meningkat dan menjadi praktisi di bidangnya.

Next: 6 Cara Menjalankan Profesionalisme bagi Fresh Graduate

5 Contoh Pekerjaan Entry Level dan Kualifikasinya

Hampir semua industri menawarkan entry level job. Berikut adalah contoh pekerjaan pemula dan kualifikasi yang dicari oleh perusahaan:

1. Marketing

Posisi: social media staff, marketing assistant, content writer junior

Kualifikasi: Kemampuan menulis yang baik, pemahaman dasar SEO dan platform digital, kreatif

2. Teknologi

Posisi: junior developer, IT support, QA tester

Kualifikasi: Memahami dasar bahasa pemrograman/jaringan, keterampilan berlogika kuat, dan kemampuan debugging

3. Keuangan

Posisi: accounting staff, finance admin, tax assistant

Kualifikasi: Teliti, mampu menguasai Ms. Excel dan spreadsheet, mengetahui dasar prinsip akuntansi

4. Administrasi

Posisi: administrative assistant, data entry specialist, executive secretary junior

Kualifikasi: keterampilan berorganisasi tinggi, kemampuan komunikasi, menguasai Microsoft Office dan Google Workspace

5. HR

Posisi: recruitment admin, people operations assistant, talent acquisition staff

Kualifikasi: keterampilan interpersonal yang baik, mampu berempati, memahami UU Ketenagakerjaan dan regulasi turunannya

Entry level job bukan sekadar posisi tanpa karier. Justru dari posisi tersebut, Anda dapat menjalani karier impian atau membentuk identitas profesional. Di fase ini, Anda juga diizinkan untuk membuat kesalahan, belajar mengatasinya dengan cepat, fokus terhadap pengembangan keterampilan nonteknis, hingga berjejaring dengan rekan seprofesi atau profesi lain.

Kunjungi situs ini untuk memperoleh informasi tentang peluang baru.


Share