Blog
Career Development·

6 Kiat Terapkan Profesionalisme di Tempat Kerja

Profesionalisme di tempat kerja bukan sekadar datang tepat waktu dan berpakaian rapi. Hal ini juga tentang memberikan hasil kerja berkualitas.
Profesionalisme di tempat kerja Peoplyee

Sebagai karyawan maupun job seeker, profesionalisme di tempat kerja bukan sekadar datang tepat waktu dan berpakaian rapi. Hal ini juga tentang bagaimana cara Anda membawa diri, berinteraksi dengan orang lain, dan memberikan hasil kerja yang berkualitas. Bahkan memahami dan menerapkan sikap profesional membantu Anda membangun reputasi yang kuat, yang mengarah pada peningkatan peluang karier.

Memahami Profesionalisme di Tempat Kerja

Profesionalisme adalah perilaku individu yang memiliki integritas, rasa menghargai, kerja keras, dan dapat diandalkan di tempat kerja. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sekaligus memperhatikan cara penyelesaiannya agar sesuai dengan tujuan perusahaan.

Bila Anda dikenal sebagai seseorang yang dapat diandalkan, kemungkinan besar Anda akan diberi tanggung jawab dan peluang kerja tambahan. Pada dasarnya, baik atasan maupun rekan kerja lebih menyukai bekerja dengan orang yang berkomitmen dan penuh perhatian.

Sekilas hal ini terlihat “kejam” karena Anda harus memikul pekerjaan lebih banyak, tetapi tidak demikian. Anda akan mempelajari keterampilan dan pengalaman baru yang tidak didapatkan oleh rekan kerja lain. Langkah tersebut bisa menjadi modal Anda untuk menapaki jenjang karier lebih tinggi.

Next: Profesionalisme: Definisi dan Implementasi di Dunia Kerja

6 Upaya Tingkatkan Profesionalisme di Tempat Kerja

Kita harus mengakui bahwa dunia kerja telah berubah dalam beberapa tahun ini. Pandemi COVID-19 ialah salah satu pemicu perubahan yang ditandai dengan sistem kerja hibrida atau jarak jauh serta pengaturan tata letak dan suasana kantor lebih santai. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh kehadiran tenaga kerja terkini.

Akibatnya, beberapa kegiatan bisnis tidak mengimplementasikan profesionalisme. Misalnya, terlambat masuk ke laman rapat daring dan berbusana acak-acakan. Jika perilaku ini terus-menerus dilakukan oleh karyawan, maka reputasi dirinya dan perusahaan akan negatif. Profesionalisme bukanlah milik pemimpin atau manajemen saja, tetapi semua orang di tempat kerja.

Bila ingin meningkatkan profesionalisme Anda, cobalah menerapkan upaya berikut ini:

1. Ketepatan waktu

Datang tepat waktu dalam agenda apa pun wajib dilakukan oleh semua individu secara konsisten. Ini adalah kunci dasar menjadi profesional.

Melakukan semua hal tepat waktu menunjukkan rasa hormat terhadap waktu orang lain serta memperlihatkan Anda adalah karyawan terorganisir dan dapat diandalkan. Contohnya, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu, datang serta pulang sesuai jadwal kerja, dan memenuhi rapat berdasarkan waktu yang sudah ditentukan.

Jika Anda kurang mampu menepati waktu, sebaiknya Anda harus berupaya lebih disiplin dalam manajemen waktu. Apa pun jenjang karier Anda, tidak ada yang suka waktu terbuang sia-sia, maka datanglah sedikit lebih awal atau tepat waktu untuk menjaga reputasi profesional Anda.

2. Berintegritas

Integritas ialah salah satu aspek terpenting dari profesionalisme, termasuk mengatakan kebenaran dan bertanggung jawab atas tindakan. Orang-orang akan mudah mengenali ketika seseorang tidak berperilaku berintegritas di tempat kerja.

Misalnya, hanya melaporkan hal-hal baik kepada atasan, memanipulasi data agar targetnya terpenuhi, menjelek-jelekkan pesaing, mengkritik pekerjaan tim, atau memutarbalikkan fakta bahwa ia yang membuat deck presentasi padahal yang mengerjakan adalah peserta magang.

3. Ikuti aturan berpakaian

Penampilan bukanlah segalanya, tetapi kesan pertama terbentuk saat seseorang melihat penampilan Anda. Meskipun terdengar dangkal, tetapi pendapat tersebut tak bisa kita pungkiri. Bila ingin menunjukkan sisi profesionalisme di tempat kerja, Anda perlu memperhatikan cara berpakaian dan berdandan.

Contohnya, perusahaan memiliki dress code Jumat Santai, ini bukan berarti Anda bisa mengenakan celana pendek dan sandal jepit, tetapi Anda dapat mengenakan kemeja flanel dengan jins atau kaus berkerah dengan celana chinos.

Jika jadwal agak santai atau tidak ada rapat, pastikan Anda tetap menjaga penampilan, karena cara berpakaian, menata rambut, dan berdandan akan menyedot perhatian klien atau pemangku kepentingan.

Next: 4 Panduan Dress Code ke Kantor, Apa Saja?

4. Tetapkan batasan profesional

Batasan profesional di tempat kerja berlaku kepada rekan kerja hingga klien. Misalnya, menjaga data diri klien, menghindari gosip atau drama dengan teman kerja, dan bergabung ke kubu atau grup tertentu untuk mendukung salah satu pihak. Sebaiknya, jika suatu masalah memengaruhi pekerjaan Anda, mintalah bimbingan dari atasan alih-alih terlibat dalam diskusi yang tidak produktif.

5. Gunakan komunikasi profesional

Komunikasi yang jelas, menghargai batasan percakapan personal, dan saling mendengarkan sangat penting dalam setiap peran di lingkungan kerja. Ini mencakup cara Anda berbicara dengan rekan kerja, atasan, pelanggan, pihak ketiga, hingga pihak pemerintah. Sebisa mungkin menghindari bahasa gaul, bahasa kasar, atau percakapan yang tidak profesional.

6. Perhatikan kegiatan digital

Di tengah era digital, sebaiknya Anda berhati-hati terhadap semua kegiatan yang dilakukan di berbagai platform, seperti:

  • Waspada berkomentar atau mengunggah dokumen apa pun bentuknya di media sosial, terlebih hal itu berkaitan dengan pekerjaan, karena media sosial adalah cerminan profesionalisme seseorang
  • Hati-hati membagikan dokumen atau informasi personal dengan rekan kerja, karena ada kemungkinan hal itu bocor ke orang lain
  • Tulis email dengan subjek yang jelas dan gunakan tata bahasa yang baik dan hindari penggunaan singkatan yang berlebihan atau emoji yang tidak pantas dalam komunikasi profesional
Next: 6 Kiat Tingkatkan Kinerja Karyawan Melalui Keterampilan Komunikasi

Bagaimana Menghadapi Tantangan Profesionalisme?

Pertahankan jika Anda masih menjalankan sikap profesional di lingkungan kerja, meski terkadang ada saja tantangan yang dihadapi. Misalnya:

  • Seorang IT support mendengar rekan kerja dengan teman setimnya mendiskusikan performance review dinilai jelek oleh atasan mereka, alih-alih ikut campur, ia tetap fokus pada tugas IT dan menjaga suasana profesional
  • Ketika terjadi konflik di dalam, Anda sebagai salah satu orang yang berkonflik harus menghadapi masalahnya secara langsung dan tetap profesional, fokus pada penyelesaian masalah, bukan pada menyerang individu
  • Jaga emosi agar tetap terkendali ketika ada masalah–yang berdampak langsung atau tidak langsung–kepada pekerjaan Anda dan jangan bereaksi saat itu juga
  • Terbuka terhadap kritik dan umpan balik yang membangun serta Anda perlu melihat kritik sebagai peluang untuk berkembang, bukan serangan pribadi

Terlepas dari apakah tempat kerja Anda sangat ketat atau lebih santai, berperilaku profesional di kantor tetaplah penting. Jika budaya kerja telah berubah dan beberapa perilaku tidak dapat diterima lagi, ada kemungkinan Anda harus menyesuaikan sikap sesuai kebutuhan asal tetap berperilaku profesional.

Bagaimana profesionalisme di tempat kerja Anda?


Share