Blog
General Information·

6 Langkah Mengatasi Stress di Tempat Kerja yang Mengganggu Kehidupan Personal

Stress di tempat kerja bisa datang dari mana saja, mulai dari beban kerja hingga budaya perusahaan. Temukan cara mengatasinya agar kehidupan kembali seimbang.
Peoplyee stress di tempat kerja

Anda yang pasti pernah mengalami stress di tempat kerja, setidaknya satu kali dalam hidup Anda. Ya, banyak faktor yang memengaruhi stress, tak hanya beban kerja, juga konflik dengan rekan, tidak menemukan keselarasan dengan budaya perusahaan, hingga ketidakcocokan terhadap cara kerja manajer.

Apakah ini tanda Anda harus mengundurkan diri? Eits, tunggu dulu, jangan menyerah begitu saja, kecuali tanda-tanda ini telah Anda hadapi beberapa tahun. Kalau hitungan minggu atau bulan, coba cari akar penyebab dan temukan solusinya. Jika kondisi stress di tempat kerja sudah bercokol lama di diri Anda, mencari opsi pekerjaan lain bisa menjadi bahan pertimbangan.

5 Penyebab Stress di Tempat Kerja yang Memengaruhi Produktivitas

Semua masalah di tempat kerja dapat menjadi penyebab stress. Misalnya, budaya perusahaan, praktik manajemen yang buruk, lingkungan kerja tidak sehat, perubahan manajemen yang konstan, hingga hubungan interpersonal dengan atasan atau rekan kerja.

Masalah interpersonal dapat membuat seseorang merasa lelah. Jika ini terjadi berulang kali, maka bukan tak mungkin ia mengalami stress atau lambat laun mengarah ke burnout. Untuk memahami penyebab stress di tempat kerja, cek poin di bawah ini:

1. Konflik dengan rekan kerja

Pada dasarnya, konflik dengan rekan kerja adalah hal wajar. Dari konflik, keduanya bisa mengarahkan hubungan agar dapat saling belajar dan meningkatkan diri dalam bekerja sama.

Namun, jika perbedaan pendapat atau kesalahpahaman kecil menumpuk akan berdampak negatif sehingga membuat pekerjaan tidak efisien, seperti seseorang akan mengulangi pekerjaan atau perselisihan cara kerja yang tak kunjung selesai. Kondisi tersebut bisa meningkatkan beban mental dan/atau membuat Anda stress.

2. Perbedaan gaya nilai kerja

Di tempat kerja di mana orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul, bukanlah hal yang aneh jika mereka memiliki nilai dan prioritas yang berbeda mengenai pekerjaan. Sebagai contoh, orang yang memprioritaskan efisiensi dan ketelitian sering kali memiliki gaya dan kriteria evaluasi kerja berbeda. Hal ini bisa menyebabkan gesekan.

Perbedaan filosofi, seperti fokus pada hasil versus kerja tim, juga memengaruhi hubungan kolaboratif. Ketika perbedaan ini menumpuk, kemungkinan besar akan menjadi sumber ketidakpercayaan dan stress terhadap orang lain.

3. Komunikasi buruk

Perbaiki komunikasi Anda dengan rekan kerja atau atasan, jika ingin meminimalkan stress. Pasalnya, mereka tidak bisa membaca pikiran dan tidak semua orang bisa memahami gaya bercanda Anda yang berujung kesalahpahaman. Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Memperbarui informasi progres kerja secara berkala
  2. Bertukar pendapat secara jujur setiap minggu sekali
  3. Meminta bantuan atasan jika perselisihan dengan rekan kerja masih berlarut-larut

4. Perubahan manajemen

Perusahaan yang kerap mengubah kebijakan atau model manajemen akan membuat karyawan cenderung stress, terlebih karyawan tidak dilibatkan dalam proses tersebut. Perubahan manajemen yang terjadi dalam satu atau dua tahun tanpa memikirkan kondisi karyawan cenderung membuat mereka kebingungan dan kelelahan, karena mereka harus menghadapi peralihan demi peralihan.

5. Tidak bisa bersuara

Tempat kerja yang terlalu kompetitif atau perusahaan dengan struktur hierarki yang kuat cenderung mempersulit seseorang untuk bersuara. Ini dalam arti, bertanya kepada atasan atau menyampaikan pendapat tentang suatu keresahan.

Perusahaan dengan tingkat keamanan psikologis rendah dapat menyebabkan peningkatan stress pada karyawan, terlebih jika mereka ingin bersuara tentang praktik negatif, penilaian kerja asal-asalan, perundungan, atau pelecehan. Jika Anda tidak ingin hal itu berdampak negatif pada karier, maka Anda dapat mencari pertolongan.

Next: Pahami Perbedaan PKWT Dan PKWTT Agar Tak Salah Status

6 Langkah Mengatasi Stress di Tempat Kerja yang Telah Mencapai Batas Kemampuan Anda

Apakah stress ada batasannya? Batas kemampuan seseorang “menampung” stress berbeda-beda, tetapi jika Anda sudah merasa bahwa masalah yang menghampiri sudah membuat stress dan mengganggu produktivitas, saatnya Anda mengatasinya.

1. Sampaikan kekhawatiran

Anda perlu menyampaikan kekhawatiran ini kepada pemimpin tim dan/atau manajer HR, apalagi hal ini membuat Anda stress sehingga mengganggu produktivitas kerja. Bila ini berhubungan dengan masalah pribadi atau konflik dengan rekan kerja, Anda dapat meminta bantuan kepada mereka untuk menjadi penengah masalah tersebut.

2. Penugasan ulang

Jika masalah dikarenakan beban kerja atau peran baru, Anda bisa meminta penugasan ulang kepada atasan atau manajer.

Pasalnya, perpindahan ke departemen atau tim semula dapat mengubah penyelesaian pekerjaan secara signifikan. Mungkin ini dianggap sebagai “pelarian diri” tetapi mengubah lingkungan adalah bentuk kontrol diri yang positif, daripada terus-menerus menanggung kesulitan atau menghadapi konflik di luar kapasitas Anda.

3. Tetapkan batasan

Tetapkan batasan yang jelas untuk mengembalikan produktivitas Anda, menentukan batasan waktu kerja dan pribadi. Misalnya:

  • Cobalah tidak mengkhawatirkan pekerjaan di luar jam kerja
  • Nikmati istirahat makan siang bersama teman-teman
  • Rileks pada waktu luang atau akhir pekan
  • Prioritaskan tugas yang harus dikerjakan saat ini dan setelahnya
  • Beritahu tim bahwa Anda tidak akan membahas pekerjaan di luar jam kerja
Next: Sebelum Wawancara Kerja, Wajib Memperhatikan 9 Cara Berbusana Ini

4. Jaga kesehatan fisik

Di saat stres, Anda mudah sekali mengembangkan kebiasaan tidak sehat yang justru dapat memperburuk keadaan. Oleh sebab itu, Anda harus menjaga kesehatan fisik agar lebih sehat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Upaya ini dimulai dari:

  • Mengonsumsi makanan bernutrisi dan cukup minum
  • Olahraga teratur, seperti lari, berjalan mengelilingi taman, atau yoga
  • Ambil waktu jeda dengan meditasi, hiking, atau menekuni hobi yang sempat terbengkalai karena kesibukan kerja

Dalam upaya ini, sebaiknya Anda menetapkan tujuan yang dapat dicapai untuk melihat perkembangan kesehatan Anda.

5. Melihat dari sudut pandang berbeda

Stress membuat badan dan pikiran terasa “berat” tetapi upayakan agar Anda tetap sadar untuk mengubah cara pandang terhadap suatu masalah atau perasaan. Ini tak hanya untuk melihat masalah di tempat kerja saja, juga mengurangi sebagian tekanan yang Anda rasakan di rumah maupun di lingkungan pertemanan.

Perubahan pola pikir dapat membantu kesadaran diri Anda bahwa setiap manusia memiliki masalah dan cara menyelesaikannya. Ingatlah, kenyamanan dan ketidaknyamanan bukan sesuatu yang permanen, maka jalani hidup sebaik-baiknya.

6. Hubungi ahlinya

Berfokus pada hal positif dan merasa bersyukur dapat membantu mengurangi stress. Namun, jika Anda tidak mampu mengatasi stress, sebaiknya menghubungi ahlinya, seperti ke psikolog, psikiater, atau life coach.

Bila perusahaan bekerja sama dengan klinik yang memberikan layanan konseling, manfaatkan hal tersebut. Berkonsultasi dengan ahli dapat membantu Anda membuat penilaian yang tenang dan menemukan solusi yang tepat.

Masalah yang membuat stress di tempat kerja tidak bisa dihindari, tetapi kondisi ini menyebabkan Anda untuk mencari solusi sekaligus mengelola tantangan.

Jika Anda dapat merespons, beradaptasi, serta bersikap dalam cara yang sehat dalam menghadapinya, maka Anda mampu melewati masalah rumit ini. Bahkan, Anda membuat ketahanan diri guna mengatasi setiap masalah.

Temukan wawasan tentang dunia kerja dan peluang baru di laman ini.

Share