Sebagai pencari kerja, Anda wajib mempelajari pertanyaan open ended interview, termasuk cara menjawabnya secara efektif. Langkah ini membantu Anda untuk nilai plus menunjukkan proses berpikir, keterampilan pemecahan masalah, dan kepribadian Anda kepada perekrut dan/atau hiring manager.
Pertanyaan dalam open ended interview akan membantu perusahaan menilai seberapa baik Anda dapat menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dan menangani tantangan di dunia nyata. Jika Anda sedang mencari peluang baru, inilah saatnya mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja.
Memahami Open Ended Interview
Definisi
Pertanyaan open ended interview merupakan pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan jawaban sederhana, seperti ya atau tidak. Sebaliknya, pertanyaan ini mendorong kandidat menanggapi lebih rinci, memuat berbagai wawasan jika diperlukan, melibatkan pengalaman, atau menjelaskan alasan mereka.
“Pertanyaan open ended interview sering kali lebih bersifat hipotesis untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang akan dilakukan seseorang dalam skenario tertentu yang berkaitan dengan peran mereka,” ujar Melissa Trager, career coach.
Salah satu contoh pertanyaan terbuka yang umum ditanyakan oleh pewawancara kepada kandidat adalah, “Can you tell me about a time when you faced a difficult challenge at work?”
Jenis pertanyaan ini memungkinkan pewawancara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kemampuan kandidat tentang pemecahan masalah, kualifikasi, dan kepribadian secara keseluruhan.
Perekrut mungkin juga mengajukan pertanyaan hipotesis seperti, “How would you handle a project that’s falling behind schedule due to unforeseen issues?”
Dalam hal ini, mereka tidak mencari pengalaman masa lalu, tetapi lebih ingin mengetahui bagaimana Anda akan mendekati situasi tersebut, menunjukkan pemikiran strategis serta kemampuan beradaptasi yang yang akan mereka rekrut.
Tujuan
Berbeda dengan closed question hanya menghasilkan jawaban ya atau tidak, pertanyaan open ended bertujuan untuk menilai transferable skills, keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah kandidat.
Jawaban dari pertanyaan tersebut memungkinkan pewawancara untuk melihat lebih dari sekadar CV dan memberi Anda kesempatan untuk merespons dengan berbagai cara. Cara Anda menjawab akan menunjukkan kesesuaian Anda dengan peran tersebut.
Trager menjelaskan tak ada jawaban benar untuk pertanyaan ini, tetapi pertanyaan tersebut membuka jalan bagi dialog antara pewawancara dan kandidat. Alhasil, pewawancara dapat menilai kualifikasi kandidat secara mendalam, begitu pula dengan kandidat bisa memahami peran tersebut.
Pada akhirnya, kedua belah pihak menilai kesesuaian masing-masing. Misalnya, Anda menilai apakah lingkungan kerja tersebut cocok atau tidak dan manajer lebih memahami pengalaman dan keterampilan kandidat.
Next: 7 Contoh Pertanyaan Interview tentang Orientasi terhadap Detail
4 Kiat Menjawab Pertanyaan Open Ended Interview
Menjawab pertanyaan open ended interview membutuhkan persiapan matang. Pasalnya, Anda harus memberikan jawaban bermakna yang tidak hanya menjawab pertanyaan tetapi juga menyoroti kekuatan dan kualifikasi mereka. Berikut empat kiat menyusun jawaban yang efektif:
1. Metode STAR
Anda dapat menjawab dengan menggunakan metode STAR (situation, task, action, result) untuk menjelaskan pengalaman atau keterampilan kerja serta menunjukkan bagaimana Anda menangani tantangan tertentu.
- Situation: Menggambarkan latar belakangnya
- Task: Menjelaskan tanggung jawab
- Action: Menjabarkan apa yang Anda lakukan
- Result: Menyoroti hasilnya
2. Fokus pada kekuatan
Ketika menjawab, Anda harus berfokus pada kekuatan dalam keterampilan maupun pengalaman yang relevan dengan peran yang dilamar. Caranya:
- Buat daftar proyek atau tugas yang paling berdampak
- Susun jawaban yang meliputi tujuan, hasil yang diharapkan, tindakan yang diambil, dan tantangan yang diatasi
- Berlatih menjawabnya dengan intonasi jelas untuk menujukkan kepercayaan diri Anda
Persiapan ini akan membantu Anda memperlihatkan keterampilan pemecahan masalah serta memastikan jawaban tetap fokus dan autentik.
3. Jangan buru-buru
Tak perlu merasa terburu-buru saat menjawab pertanyaan, luangkan waktu sejenak untuk berpikir. Katakan kepada pewawancara jika Anda membutuhkan waktu untuk memikirkan jawabannya. Jawaban yang matang memungkinkan Anda menyusun kalimat yang lebih berdampak dan artikulatif. Pendekatan ini akan membantu Anda menghindari penyimpangan dari topik dan memastikan jawaban tetap fokus dan relevan.
4. Perhatikan isyarat pewawancara
Perhatikan bahasa tubuh dan isyarat nonverbal pewawancara selama Anda menjawab. Jika mereka tampak sangat tertarik pada aspek tertentu dari jawaban Anda, jangan ragu untuk menjelaskannya lebih lanjut. Sebaliknya, jika mereka tampak ingin segera beralih ke pertanyaan berikutnya, akhiri jawaban Anda secara ringkas. Ini menunjukkan bahwa Anda penuh perhatian dan mudah beradaptasi dalam menjalankan peran.
Next: 6 Langkah Mengatasi Stress di Tempat Kerja yang Mengganggu Kehidupan Personal
7 Contoh Pertanyaan Open Ended Interview dan Cara Menjawabnya
Di bawah ini terdapat tujuh contoh pertanyaan open ended interview serta cara menjawabnya yang dapat Anda jadikan referensi:
1. Can you tell us about a time when you faced a difficult challenge at work?
Pertanyaan ini mengeksplorasi bagaimana cara Anda melihat masalah dan menangani tekanan. Saat menjawab, fokuslah pada situasi spesifik, jelaskan tindakan yang Anda ambil untuk mengatasi tantangan tersebut, dan sebutkan hasil positifnya.
“While serving as a project manager, I successfully navigated a critical vendor withdrawal just before a major deadline. I immediately led a cross-functional brainstorming session and secured a replacement vendor. Through strategic renegotiation and improved communication protocols, I not only recovered the timeline but delivered the project two days early.”
2. How do you prioritize your tasks when everything seems urgent?
Pertanyaan ini membantu pewawancara memahami keterampilan manajemen waktu Anda. Jadi, Anda perlu menjelaskan metode Anda dalam mengevaluasi urgensi tugas, bagaimana membuat keputusan, dan mengelola ekspektasi.
“I manage my workload by evaluating task urgency against high-level business impact. When faced with competing priorities, I identify the bottlenecks affecting the team's progress, delegate tasks to maximize efficiency, and maintain transparent communication with stakeholders to align expectations.”
3. Describe a time when you had to work with a difficult colleague
Pertanyaan ini bertujuan untuk menilai bagaimana Anda menangani konflik di tempat kerja dan menjaga profesionalisme. Jadi, Anda perlu menguraikan bagaimana mengatasi situasi tersebut secara proaktif, menemukan titik temu, dan berupaya mencapai solusi.
“To resolve recurring misunderstandings with a colleague caused by differing communication styles, I proactively initiated a meeting to align our workflows. By standardizing our check-in frequency and clarifying expectations, we transformed our collaboration and finalized the project ahead of schedule.”
4. How do you handle feedback or criticism?
Pertanyaan ini mengevaluasi kemampuan Anda untuk menerima dan berkembang dari umpan balik yang membangun. Saat menjawab, fokuslah pada bagaimana Anda merespons masukan orang lain secara positif dan langkah yang diambil untuk meningkatkan diri.
“I treat constructive criticism as an opportunity for professional development. For example, when advised to strengthen my delegation skills, I completed a leadership training program and integrated the team more deeply into the decision-making process; this resulted in measurable productivity gains and formal recognition from my manager.”
5. Can you give me an example of a time when you showed initiative at work?
Pewawancara menanyakan hal ini agar mereka dapat menilai motivasi diri dan perilaku proaktif Anda. cara menjawabnya, Anda perlu menyoroti situasi spesifik dalam mengidentifikasi masalah dan mengambil langkah untuk mengatasinya secara mandiri.
“Recognizing inefficiencies in our onboarding process that delayed new hire integration, I spearheaded the development of a standardized checklist and streamlined training modules. This initiative reduced onboarding time by 20% and was subsequently implemented as the corporate standard.”
6. How would you handle a project that is falling behind schedule due to unforeseen challenges?
Pertanyaan ini akan menilai kemampuan Anda untuk memecahkan masalah dan tetap fokus meskipun menghadapi hambatan. Jadi, Anda harus menunjukkan keterampilan problem solving dengan menguraikan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengidentifikasi masalah dan menyelaraskan kembali tujuan tugas.
“Should a project face unforeseen delays, I would conduct a root-cause analysis and immediately re-prioritize deliverables. My strategy involves reallocating resources for maximum impact, aligning the team on a revised timeline, and providing stakeholders with transparent, data-driven updates to ensure quality is maintained while we recover the schedule.”
7. Tell me about a time when you had to adapt to a significant change at work
Jawaban Anda memperlihatkan sisi fleksibilitas dalam menangani perubahan di lingkungan kerja yang dinamis. Saat menjawab, ilustrasikan kemampuan adaptasi Anda dengan menjelaskan situasi, pendekatan proaktif, dan hasil positif yang diperoleh dari upaya tersebut.
“When faced with team resistance during a transition to new project management software, I mastered the platform early and conducted peer training sessions to facilitate adoption. Within 30 days, the team reached full proficiency, contributing to a 25% improvement in our overall project turnaround time.”
Menguasai pertanyaan open ended interview serta menyiapkan jawaban yang terstruktur dapat menunjukkan kekuatan Anda pada sesi wawancara kerja. Cek wawasan tentang pertanyaan interview di laman ini.


