Blog
Interview Tips·

Jangan Terulang Lagi: 8 Kesalahan Interview dan Cara Mengatasinya

Bila menyadari ada kesalahan saat interview, Anda bisa langsung memperbaikinya. Bagaimana menghadapi kesalahan interview dan cara mengatasinya?
Peoplyee kesalahan interview dan cara mengatasinya

Bagaimana jika kita melakukan kesalahan interview dan cara mengatasinya?

Pertanyaan tersebut kerap dilontarkan oleh kandidat setelah sesi wawancara kerja. Ia menyadari telah melakukan kesalahan, tetapi ketika momen itu sudah berlalu, Anda hanya bisa pasrah terhadap hasilnya. Bila menyadari kesalahan pada saat interview, Anda bisa memperbaikinya saat itu juga. Anda juga bisa membaca ulasan di bawah ini untuk menghindari kesalahan yang pernah dibuat.

Alasan Sesi Wawancara Kerja Itu Penting

Wawancara kerja merupakan salah satu proses rekrutmen di mana kandidat bertemu dengan perekrut dan/atau hiring manager (manajer atau user) di tempat kerja. Di sini, Anda memiliki kesempatan untuk menunjukkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman Anda kepada mereka.

Pewawancara akan melihat bagaimana Anda mengelola percakapan dan menilai kecocokan terhadap peran yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sering kali, wawancara kerja akan melibatkan beberapa karyawan yang akan menjadi anggota tim Anda, sehingga hal ini memberikan pemahaman yang baik tentang budaya perusahaan dan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.

Banyak kandidat berlatih wawancara sebelum hari H agar lancar menjawab pertanyaan pewawancara sekaligus melatih kepercayaan diri dan bahasa tubuh. Meski demikian, ini tak luput kesalahan dan menyadarinya setelah sesi penting ini berakhir.

Untuk memberikan kesan pertama yang baik dalam proses penerimaan pekerjaan, Anda perlu menghindari kesalahan interview dan cara mengatasinya, terutama jika Anda langsung menyadari telah melakukan kesalahan.

Next: Cara Menulis CV: Anda Mampu Penuhi Deadline

8 Kesalahan Interview dan Cara Mengatasinya

Mengingat sesi wawancara kerja adalah kesempatan Anda untuk menyelaraskan kualifikasi pribadi dengan kebutuhan perusahaan, maka pahami kesalahan interview dan cara mengatasinya.

Ini menjadi bekal Anda agar tidak melakukan atau menyadari telah berbuat salah, lalu memperbaikinya. Pahami kesalahan interview ini sebagai salah satu modal ke wawancara kerja lainnya:

1. Datang terlambat

Sebisa mungkin, Anda tidak datang terlambat dalam sesi wawancara. Apa yang bisa dilakukan jika terlambat padahal Anda sudah memperkirakan waktu dan lokasi?

Solusi:

Menghubungi perekrut, lalu meminta maaf karena Anda datang terlambat dikarenakan suatu alasan (jelaskan secara singkat dan tidak bertele-tele). Bila Anda pernah terlambat, maka sebaiknya sehari sebelum hari H, Anda mendatangi lokasi untuk mengetahui rute menuju lokasi dan tempat parkir. Cek pula jika kondisi lalu lintas terkini melalui media sosial, info terkini dari portal berita, atau peta daring.

2. Ponsel berdering

Sebaiknya, Anda menonaktifkan nada dering sebelum memasuki ruang interview. Jika lupa dan ponsel berdering, bagaimana cara mengatasinya?

Solusi:

Meminta izin untuk mengecek ponsel. Jika panggilan bukan dari keluarga atau orang terdekat, sebaiknya abaikan dan nonaktifkan nada dering, lalu meminta maaf telah menginterupsi sesi wawancara. Tidak menerima atau memeriksa ponsel selama wawancara menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap wawancara kerja tersebut.

3. Bicara “berlebihan”

Maksud “berlebihan” di sini termasuk berbicara negatif tentang pekerjaan, perusahaan, atasan, atau kolega di pekerjaan sebelumnya, membahas topik yang menyimpang, serta membagikan detail pribadi yang tidak diminta oleh pewawancara atau tidak berkaitan dengan posisi tersebut.

Solusi:

Bila Anda pernah melakukan hal tersebut, jangan mengulanginya lagi. Seburuk-buruknya atasan atau rekan kerja sebelumnya, tetaplah bersikap positif, fokus, dan pilih kalimat yang terstruktur dengan baik. Selain itu, bagikan fakta tentang hidup Anda jika diminta atau relevan dengan percakapan.

4. Mengajukan pertanyaan yang sudah jelas

Kalau Anda pernah mengajukan pertanyaan yang sudah jelas atau yang sudah dibahas pewawancara dalam percakapan interview sebelumnya, jadikan hal ini bekal untuk menjadi lebih baik.

Solusi:

Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan seluk-beluk pekerjaan atau perusahaan. Jika manajer telah menjawab salah satu pertanyaan yang telah Anda rencanakan sebelumnya, tidak perlu menanyakannya untuk kedua kalinya.

Namun, jangan sampai Anda tidak mengajukan pertanyaan, karena ketika bertanya tentang perusahaan atau posisi tersebut, perekrut akan menilai Anda tertarik dengan perusahaan atau peran yang ditawarkan.

Next: Perkembangan Industri Ritel Indonesia dan Gaji Karyawannya

5. Tidak tahu tentang gaji

Jangan sampai Anda menjawab tidak tahu ketika perekrut atau manajer bertanya permintaan gaji Anda, karena hal ini memberi penghargaan terhadap diri sendiri.

Solusi:

Jika pewawancara bertanya tentang permintaan gaji, riset dan siapkan jawaban Anda, termasuk bersiaplah untuk bernegosiasi jika diminta. Hindari membahas soal gaji jika mereka tidak membahasnya.

6. Nonverbal buruk

Saat Anda menyadari sedang duduk menunduk, menyembunyikan tangan, atau pandangan mata tidak fokus ke pewawancara, maka segera perbaiki. Perilaku Anda bisa dianggap tidak nyaman atau tidak jujur oleh pewawancara.

Solusi:

Pewawancara mengetahui kandidat mana yang sedang gugup di ruang wawancara dan yang berbohong. Oleh karena itu, latihlah kepercayaan diri Anda untuk melakukan kontak mata, “memasang” wajah tersenyum, dan meletakkan tangan di meja. Anda juga bisa melatih pernafasan dengan teratur untuk mengurangi stres. Dan, tentu saja, jangan berbohong kepada siapa pun, termasuk pewawancara.

7. Sulit dijadwalkan

Jika penjadwalan wawancara kerja bentrok dengan kegiatan Anda–terutama bila Anda masih aktif bekerja–maka jangan memundurkan hari H atau sulit dihubungi setelah pembatalan waktu interview. Tak perlu bersikap kaku untuk dijadwalkan oleh perekrut, hanya karena mereka membutuhkan Anda.

Solusi:

Tawarkan hari dan waktu di mana Anda bisa menghadiri interview atau menemui manajer setelah jam kerja untuk mengakomodasi kesediaan waktu dari pihak perusahaan.

8. Salah kostum

Anda pernah saltum atau salah kostum saat datang ke wawancara kerja? Jika pernah, jangan diulangi lagi.

Solusi:

Kenakan kostum sesuai dress code perusahaan dengan melihatnya melalui web atau media sosial mereka. Jika dalam kedua media tersebut, Anda masih kesulitan menentukan dress code, maka pakailah busana business casual.

Misalnya, mengenakan celana chino, kemeja lengan panjang atau pendek, dan sneakers yang bersih. Jangan pakai baju dan sneakers buluk saat mendatangi wawancara kerja. Bila perusahaan menampilkan diri ke media dengan dress code formal, maka kenakan baju business professional.

Berada dalam pengaturan wawancara kerja dapat membuat seseorang gugup dan tidak nyaman, maka berlatihlah sebelum hari H. Tunjukkan kepercayaan dan kenyamanan diri Anda di hadapan pewawancara. Jelajahi wawasan tentang pertanyaan interview di sini.

Semoga sukses!

Share