Kita sudah mendengar bahwa ada beberapa pekerjaan yang akan hilang karena AI beberapa waktu lalu. Kemunculan AI bisa menghilangkan maupun memunculkan lapangan kerja baru.
Menurut McKinsey, karyawan lebih siap merangkul AI di tempat kerja daripada yang dibayangkan para pemimpin bisnis. Mereka lebih familiar dengan alat-alat AI serta menginginkan lebih banyak dukungan dan pelatihan. Bahkan mereka lebih cenderung percaya bahwa AI akan menggantikan setidaknya sepertiga pekerjaan mereka dalam waktu dekat
Dengan kata lain, kesiapan dan pemahaman karyawan terhadap AI sangat tinggi, sehingga ini adalah sinyal bagi pemimpin untuk bertindak. Meski demikian, mereka memahami bahwa pekerjaan mereka akan digantikan oleh AI.
3 Pendorong di Balik Pekerjaan yang Akan Hilang Karena AI
Sejak kemunculan OpenAI dari ChatGPT pada 2022, tak sedikit karyawan dari berbagai bidang menggunakannya. Perusahaan juga mulai melirik alat atau perangkat lunak berteknologi AI guna mengotomatiskan pekerjaan repetitif.
Bila ada beberapa otomatisasi dilakukan oleh perusahaan, kondisi ini berkontribusi terhadap karyawan yang kehilangan pekerjaan. Ya, pekerjaan tak akan hilang karena ia dijalankan oleh sistem, yang akan kehilangan pekerjaan adalah manusia, sehingga lambat laun ada beberapa pekerjaan tidak membuka lowongan pekerjaan dan mereka dianggap hilang dari pasar tenaga kerja. Kenapa hal ini terjadi?
1. Unggul pada pekerjaan rutin
AI unggul dalam pekerjaan rutin yang memiliki standardisasi dan prosedur yang sama yang dilakukan berulang kali. Dengan memanfaatkan AI dalam operasional bisnis, perusahaan meminimalkan kesalahan dalam pemrosesan yang dilakukan oleh manusia, sehingga operasi berjalan lebih stabil dan efisien. Pekerjaan rutin yang tidak memerlukan umpan balik antarmanusia kemungkinan besar akan digantikan oleh AI, yang secara konsisten memberikan hasil pekerjaan berkualitas.
2. Cepat dan akurat
Alat kerja atau piranti lunak berteknologi AI dapat memproses data dengan cepat dan kurat. Ini adalah salah satu kekuatan AI, di mana seseorang memberikan instruksi tepat, lalu sistem akan melakukan tugasnya lebih cepat dan presisi daripada manusia. Misalnya, alat manajemen inventaris, pengorganisasian dokumen, dan manajemen data dengan dukungan AI.
3. Hemat biaya
Sistem berteknologi AI dapat beroperasi 24 jam sehari atau 365 hari setahun dan tanpa membutuhkan istirahat. Jika dibandingkan dengan manusia, AI tidak menuntut uang lembur sehingga perusahaan bisa mengurangi biaya dengan mengalihdayakan sebagian pekerjaan rutin kepada AI.
Next: 6 Panduan Mempelajari AI bagi Pemula yang Ingin Menambah Keterampilan
7 Pekerjaan yang Akan Hilang Karena AI
Bagaimana pekerjaan menghilang? Suatu pekerjaan yang mengandalkan teknologi, tidak membutuhkan seseorang untuk melakukannya, akan menghilang dari pasar tenaga kerja. Ketika teknologi dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas bisnis, ada hal yang akan dikorbankan.
Jadi, apa saja pekerjaan yang akan hilang karena AI karena perkembangan teknologi?
1. General office
Pekerjaan general office seperti administrative officer, general affairs (GA), dan receptionist banyak melibatkan tugas rutin yang berulang menjadi pekerjaan yang akan hilang karena AI. Sebut saja memasukkan data, mengecek jadwal, dan menyiapkan surat jalan.
Banyak perusahaan telah mengotomatiskan tugas rutin dengan robotic process automation (RPA) dalam manajemen, sehingga mereka bisa membuat jadwal, membalas email, dan mengirimkan dokumen laporan bisnis secara otomatis. Tak sedikit pula perusahaan yang menggunakan HRIS untuk memantau kehadiran karyawan sekaligus menghitung gaji serta pajak dalam satu platform. Upaya ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sehingga karyawan akan fokus pada tugas yang bernilai tinggi.
2. Customer support
Perusahaan yang memiliki customer support akan memberikan layanan 7/24 tanpa henti dengan AI. Misalnya, chatbot AI yang menjawab pertanyaan teks dan telepon serta FAQ yang akan memprediksi maksud pengguna dan memberikan saran.
Cara tersebut memungkinkan perusahaan mengumpulkan informasi tentang pertanyaan dan keluhan yang dimiliki oleh pengguna dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan layanan. Namun, ini meninggalkan kekhawatiran tentang cara AI merespons informasi yang sangat rahasia, sehingga implementasi AI dalam customer support akan tergantung pada industri dan informasi yang ditangani.
3. Legal affairs
Di Jepang, beberapa pekerjaan di bidang hukum digantikan oleh AI, seperti:
- Pengumpulan informasi hukum
- Konsultasi hukum atau layanan konsultasi daring bagi masyarakat
- Otomatisasi tugas rutin guna sentralisasi informasi dan tugas manajemen
- Pekerjaan yang berhubungan dengan pembuatan, peninjauan, pengelolaan hingga penyelesaian kontrak atau dokumen
- Layanan kekayaan intelektual dan pendaftaran merek dagang, mulai dari riset, merek dagang, hingga pendaftaran
Next: 3 Kiat Membangun Keterampilan AI Bagi Pencari Kerja
4. Architectural design
Aplikasi AI dalam architectural design meliputi
- Otomatisasi proses persetujuan dan pengecekan konsistensi terhadap dokumen sebelumnya
- Menciptakan tampilan eksterior bangunan menggunakan generatif AI
- Membuat gambar prediktif dalam proyek perencanaan kota
- Mengusulkan desain dasar bangunan, menginformasikan kondisi daerah yang akan dibangun, serta memuat peraturan di lokasi tersebut
5. Secretary atau asisten
Kita tentu sudah mengetahui tugas sekretaris atau asisten, antara lain penjadwalan, koordinasi tugas, dan pembuatan dokumen, tetapi tugas tersebut dapat dilakukan oleh AI lebih cepat.
Bahkan ada aplikasi sekretaris berbasis AI yang dapat mengotomatiskan tugas rutin seperti menulis email, mencatat notulen rapat, mengelola tugas, serta menganalisis data secara gratis. Semakin banyak tugas administratif dilakukan oleh AI, maka pekerjaan itu akan menghilang.
6. Accounting dan finance
Pekerjaan accounting dan finance yang repetitif sangat bisa digantikan oleh AI. Di bidang accounting dan book keeping, banyak tugas rutin telah diotomatisasi dengan perangkat lunak akuntansi berbasis AI. Misalnya, membuat laporan bulanan dan memproses tanda terima.
Di bidang finance pun demikian, banyak perusahaan perbankan dan sekuritas menggunakan AI untuk menilai kemampuan nasabah yang mengajukan kredit atau menyaring analisis risiko nasabah yang akan berinvestasi. Namun, pekerjaan finance yang membutuhkan analisis mendalam tetap membutuhkan tenaga ahli manusia.
7. Marketing
Bidang dan peran marketing banyak yang terdampak kemajuan AI. Alat marketing berbasis AI dapat mengumpulkan dan menganalisis data pemasaran, memberikan sentimen dari pelanggan, hingga melakukan market research.
Jadi, karyawan marketing yang memiliki sisi kreativitas dalam perancangan strategi dan pembangunan jenama serta menguasai keterampilan data akan bernilai tinggi di pasar tenaga kerja.
Merasa takut akan kehilangan pekerjaan adalah hal wajar, terlebih kita berada dalam pasar tenaga kerja yang sangat ketat. Mencari pekerjaan baru pun sulit karena beberapa job description memiliki kualifikasi spesifik, maka agar dapat bersaing dengan sesama kandidat serta AI.
Anda perlu mengasah transferable skill yang tidak dapat digantikan oleh AI. Misalnya, keterampilan analisis, problem solving, dan komunikasi serta kemampuan memahami bisnis di industri kerja Anda. Keterampilan ini akan dibutuhkan pada tahun-tahun mendatang.
Setelah itu, Anda dapat meningkatkan karier di pekerjaan saat ini atau mencari peluang baru di tempat lain. Pastikan perusahaan baru tersebut memiliki reputasi baik.


