Blog
General Information·

Bonus Tahunan: Definisi, Tujuan, dan Jumlah yang Tepat

Bagi sebagian besar karyawan, momen yang dinanti-nantikan bukan hanya untuk liburan, juga potensi penerimaan bonus tahunan atau annual bonus.
Peoplyee bonus tahunan

Bagi sebagian besar karyawan, akhir tahun menjadi momen yang dinanti-nantikan bukan hanya untuk liburan, juga potensi penerimaan bonus tahunan atau annual bonus. Konsep ini sering dianggap sebagai hadiah atas kerja keras, tetapi dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia (SDM), bonus tahunan berperan jauh lebih strategis daripada sekadar apresiasi sekaligus upaya mempertahankan aset terbaiknya. Untuk memahami tentang bonus tahunan, cek artikel di bawah ini.

Apa Itu Bonus Tahunan?

Bonus tahunan merupakan bentuk kompensasi variabel yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai tambahan atas gaji pokok mereka. Ini juga menjadi salah satu komponen kunci dari total rewards package perusahaan.

Biasanya, pemberian bonus tahunan terjadi satu kali dalam setahun, sering kali diberikan pada akhir tahun kalender atau setelah penutupan tahun fiskal perusahaan. Pemberian bonus dalam bentuk tunai akan ditransfer langsung ke rekening karyawan.

Namun, bonus ini bersifat diskresioner atau tidak terikat kontrak dan pemberiannya berhubungan dengan pencapaian kinerja, baik kinerja individu, kinerja tim, maupun kinerja finansial keseluruhan perusahaan. Tujuan pemberian bonus ini, yaitu:

  • Memotivasi karyawan agar mencapai target yang ditetapkan sekaligus meningkatkan kinerja mereka
  • Mempertahankan karyawan berkinerja tinggi, sehingga individu yang kinerjanya melampaui ekspektasi akan menerima reward finansial
  • Menghargai kontribusi karyawan, karena kerja keras mereka, profit perusahaan meningkat
Next: 9 Komponen Total Package Rewards Ini Perlu Diketahui Jobseeker

6 Jenis Bonus Tahunan yang Diberikan oleh Perusahaan

Jenis bonus tahunan tergantung pada struktur perusahaan dan kinerja perusahaan. Ketika profit perusahaan meningkat, mereka akan memberikan bonus kepada karyawan. Jika profit menurun, mereka akan mengurangi jumlah atau tidak memberikan bonus sama sekali, terutama saat kondisi ekonomi sedang sulit.

Berikut ini, jenis bonus tahunan yang kerap diberikan oleh perusahaan kepada karyawan:

1. Bonus kinerja

Bonus yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan saat mereka memenuhi atau melampaui target sehingga kinerjanya meningkat. Ada beberapa perusahaan yang menyebut bonus kinerja dengan insentif. Misalnya, karyawan A mencapai target penjualan.

2. Bonus proyek

Ini juga disebut dengan spot bonus, karena karyawan mampu memperoleh proyek baru atau mempertahankan klien lama untuk menggunakan produk atau jasa perusahaan. Biasanya, bonus ini dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan dengan persentase tertentu.

3. Bonus referral

Bonus yang dibayarkan kepada karyawan ketika seseorang yang mereka rekomendasikan pada peran atau posisi yang kosong berhasil direkrut. Bonus akan diberikan, jika karyawan baru tersebut bekerja selama jangka waktu tertentu.

4. Bonus profit sharing

Sebagian keuntungan perusahaan yang dikembalikan atau dibagikan kepada karyawan. Jenis bonus ini tergantung pada kinerja keuangan perusahaan. Bonus profit sharing dapat dibayarkan dalam bentuk tunai atau dibayarkan melalui rekening pensiun yang disponsori oleh perusahaan.

5. Bonus nontunai

Bonus ini akan diberikan tidak dalam bentuk uang, tetapi berupa hari libur, vocer belanja, atau hadiah lainnya pada akhir atau awal tahun.

6. Bonus retensi

Bonus retensi dibagikan kepada mereka yang telah bekerja di perusahaan selama jangka waktu tertentu. Bonus ini juga dikenal sebagai bonus masa kerja.

Next: Perkembangan Industri Ritel Indonesia dan Gaji Karyawannya

Haruskah Perusahaan Memberikan Bonus Tahunan?

Pada dasarnya, pemberian bonus tahunan dari perusahaan ke karyawan tidak diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Pada PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, pasal 8 ayat (2), tertulis:

Selain tunjangan hari raya keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pengusaha dapat memberikan pendapatan non-upah berupa:

a. Insentif

b. Bonus

c. Uang pengganti fasilitas kerja dan/atau

d. Uang servis pada usaha tertentu

Tak sedikit perusahaan yang memberikan bonus kinerja dan/atau profit sharing kepada karyawan dengan mekanisme tertentu. Di perusahaan industri tertentu, seperti finansial, teknologi, dan penjualan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, program bonus hampir selalu menjadi standar, karena kinerja individu berdampak langsung dan terukur pada pendapatan perusahaan.

Berapa besaran bonus?

Tidak ada angka tunggal yang baku untuk besaran bonus tahunan. Nilainya sangat bervariasi, karena hal ini tergantung pada tiga faktor, yaitu:

1. Tingkat jabatan

Jajaran eksekutif dan karyawan senior biasanya memiliki persentase bonus lebih tinggi dibandingkan karyawan level staf atau spesialis. Misalnya, eksekutif menerima 90% dari gaji pokok tahunan, karyawan senior mendapatkan 25%, dan staf memperoleh 5%.

2. Kinerja individu atau perusahaan

Semakin tinggi pencapaian target yang ditetapkan, semakin besar pula bonus yang dibayarkan. Banyak perusahaan menggunakan matriks multiplier atau pengganda yang dapat meningkatkan bonus hingga 150% jika target terlampaui secara signifikan.

3. Industri atau lokasi

Industri yang sangat menguntungkan atau berisiko tinggi cenderung menawarkan bonus yang jauh lebih besar dibandingkan industri nirlaba atau pemerintahan. Misalnya, perusahaan private equity atau investment banking.

Apakah bonus tahunan dipotong pajak?

Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pasal 4, disebutkan bahwa yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk bonus.

Dalam hal ini, bonus–yang tertulis dapat diartikan sebagai bonus tahunan–tergolong penghasilan sehingga bonus yang Anda terima terkena pajak. Penghitunganya, bonus dapat ditambahkan ke gaji lalu menggunakan mekanisme PPh 21 dan TER (tarif efektif rata-rata) atau dihitung terpisah.

Ya, bonus tahunan dapat menjadi alat untuk menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan bisnis serta meretensi karyawan berprestasi. Bagi karyawan, ini adalah penghargaan yang menunjukkan bahwa kontribusi Anda diakui dan dihargai secara finansial.

Temukan wawasan lain tentang dunia kerja sekaligus peluang baru di situs ini.

Share