Blog
General Information·

Jika Merasa Kewalahan, Ini 7 Alasan Berhenti Dari Pekerjaan

Alasan berhenti dari pekerjaan dapat berbeda bagi setiap karyawan. Bahkan ketika seseorang bekerja di perusahaan terbaik pun dapat mengundurkan diri karena mengalami kelelahan.
Peoplyee alasan berhenti dari pekerjaan

Apa alasan berhenti dari pekerjaan? Tidak ada ruang bertumbuh? Gaji tidak ada kenaikan? Merasa tidak dihargai oleh atasan? Tidak memiliki waktu pribadi?

Alasan berhenti dari pekerjaan dapat berbeda bagi setiap karyawan. Bahkan ketika seseorang bekerja di perusahaan terbaik pun dapat mengundurkan diri karena mengalami kelelahan. Sebelum Anda berhenti dari pekerjaan, pertimbangkan beberapa hal yang akan dibahas di bawah ini.

3 Cara Menangani Situasi Sulit

Ada kalanya, seseorang bekerja tiada lelah, sampai suatu saat ia ingin menyerah. Ya, ketika karyawan berada pada situasi sulit, ia merasa tidak bertenaga, sehingga cenderung ingin berhenti bekerja, tetapi bertindak impulsif bukanlah ide yang baik.

Sebelum melayangkan surat pengunduran diri kepada atasan dan HR, Anda perlu menilai sumber perasaan serta mempertimbangkan cara menangani situasi sulit nan rumit ini.

1. Uraikan masalah

Ketika Anda diliputi perasaan ingin menyerah, pikiran Anda cenderung menjadi kacau. Oleh karena itu, Anda perlu mengambil jeda sejenak, lalu melihat emosi Anda secara objektif.

Jika sudah merasa tenang, Anda perlu menguraikan masalah atau kegelisahan selama ini, yakni:

  • Tuliskan alasan mengapa Anda merasa ingin berhenti bekerja
  • Deskripsikan masing-masing alasan secara jelas, mulai dari hal-hal yang disukai dan tidak disukai
  • Klasifikasikan hal-hal yang dapat dan yang tidak dapat Anda selesaikan sendiri

Dengan menuliskan hal-hal yang mengganjal atau membuat bekerja terasa berat, Anda dapat mengidentifikasi kejadian spesifik, memahami emosi yang muncul, lalu mengurutkan masalah “ringan” (peringkat atas) hingga “berat” (peringkat bawah) yang ingin Anda selesaikan.

Misalnya, kemampuan public speaking Anda sebagai marketing communication kurang baik, solusinya berlatih dengan mentor atau rekan kerja yang memiliki kemampuan mumpuni di bidangnya, atau sistem evaluasi perusahaan kurang mengakomodasi peran sehingga kinerja Anda kurang menonjol, hal itu bisa dibicarakan dengan manajer dan tim HR.

Dengan memperjelas masalah, Anda dapat mempertimbangkan tindakan spesifik yang perlu diambil selanjutnya, sehingga menjadi cara yang efektif untuk menemukan solusi.

2. Menangani masalah yang dapat diselesaikan

Untuk masalah yang menurut Anda dapat diselesaikan sendiri, berdasarkan klasifikasi sebelumnya guna mengambil tindakan proaktif sehingga dapat memperbaiki situasi.

Contohnya, jika Anda bermasalah dengan cara menyelesaikan pekerjaan, cobalah mempelajari teknik project management atau berkonsultasi dengan atasan untuk menyesuaikan prioritas tugas, atau bila merasa kurang memiliki keterampilan teknis, Anda bisa menjalani kursus sertifikasi atau program pelatihan.

3. Masalah yang tidak dapat diselesaikan

Di sisi lain, ada masalah yang tidak dapat Anda diubah, seperti kebijakan manajemen perusahaan, sistem evaluasi, atau kepribadian seseorang. Dalam kasus seperti itu, jangan pernah menyalahkan diri sendiri, tetapi Anda perlu memikirkan cara mengubah lingkungan sekitar, seperti:

  • Berkonsultasi dengan atasan atau rim HR untuk menjajaki kemungkinan transfer departemen, divisi, atau perubahan tanggung jawab
  • Mencari pendapat objektif dari profesional karier dapat memperluas perspektif
  • Mempertimbangkan pilihan lain yang konkret bila tidak ada perubahan sama sekali
Next: Job Search Burnout: Tanda dan Penyebabnya yang Wajib Diperhatikan

Pertimbangkan secara Mendalam, Ini 7 Alasan Berhenti Dari Pekerjaan

Alasan berhenti dari pekerjaan bagi setiap orang berbeda-beda. Jika sudah mempertimbangkan pengunduran diri secara mendalam, saatnya untuk memberitahukan manajer dan tim HR tentang alasan resign Anda.

Hindari resign tanpa kabar atau pamit, karena tindakan tersebut tidak profesional dan berdampak buruk terhadap masa depan karier Anda. ingatlah bahwa perusahaan menerima Anda dengan baik, maka keluarlah dengan cara baik pula. Berikut ini alasan berhenti dari pekerjaan yang Anda bicarakan dengan manajer:

1. Stres akibat hubungan interpersonal telah mencapai batasnya

Hubungan interpersonal di tempat kerja merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan kerja. Banyak karyawan merasa tidak nyaman karena tekanan berlebihan dari atasan atau perselisihan dengan rekan kerja.

Stres akibat hubungan interpersonal dapat berpengaruh kepada harga diri, sehingga menimbulkan perasaan ditolak sebagai pribadi atau tidak bisa bekerja dengan nyaman karena selalu merasa khawatir.

2. Khawatir tentang masa depan karena gaji rendah

Gaji ialah evaluasi langsung terhadap pekerjaan karyawan dan dasar penghidupan seseorang. Gaji rendah dapat menyebabkan kecemasan tentang masa depan, karena kekhawatiran tidak akan mampu mewujudkan kehidupan layaknya.

Namun, ada pula yang merasa tidak puas karena membandingkan gajinya dengan rekan kerja atau orang lain dalam kelompok usia yang sama. Hal ini bisa mengurangi motivasi bekerja secara signifikan.

3. Pikiran dan tubuh lelah karena bekerja berjam-jam

Jam kerja yang panjang serta bekerja di hari libur akan melelahkan pikiran dan tubuh. Awalnya, Anda mampu melewatinya karena bertanggung jawab terhadap pekerjaan, tetapi secara bertahap, kemampuan kognitif Anda akan menurun. Lama-kelamaan, Anda akan kehilangan tujuan bekerja.

Jika terus berada dalam kondisi kelelahan fisik dan mental dalam jangka waktu yang lama, Anda akan mengalami burnout sehingga masalah kesehatan akan meningkat. Ini menjadi salah satu alasan berhenti dari pekerjaan. Baik berhenti bekerja beberapa waktu atau mengambil pekerjaan yang mengutamakan work-life balance, pada kondisi ini, Anda akan memelihara kesejahteraan hidup Anda.

4. Pekerjaan tidak sesuai lagi

Ketidaksesuaian antara job description dengan pekerjaan yang sebenarnya sering menyebabkan seseorang berhenti bekerja. Ia merasa tidak mampu memanfaatkan kekuatan dan kemampuannya sehingga tidak bisa memiliki kinerja yang optimal. Hal ini juga bisa membuat seseorang tidak berkembang, secara keterampilan maupun perjalanan karier.

Next: Kandidat Wajib Pahami Perbedaan Offering Letter dan Perjanjian Kerja

5. Kinerja tidak dihargai

Bila pekerjaan sesuai dengan minat dan keterampilan, sehingga Anda menghasilkan kinerja yang berarti bagi perusahaan, tetapi manajer tidak menghargai upaya atau tidak menilai dengan adil, ini akan membuat Anda tidak puas terhadap pekerjaan.

Sistem evaluasi yang tidak transparan atau sangat dipengaruhi oleh opini subjektif atasan, membuat karyawan kehilangan fokus pada tujuan yang seharusnya. Kalaupun gaji dan/atau jabatan naik, keadaan tersebut akan menggerus motivasi kerja Anda.

6. Tidak sesuai dengan budaya dan nilai perusahaan

Perbedaan signifikan antara budaya dan/atau nilai perusahaan dengan nilai peribadi bisa membuat karyawan bingung atau cemas. Bukan hal buruk jika ingin berhenti kerja karena budaya atau nilai perusahaan tidak sesuai dengan Anda. Namun sebelum mengundurkan diri, sampaikan pendapat dan perspektif Anda dengan manajer agar kedua belah pihak dapat memahami nilai masih-masing.

7. Tidak melihat masa depan karier

Salah satu alasan berhenti dari pekerjaan adalah tidak melihat masa depan kariernya di perusahaan tersebut. Biasanya, ini terjadi karena:

  • Kinerja perusahaan buruk
  • Peran tidak ada peningkatan
  • Industri secara keseluruhan sedang mengalami penurunan

Keadaan di atas membuat karyawan merasa cemas terhadap kariernya. Ia bertanya-tanya apakah dapat mengamankan masa depan dengan tetap bekerja di perusahaan ini atau tidak. Cara pandang ini menguat beberapa tahun terakhir, karena tak sedikit karyawan berpikir bahwa membangun karier adalah tanggung jawab diri sendiri, tidak diserahkan kepada perusahaan.

Pandangan tersebut tidaklah salah, meskipun perusahaan juga berkontribusi terhadap peningkatan karier karyawannya, tetapi itu adalah respons karyawan dalam perubahan zaman. Pada dasarnya, karyawan ingin berkembang dalam meningkatkan keterampilan kerja dan beradaptasi di mana saja.

Apakah Anda akan mengundurkan diri atau masih mempertimbangkannya lagi? Ikuti wawasan karier dari Peoplyee di laman ini.

Share