Motivasi diri dapat berperan penting dalam kesuksesan Anda. Langkah ini dapat membuat Anda tetap fokus saat mencapai tujuan profesional. Dengan kata lain, motivasi diri dapat dipelajari dan dikembangkan dengan berbagai teknik. Untuk lebih jelasnya, mari simak informasi tentang jenis dan faktor serta langkah yang yang tepat untuk memotivasi diri.
Apa Itu Motivasi Diri?
Motivasi diri merupakan kemampuan untuk menginspirasi atau mendorong diri sendiri untuk menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan. Ini berguna ketika Anda bekerja untuk mencapai aspirasi personal atau berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan oleh atasan.
Motivasi diri menjadi kekuatan yang membangkitkan usaha Anda, terutama ketika menghadapi rintangan. Bahkan motivasi dapat memberdayakan Anda untuk terus berusaha meskipun menghadapi kesulitan.
Ada dua jenis motivasi diri:
- Intrinsik: Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri, sehingga mendorong seseorang melakukan sesuatu karena mereka menginginkannya, contohnya melakukan aktivitas yang disukai atau menjalankan tugas menantang yang dapat memberikan rasa kepuasan
- Ekstrinsik: Motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri, seperti objek, hadiah, atau orang lain yang mendorong seseorang untuk mencapai suatu tujuan
Next: Jika Merasa Kewalahan, Ini 7 Alasan Berhenti Dari Pekerjaan
5 Faktor yang Memengaruhi Motivasi Diri
Selain jenis motivasi, ada pula faktor yang memengaruhinya. Jika satu atau kombinasi faktor tersebut menghilang, maka Anda dapat merasa tidak termotivasi. Faktor tersebut ialah:
1. Resilience
Resilience atau ketangguhan adalah kemampuan mengatasi kesulitan dan tetap fokus pada tujuan. Seseorang yang tangguh mungkin mengalami kekecewaan, tetapi tidak membiarkan hal itu menghalanginya untuk terus melangkah.
Misalnya, Anda kesulitan memahami data yang dibutuhkan untuk menulis laporan, tetapi ketahanan Anda dapat menangkal rasa putus asa dan terus berusaha memperoleh data dari rekan kerja hingga manajer.
2. Work ethic
Ini pada sikap seseorang terhadap tanggung jawabnya. Orang yang memiliki motivasi diri cenderung memiliki work ethic atau etos kerja yang kuat.
Motivasi membantu mereka untuk tetap fokus menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi, karena mereka merasa bahwa upaya yang konsisten dapat menghasilkan hasil yang lebih baik bagi diri sendiri.
3. Purpose
Purpose atau tujuan sering kali berisi kombinasi dari motivator intrinsik dan ekstrinsik.
Memahami tujuan Anda melakukan sesuatu itu penting guna memotivasi diri untuk terus melakukannya. Misalnya, Anda menginginkan kenaikan gaji bukan hanya untuk mencapai tujuan finansial, tetapi juga mendapatkan pengakuan atas kinerja yang telah dilakukan.
4. Confidence
Ketika Anda merasa bahwa upaya yang akan dilakukan menciptakan hasil yang diinginkan, maka Anda memiliki kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu secara efektif. Bahkan Anda cenderung ingin terus melakukannya terus menerus.
5. Patience
Orang dengan kesabaran akan memahami bahwa kesuksesan membutuhkan waktu untuk diraih. Mereka cenderung tidak mengharapkan hasil instan, sehingga mereka merencanakan kesuksesan dalam jangka panjang. Perspektif ini dapat memotivasi diri seseorang saat mereka sedang merasa putus asa.
Next: 6 Langkah Mengatasi Stress di Tempat Kerja yang Mengganggu Kehidupan Personal
9 Kiat Memotivasi Diri Sendiri Untuk terus Berkembang
Bila Anda telah memahami jenis dan faktor yang dapat mememengaruhi motivasi diri, Anda perlu mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang masih kuliah atau bekerja, Anda perlu memotivasi diri sendiri untuk terus berkembang secara personal maupun profesional. Berikut ini kiat-kiatnya:
1. Temukan tujuan
Memiliki tujuan memungkinkan Anda melihat nilai dalam pekerjaan dan mempertahankan minat di dalamnya.
Jika Anda merasa kesulitan menemukan tujuan dalam suatu tugas, cobalah melihatnya dari sudut pandang baru dan menganalisis nilainya. Misalnya, menganggap proyek yang tidak menarik di tempat kerja sebagai cara untuk meningkatkan reputasi Anda, menunjukkan bahwa Anda mudah beradaptasi dan mampu menangani semua jenis tugas.
2. Fokus terhadap tujuan
Bagaimana kalau punya banyak tujuan? Mencoba mewujudkan lebih dari dua tujuan hidup sekaligus dapat menyebabkan kelelahan.
Oleh karena itu, Anda perlu berfokus terhadap satu atau dua tujuan yang dapat diwujudkan dalam satu waktu, lalu bagi menjadi langkah kecil. Langkah ini tidak hanya dapat membuat tujuan Anda lebih mudah dikelola, juga memastikan Anda selalu memiliki tujuan yang menarik untuk dicapai.
Misalnya, Anda yang masih bekerja ingin membuka bisnis, maka bagi prosesnya menjadi beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pendanaan, pembangunan, pemasaran, dan penjualan. Setiap langkah yang Anda selesaikan adalah kemenangan yang dapat meningkatkan motivasi diri.
3. Miliki rutinitas
Menjalankan rutinitas dapat menempatkan Anda dalam kondisi pikiran yang tepat untuk menjalani tanggung jawab, termasuk rutinitas sebelum bekerja.
Misalnya, Anda dapat mendengarkan musik yang mendorong energi di pagi hari, sehingga hal itu meningkatkan kepercayaan diri atau bermeditasi selama 15 menit untuk mencapai fokus. Kegiatan seperti itu dapat mempersiapkan Anda secara mental untuk menyelesaikan tugas-tugas yang akan datang.
4. Tinggalkan pekerjaan di kantor
Memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi bukanlah hal mudah bagi kita yang hidup di era tanpa batas seperti ini. Jika jam kerja telah berakhir, usahakan untuk meninggalkannya di kantor atau tidak melanjutkan pekerjaan di rumah.
Memisahkan kehidupan kerja dari kehidupan pribadi dapat meningkatkan semua aspek kehidupan Anda. Jika kondisi tersebut dilakukan secara rutin, maka membuat Anda meminimalkan stres, mengisi ulang energi, hingga lebih menghargai aspek menyenangkan dari pekerjaan dan kehidupan personal.
5. Fokus pada hal positif
Hambatan selalu datang dan pergi, terkadang hal itu membuat Anda ragu apakah mampu mencapai tujuan atau tidak. Untuk mengatasi keraguan itu, Anda dapat fokus pada faktor-faktor positif.
Misalnya, jika dalam enam bulan ini Anda bisa mencapai target, tetapi penilaian akhir, Anda berada di nomor tiga dan tidak mendapatkan bonus, ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah menyelesaikan tugas penting sejauh ini. Menunjukkan pencapaian sendiri dapat mendorong Anda untuk terus maju dan mencapai lebih banyak lagi.
6. Tantangan sebagai peluang
Terkadang, tantangan bukan penghalang, tetapi peluang untuk berinovasi atau melakukan pendekatan baru.
Misalnya, Anda kesulitan menyampaikan suatu ide kepada rekan kerja bisa mencoba metode yang berbeda, seperti menunjukkan ide secara visual atau praktik langsung, akan lebih efektif. Demikian pula, ketika Anda menghadapi tantangan, cobalah untuk menganggapnya sebagai kesempatan untuk mencoba sesuatu yang berbeda.
7. Miliki support system
Memiliki support system yang mengetahui keterampilan dan kompetensi Anda dapat memberikan dukungan pada saat-saat sulit.
Mereka akan mendorong Anda untuk terus melanjutkan hal-hal yang telah Anda rencanakan. Terkadang, mendengar salah satu support system Anda yang percaya pada kemampuan Anda sudah cukup untuk mengembalikan motivasi diri.
8. Bersyukur
Bersyukur berarti mengakui diri sendiri merasa bahagia dengan kehidupan ini. Untuk melihat progres, Anda dapat membuat jurnal dan menuliskan apa yang telah dilakukan dan dicapai.
Catat pula tantangan dan bagaimana mengatasinya, lalu tulis hal-hal yang disyukuri setiap hari. Mengingat hal-hal baik dalam hidup dapat membuat Anda menikmati rasa kesejahteraan yang lebih kuat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi diri.
9. Berikan hadiah pada diri sendiri
Membangun sistem penghargaan untuk diri sendiri dapat menjadi motivator ekstrinsik yang efektif.
Pertimbangkan untuk memberi hadiah kecil tetapi menyenangkan setiap kali Anda membuat kemajuan signifikan dalam suatu tugas, seperti istirahat 30 menit atau secangkir teh atau kopi favorit. Untuk pencapaian penting, Anda dapat memberi diri Anda hadiah yang lebih besar, seperti makan malam bersama keluarga atau menghabiskan malam di rumah sambil menonton acara TV favorit.
Bagi Anda yang sedang “bertarung” dalam pekerjaan, mencari peluang baru, atau menjalankan pekerjaan sekaligus membangun proyek pribadi, tetaplah menjaga optimisme dan standar profesionalisme Anda.
Perjalanan Anda saat ini adalah bukti bahwa Anda tidak hanya bekerja, tetapi juga terus bertumbuh melampaui batas kemampuan diri sendiri. Cek peluang dan wawasan karier di laman ini.


