Mengenal industri telekomunikasi di Indonesia tak lepas dari peran kolonial. Pada era tersebut, sejarah telekomunikasi Indonesia dimulai dengan telegraf pada 1856, yang transformasi menjadi Telkom Indonesia dan kini PT INTI (Persero).
Industri telekomunikasi terus berevolusi dari teknologi analog menuju era digital, satelit, dan internet, dengan fokus utama pada pemenuhan infrastruktur telekomunikasi nasional. Dalam artikel ini, kami akan memberikan informasi mengenal industri telekomunikasi di Indonesia, termasuk gaji karyawan di industri ini.
Mengenal Industri Telekomunikasi di Indonesia
Industri telekomunikasi merujuk pada industri yang menyediakan layanan informasi yang berhubungan dengan penyampaian informasi kepada konsumen.
Di sini terdapat tiga kategori dalam telekomunikasi, yakni:
- Broadcasting yang menyediakan informasi melalui gelombang radio
- Telekomunikasi yang menyediakan gelombang radio dan saluran komunikasi
- Platform digital yang menyediakan ruang daring
Sejak 2025, industri ini–khususnya penyedia layanan internet–dikuasai oleh tiga pemain besar. Mereka adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSMART. Mereka juga memiliki kegiatan usaha dalam fiber optik dan data center.
Next: Perkembangan Industri FMCG di Indonesia: Sejarah, Kinerja, dan Proyeksi Masa Depan
Tiga Kategori Industri Telekomunikasi
1. Broadcasting
Di Indonesia, terdapat bidang broadcasting atau penyiaran dengan bisnis penyiaran televisi dan radio. Perusahaan broadcasting menyediakan siaran menggunakan gelombang radio kepada masyarakat.
Mereka memperoleh biaya operasional dari sponsor atau klien, langganan berbayar, hingga penjualan program ke pihak lain. Pemain di bisnis broadcasting mencakup perusahaan swasta (Masima Radio Network, MNC Group, EMTEK Group, dan MetroTV) hingga lembaga penyiaran publik (RRI dan TVRI).
2. Telekomunikasi
Bidang telekomunikasi ini merujuk pada bisnis penyedia layanan telekomunikasi seperti perusahaan telepon seluler–yang menyediakan gelombang radio dan saluran jaringan–serta memelihara dan mengoperasikan peralatan jaringan.
Dalam hal layanan telekomunikasi juga dibagi dalam tiga kategori. Mereka adalah internet service provider (ISP) yang menyediakan layanan koneksi internet, fixed-line communications seperti jalur serat optik, dan mobile communications seperti telepon seluler dan ponsel pintar.
a. ISP
ISP adalah perusahaan yang menyediakan layanan telekomunikasi dalam konektivitas internet. Mengingat akses internet membutuhkan koneksi internet, maka ISP terhubung dengan internet melalui jaringan komunikasi seperti jalur fiber optik dari stasiun pangkalan mereka, sehingga memungkinkan pelanggan berselancar di dunia digital. Contohnya, Telkomsel, IOH, dan First Media.
b. Fixed-line communications
Ini ialah komunikasi jalur tetap yang merujuk pada jalur komunikasi yang dapat dihubungkan ke lokasi tertentu, seperti rumah dan tempat kerja melalui koneksi kabel atau nirkabel menggunakan tiang utilitas dan saluran listrik. Dalam beberapa tahun terakhir, jalur serat optik–menggunakan fixed-line communications–telah menjadi unggulan perusahaan internet karena menawarkan komunikasi berkecepatan tinggi dan stabil. Misalnya, IndiHome dan MyRepublic menggunakan fiber optik FTTH.
c. Mobile communications
Tidak seperti fixed-line communications, mobile communications memanfaatkan gelombang radio dan membuat sarana komunikasi yang tidak terbatas oleh lokasi dan dapat digunakan kapan saja.
Telepon seluler dan ponsel pintar termasuk dalam kategori ini. Mereka membutuhkan operator telepon seluler yang berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar seperti 5G. Operator seluler besar di Indonesia, yaitu Telkomsel, IOH, dan XLSMART.
3. Platform digital
Bisnis platform digital menyediakan ruang untuk menghubungkan dari individu satu ke yang lain, seperti layanan jejaring sosial dan situs e-commerce. Tak heran jika bisnis ini cukup populer, karena peningkatan iklan di platform karena penggunaan telepon seluler semakin bertambah. Pendapatan bisnis digital bervariasi, tergantung pada layanan yang ditawarkan kepada klien.
Next: Panduan Proses Rekrutmen: 8 Strategi Memiliki Kandidat yang Tepat
Masa Depan Industri Telekomunikasi dan Tenaga Kerjanya
Pasar telekomunikasi terus berkembang
Industri telekomunikasi telah menjadi bagian penting bagi negara. Ia menjadi salah satu infrastruktur yang menopang pertumbuhan bisnis maupun kehidupan sehari-hari.
Bahkan industri ini juga membuka banyak lapangan kerja, mulai dari pekerja lepas, lulusan baru, hingga berpengalaman. Latar belakang pendidikan tenaga kerjanya pun beraneka ragam, dari sekolah menengah atas hingga lulusan perguruan tinggi.
Bagaimana potensi masa depan industri telekomunikasi?
1. Pasar terus berkembang
Pasar telekomunikasi Indonesia diperkirakan bernilai sekitar USD 13,4 miliar pada 2025. Kemungkinan nilai akan bertambah sejak kecanggihan teknologi merambah ke telekomunikasi. Telekomunikasi akan terus berkembang lebih baik, karena teknologi berbasis AI yang akan menjadikannya industri yang menjanjikan di masa depan.
2. Penyebaran layanan 5G dan IoT
5G adalah teknologi komunikasi yang jauh lebih canggih daripada 4G, karena memberikan kecepatan komunikasi 20 kali lebih cepat daripada 4G, latensi komunikasi sangat rendah, dan jumlah maksimum koneksi simultan 10 kali lebih besar. Diharapkan 5G dapat diimplementasikan di berbagai bidang sebagai fondasi teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di masa mendatang. Selain itu, internet of things (IoT) memungkinkan peralatan digital seperti televisi untuk terhubung ke internet, sehingga meningkatkan kenyamanan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tenaga kerja di industri telekomunikasi
Melihat masa depan pasar telekomunikasi berpotensi untuk terus melaju, maka industri ini pun membutuhkan tenaga kerja andal. Perusahaan telekomunikasi tak sekadar merekrut mereka yang berasal dari lulusan telekomunikasi atau IT, tetapi juga kandidat yang mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus selalu meningkatkan kompetensi dari waktu ke waktu.
Berikut ini gaji karyawan IT dan telekomunikasi dari data Peoplyee Salary Guideline 2026:
- Accounting atau finance: junior atau staf Rp7 juta, supervisor Rp12 juta, dan manajer Rp20 juta
- Human resources: junior atau staf Rp6 juta, supervisor Rp11 juta, dan manajer Rp18 juta
- Sales atau marketing: junior atau staf Rp7 juta, supervisor Rp11 juta, dan manajer Rp18 juta
- Software development: junior atau staf Rp8 juta, supervisor Rp13 juta, dan manajer Rp22 juta
- Product manager atau IT project manager: junior atau staf Rp9 juta, supervisor Rp17 juta, dan manajer Rp20 juta
- Cloud atau infrastructure: junior atau staf Rp8 juta, supervisor Rp12 juta, dan manajer Rp22 juta
- Cybersecurity: junior atau staf Rp8 juta, supervisor Rp14 juta, dan manajer Rp20 juta
- Data analytics: junior atau staf Rp7 juta, supervisor Rp20 juta, dan manajer Rp26 juta
Ikuti informasi gaji dari industri lain di laman ini.


