Ringkasan artikel
- Motivasi diri terbagi menjadi intrinsik dan ekstrinsik, yang masing-masing berasal dari dorongan internal maupun faktor eksternal
- Memahami kedua jenis motivasi dapat meningkatkan produktivitas, karena seseorang dapat mengenali faktor yang membuatnya bersemangat dalam bekerja
- Motivasi kerja dapat diperkuat dengan memahami karakteristik pekerjaan dan tujuan karier
Dalam kehidupan profesional, Anda membutuhkan motivasi diri guna menyelesaikan tugas yang berkualitas dan sesuai tenggat waktu. Yang kadang tidak disadari adalah motivasi ada yang bersifat intrinsik atau ekstrinsik.
Apakah harus memakai keduanya atau salah satu saja? Itu tergantung kondisi yang sedang dihadapi dan pendorong yang tengah dibutuhkan. Memahami bagaimana motivasi saat bekerja dapat membantu Anda meningkatkan potensi diri, terutama tentang perbedaan antara aspek internal dan eksternal.
Motivasi Diri: Intrinsik dan Ekstrinsik
Motivasi intrinsik
Motivasi diri ialah kemampuan menginspirasi atau mendorong diri sendiri untuk mencapai tujuan. Upaya tersebut guna mewujudkan rencana pribadi atau menyelesaikan tugas di lingkup profesional.
Motivasi intrinsik terjadi ketika Anda melakukan sesuatu karena alasan yang berasal dari dalam diri sendiri. Tidak ada persyaratan imbalan eksternal untuk tindakan yang Anda lakukan. Misalnya, Anda menjadi sukarelawan untuk menyelamatkan kucing dan anjing tanpa meminta imbalan apa pun, karena Anda merasa senang dan sangat peduli terhadap hewan.
Contoh lain dari motivasi intrinsik:
- Mengerjakan proyek di tempat kerja karena Anda menyukai jenis pekerjaannya
- Mempelajari keterampilan baru karena Anda ingin mencapai pertumbuhan pribadi
- Bermain olahraga karena hal itu mengembalikan energi sehingga Anda merasa kembali termotivasi bekerja
Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah ketika Anda melakukan sesuatu untuk mendapatkan imbalan eksternal atau menghindari hukuman. Misalnya, jika Anda bekerja hanya untuk mendapatkan gaji, uang adalah faktor ekstrinsik yang memotivasi untuk bekerja.
Contoh motivasi ekstrinsik:
- Mengerjakan proyek di tempat kerja karena hal itu dapat mengarah pada promosi atau kenaikan gaji
- Menjadi sukarelawan karena menawarkan kesempatan untuk membangun jaringan profesional
- Mempelajari keterampilan baru karena perusahaan Anda mewajibkannya
Motivasi intrinsik dan ekstrinsik terkadang bekerja bersama, yang dapat menjelaskan beberapa tindakan dan perilaku manusia. Misalnya, Anda pergi bekerja karena menikmati pekerjaan dan gaji yang diperoleh membantu Anda menghidupi keluarga.
Alasan kedua motivasi ini penting
Memahami kedua jenis motivasi ini sangat penting, keberadaannya memengaruhi produktivitas di tempat kerja. Idealnya, perusahaan mengetahui hal tersebut untuk memahami cara memotivasi karyawan mereka.
Begitu pula karyawan, memahami motivasi tersebut dapat mengasah keterampilan dan meningkatkan kinerja secara efektif. Dengan demikian, Anda juga dapat mewujudkan aspirasi karier atau rencana masa depan.
Sekilas, motivasi ekstrinsik lebih terlihat nyata, tetapi motivasi intrinsik memberikan kepuasan, kebahagiaan, dan pertumbuhan pribadi. Biasanya, kedua motivasi ini hadir bersamaan saat bekerja dan saling memengaruhi. Terlalu banyak atau terlalu sedikit dari salah satu faktor tersebut dapat berdampak negatif pada produktivitas.
Next: 4 Peraturan Ketenagakerjaan yang Harus Dipahami Karyawan Baru
Peoplyee Insight
Motivasi kerja tidak selalu berasal dari gaji atau penghargaan. Kepuasan terhadap pekerjaan, kesempatan berkembang, kebebasan mengambil keputusan, hingga dampak pekerjaan juga menjadi pendorong yang membuat Anda lebih produktif. Oleh arena itu, sebelum memilih pekerjaan, sebaiknya Anda tidak hanya mempertimbangkan keuntungan eksternal, tetapi juga memastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan minat, kebutuhan, dan tujuan kariernya.
Sejak 2013, Peoplyee telah membangun database yang berisi lebih dari 500.000 profesional dari berbagai latar belakang, pengalaman, dan keterampilan. Dengan akses terhadap kandidat yang luas, kami menghadirkan peluang bagi profesional untuk mengembangkan karier sesuai kebutuhan industri. Temukan peluang kerja yang sesuai dengan profil dan tujuan karier Anda bersama Peoplyee.
Next: 101 Masa Probation Bagi Karyawan Baru
Menggunakan Motivasi Intrinsik Dan Ekstrinsik Untuk Meningkatkan Produktivitas
Motivasi intrinsik
Memanfaatkan motivasi ekstrinsik dengan benar itu sulit, karena setiap orang memiliki hal berbeda dalam memotivasi diri.
Pada pertengahan 1970-an, sekelompok peneliti berfokus merancang ulang pekerjaan dan mengembangkan model karakteristik pekerjaan, yaitu skill variety, task identity, task significance, autonomy, dan feedback.
Skill variety
Ini adalah tingkat di mana suatu pekerjaan membutuhkan berbagai tugas yang berbeda, dibandingkan dengan satu tugas yang diulang-ulang terus menerus.
Task identity
Ini merujuk pada sejauh mana karyawan dapat melihat dan mengidentifikasi hasil akhir. Misalnya, apakah Anda dapat melihat bagaimana tugas yang dilakukan berkontribusi pada penjualan produk secara langsung atau tidak.
Task significance
Task significance mirip dengan task identity, tetapi ia lebih mengacu pada dampak yang ditimbulkan. Ini melihat sejauh mana Anda dapat melihat bagaimana pekerjaan memengaruhi kehidupan orang lain.
Autonomy
Ini ialah tingkat kebebasan karyawan untuk menentukan apa yang akan dikerjakan dan juga bagaimana mengerjakannya.
Feedback
Feedback merupakan pengetahuan karyawan tentang hasilnya, baik dari menerima umpan balik dari manajer atau mereka mampu melacak kemajuan mereka sendiri.
Dalam memilih pekerjaan, jika Anda tidak melihat motivasi ekstrinsik dari perusahaan pertimbangkan motivasi intrinsiknya. Anda bisa mempertimbangkan model tersebut dalam bentuk pertanyaan:
- Apakah Anda memiliki otonomi yang lebih besar dalam pengambilan keputusan?
- Apakah Anda dapat menerapkan sistem untuk meningkatkan umpan balik?
- Apakah Anda bisa meningkatkan variasi tugas yang dikerjakan?
- Apa matriks penilaian kerja dan bagaimana menerapkannya?
- Bagaimana memastikan bahwa pekerjaan Anda berdampak positif bagi orang lain?
Motivasi ekstrinsik
Bila Anda memiliki rencana karier jangka panjang, tak ada salahnya untuk memetakan langkah yang bisa dicapai sekaligus motivasi yang diperlukan. Di bawah ini terdapat referensi menggunakan motivadi diri dari sisi intrinsik dan ekstrinsik.
Lebih dari 50 tahun yang lalu, psikolog Victor Vroom mengembangkan teori harapan untuk menjelaskan bagaimana motivasi ekstrinsik bekerja dan apakah rencana Anda berjalan dengan baik atau tidak.
Vroom mengatakan motivasi ekstrinsik memiliki tiga elemen, yaitu expectancy, instrumentality, dan valence. Istilah itu terdengar akademis dan ketinggalan zaman. Penjelasannya, agar sebuah penghargaan dapat berhasil, karyawan harus, pertama, memercayai bahwa peningkatan upaya akan menghasilkan peningkatan kinerja (expectancy).
Kedua, karyawan harus percaya peningkatan kinerja akan diperhatikan dan diberi penghargaan (instrumentality). Dan, ketiga, karyawan harus benar-benar menginginkan penghargaan yang dijanjikan (valence).
Next: 3 Implementasi Bonus Tahunan yang perlu Diketahui Karyawan
Di dalam ekonomi kerja berbasis pengetahuan, tidak semudah mengatakan, “Kerja keras sama dengan produktivitas lebih tinggi.” Jika pekerjaan Anda sangat saling bergantung dan orang lain juga tidak meningkatkan upaya mereka, maka kinerja Anda akan tetap sama.
Demikian pula karyawan, sebagian dari mereka tidak percaya bahwa peningkatan kinerja akan diperhatikan oleh atasan. Dan jika pun diperhatikan, kapan? Saat penilaian kinerja tahunan atau setiap hari?
Memang, semua karyawan akan senang jika peningkatan kinerja mereka diiringi oleh kenaikan gaji, tetapi itu tidak selalu demikian. Tidak semua penghargaan yang diberikan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan karyawan.
Untuk memperoleh wawasan tentang karier, cek laman ini.


