Blog
General Information·

Job Search Burnout: Tanda dan Penyebabnya yang Wajib Diperhatikan

Anda pernah mengalami job search burnout? Jika iya, ada kemungkinan Anda mengalami stress dalam pencarian kerja. Bagaimana mengatasi hal ini?
Peoplyee job search burnout 01

Anda pernah mengalami job search burnout? Padahal setiap hari sudah mencari pekerjaan yang cocok dengan keterampilan dan mengirimkan lamaran pekerjaan, tetapi hasilnya masih nihil. Sampai suatu titik, Anda mereka lelah. Anda tidak ingin melakukan apa pun.

Jika pernah melalui hal tersebut, ada kemungkinan Anda mengalami stress dalam pencarian kerja. Bila terjadi berkepanjangan dan tak ada penanganan, maka burnout akan menghampiri hidup Anda. Bagaimana mengatasi hal ini?

Apa itu Job Search Burnout?

Mencari pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan, pengalaman, dan nilai hidup kita tidaklah mudah. Proses ini menyita seluruh waktu, bahkan membuat kita merasa kelelahan.

Bagaimana tak lelah, jika kita duduk berjam-jam mencari lowongan kerja (loker) di berbagai platform? Setelah itu, kita harus:

  • Membaca job description secara saksama
  • Meriset tentang perusahaan
  • Mengubah CV untuk kepentingan peran yang dilamar
  • Melengkapi dokumen yang dibutuhkan oleh applicant tracking system (ATS)
  • Mengirimkan dokumen lamaran

Proses tersebut baru mencari dan mengirimkan lamaran saja, belum menunggu hasilnya. Menunggu email atau chat konfirmasi untuk menghadiri wawancara kerja pun bisa membuat cemas.

Bayangkan jika hal tersebut terjadi berulang kali, tetapi tidak ada jawaban dari perekrut. Anda pernah mengalaminya, kan? Melelahkan? Sangat dan terkadang, ada rasa ingin menyerah.

Ini disebut job search burnout atau kelelahan atau kejenuhan dalam mencari pekerjaan. Kondisi tersebut kerap dialami oleh pencari kerja.

Survei Insight Global menunjukkan sebesar 55% pencari kerja benar-benar kelelahan karena menjalani proses lamaran yang panjang dan bertele-tele.

Ini menggarisbawahi bahwa memiliki dukungan dan orang-orang yang tepat sangat penting untuk mengurangi potensi kelelahan. Jika Anda mendapatkan dukungan dari orang terdekat dalam hal ini, maka bukan tak mungkin Anda akan mencapai tujuan terlepas dari waktu pencarian.

Next: Alasan Seseorang Burnout Saat Mencari Kerja

Perhatikan Tanda-tanda Job Search Burnout Ini

Burnout dalam pencarian kerja dapat muncul dalam berbagai cara, tetapi kelelahan mental dan penurunan motivasi adalah tanda-tanda utama bagi kebanyakan orang. Meski demikian, tanda pada satu orang dengan orang lain bisa berbeda.

Dalam laporan LiveCareer bertajuk Job Search Frustration 2025, menunjukkan bahwa kandidat menghadapi serangkaian rintangan dalam proses lamaran pekerjaan. Kondisi itu memicu frustrasi dalam pencarian kerja. Mereka sering merasa bahwa CV dan usaha mereka lenyap begitu saja. Hasil lain laporan tersebut ialah:

  • 57% responden menghentikan proses pengajuan aplikasi di tengah jalan karena persyaratan yang terlalu rumit atau memakan waktu
  • 41% responden percaya bahwa kurang dari seperempat lamaran pekerjaan mereka pernah dilihat oleh orang sungguhan

Kondisi pencari kerja yang stress, frustrasi, atau lelah secara mental bisa menjadi tanda bahwa ia mengalami job search burnout. Tanda ini bisa terlihat dengan jelas, seperti keluhan atau badan terlihat lesu, tetapi ada pula tanda yang tak terlihat atau tidak disadari, yaitu:

  • Merasa putus asa
  • Lelah melamar pekerjaan
  • Membatasi usaha pengiriman aplikasi
  • Enggan mengakses platform pencarian kerja
  • Kepala pening atau menegang
  • Kesulitan tidur pada malam hari

Mengenali tanda-tanda ini sangat penting dalam perjalanan Anda menemukan peluang baru. Dengan demikian, Anda dapat mengambil langkah proaktif untuk mengatasi burnout, sehingga Anda dapat menjaga kesehatan fisik dan mental serta mengubah strategi pencarian kerja.

Next: Polyworking: Solusi dan Tantangan Mencari Pekerjaan di Masa Depan

5 Penyebab Burnout dalam Pencarian Kerja

Apa yang menyebabkan job search burnout muncul pada pencari kerja? Mari menggali informasi di bawah ini agar Anda mengetahui penyebabnya.

1. Proses berulang

Biasanya, hal ini terjadi karena proses lamaran kerja yang berulang. Mulai dari menyesuaikan CV, menulis cover letter (surat lamaran), dan/atau mengisi formulir aplikasi daring–jika perusahaan menggunakan platform aplikasi pekerjaan tersendiri–menjadi proses membosankan serta melelahkan secara fisik dan mental.

2. Ketidakpastian penerimaan lamaran

Kondisi Anda akan meningkatkan stres secara signifikan ketika berada dalam ketidakpastian. Tak ada kepastian, perekrut akan menghubungi Anda atau tidak. Tak ada hal pasti pula, lamaran kerja Anda diterima atau ditolak oleh perusahaan.

3. Waktu tunggu tak menentu

Durasi menunggu setelah mengirimkan lamaran atau menghadiri wawancara juga tidak pasti. Lamaran pekerjaan yang terlalu memakan waktu dan rumit telah menjadi hal biasa bagi pencari kerja.

Ada kandidat yang mengalami beberapa kali penolakan, ada juga yang tidak menerima tanggapan selanjutnya setelah wawancara tahap awal. Dampaknya, pencari kerja merasa kurang percaya diri terhadap kemampuan dan pengalaman kerjanya.

4. Tekanan orang terdekat

Tekanan orang terdekat dan/atau masyarakat untuk segera mendapatkan pekerjaan, terutama bagi Anda yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi dapat menambah kompleksitas masalah. Bayangkan, bila Anda adalah fresh graduate, lulusan terbaik, menghadapi ketidakstabilan keuangan, dan mendapat tekanan dari orang-orang untuk segera memperoleh pekerjaan, level stres Anda akan meningkat.

5. Teknologi mengisolasi interaksi

Teknologi portal serta platform pencarian kerja dapat menambah isolasi proses rekrutmen, karena minim atau tidak ada interaksi, koneksi, dan umpan balik antarmanusia. Banyak kandidat meninggalkan peluang yang menuntut terlalu banyak dalam job description. Situasi ini semakin memperkuat kebutuhan seseorang terhadap dukungan profesional.

Dengan mengidentifikasi penyebab burnout sedini mungkin, Anda dapat mengubah metode pencarian kerja sehingga meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Dapatkan informasi tentang dunia kerja di laman ini.

Share