Blog
General Information·

7 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Tidak Mampu Menyelesaikan Pekerjaan

Pernahkah Anda merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan? Jika pernah, ada kemungkinan Anda mengalami kelelahan atau stres kerja. Simak cara mengatasinya.
Peoplyee tidak mampu menyelesaikan pekerjaan

Pernahkah Anda merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan? Jika pernah, maka ada kemungkinan Anda sedang mengalami kelelahan, stres kerja, dan/atau komunikasi dengan rekan setim mengalami masalah?

Wajarkah hal ini? Apakah ini tanda seseorang tidak berdaya? Apa yang harus dilakukan? Mari kita simak ulasan di bawah ini.

6 Alasan Anda Merasa Tidak Mampu Menyelesaikan Pekerjaan

Perasaan tidak kompeten atau tidak mampu menyelesaikan pekerjaan bukan hanya disebabkan oleh kurang kemampuan seseorang. Penyebabnya bisa dari berbagai faktor dan kompleks, yaitu:

1. Kurang memiliki keterampilan dan pengalaman

Salah satu alasan mengapa orang merasa tidak mampu melakukan pekerjaan, karena ia kurang memiliki keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk mengikuti perkembangan pekerjaan tersebut. Ini wajar, terlebih jika Anda baru saja lulus dari universitas atau tempat kerja baru.

Sebagai Si Anak Baru, ada terlalu banyak hal yang perlu dipelajari, seperti budaya kerja baru, cara menggunakan alat, dan kebiasaan khusus industri. Terkadang, hal ini membuat Anda sering merasa tidak mampu mengikuti pekerjaan. Namun, ini bukan soal kemampuan tetapi hanya kurang masukan dan latihan.

2. Memaksakan diri dengan berusaha mencapai kesempurnaan

Perfeksionisme terkadang dapat menyebabkan penderitaan. Anda tidak membiarkan diri gagal, tidak boleh membuat kesalahan, dan harus mencapai skor sempurna membuat diri sendiri tertekan, lalu lelah dan berujung burnout.

Akibatnya, Anda menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu tugas atau menjadi “lumpuh” karena takut gagal. Padahal keinginan mencapai kesempurnaan secara terus-menerus dapat menurunkan produktivitas kerja.

3. Stres dengan lingkungan kerja

Performa individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Contohnya, sulit menunjukkan potensi penuh saat memiliki atasan yang otoriter, komunikasi dengan rekan kerja tidak lancar, atau senioritas di kantor membuat seseorang tidak nyaman untuk mengajukan pertanyaan. Hal tersebut dapat membuat stres interpersonal sehingga mengganggu konsentrasi dan menguras energi mental.

4. Alur kerja tidak berjalan dengan baik

Pekerjaan bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan sendirian. Kegiatan ini membutuhkan kolaborasi dengan orang lain. Jika alur kerja, seperti pelaporan, konsultasi, dan komunikasi tidak dilakukan dengan benar, maka itu akan mengganggu pekerjaan.

Misalnya, pekerjaan di mana karyawan bisa mengambil keputusan sendiri tetapi harus diputuskan oleh manajer yang sibuk atau atasan yang sibuk untuk dimintai bantuan sehingga menyebabkan pengerjaan ulang dan masalah di kemudian hari. Keadaan tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman, yang mengakibatkan instruksi tidak dipahami atau harapan tidak terpenuhi.

5. Kelelahan fisik dan mental

Ketika pikiran dan tubuh mengalami kelelahan, karena jam kerja yang panjang atau masalah pribadi, kinerja Anda akan menurun secara signifikan. Terlebih Anda kurang istirahat malam dan makan tidak teratur, sehingga membuat konsentrasi, kemampuan berpikir, dan daya ingat menurun. Ini bukan masalah motivasi, tetapi kelelahan secara fisik dan mental.

6. Pekerjaan tidak sejalan dengan nilai

Penyebab Anda merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan, karena pekerjaan saat ini tidak sejalan dengan nilai hidup atau bidang keahlian Anda. Akibatnya, kinerja Anda kemungkinan akan menurun dan lebih cenderung merasa tidak pandai dalam pekerjaan.

Next: Informasi tentang Gaji Tahunan yang Perlu Diketahui Karyawan

Terkadang, Seseorang Merasa Kinerjanya Menurun. Apa yang Harus Dilakukan?

Pada momen tertentu, Anda merasa kinerja menurun secara signifikan. Kondisi tersebut membuat Anda tidak bisa melakukan pekerjaan apa pun dengan baik.

Anda pun merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang menjadi bidang Anda selama ini. Memang, hal ini kerap terjadi pada diri seseorang sehingga membuatnya tidak produktif.

Biasanya, situasi ini terjadi ketika:

  • Anda merasa satu-satunya orang yang tidak mencapai hasil dan pekerjaan tidak diakui oleh atasan
  • Anda merasa beban kerja terlalu banyak dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir
  • Anda melakukan kesalahan yang sama berulang kali sehingga membenci diri sendiri
  • Anda memiliki terlalu banyak hal yang harus dilakukan dan tidak tahu apa yang harus diprioritaskan

Bila Anda sedang merasakan hal demikian, Anda tidak sendiri. Di luar sana, ada orang-orang seperti Anda yang menghadapi tantangan serupa dan merasa kesulitan.

Alih-alih membantu diri untuk berpikir jernih dan mendapatkan perspektif lain tentang masalah yang sedang dihadapi, Anda justru menyalahkan diri sendiri. STOP.

Apa yang harus dilakukan?

1. Sadar semua yang terjadi

Sebisa mungkin Anda tidak menyalahkan diri sendiri, karena merasa tidak mampu melakukan pekerjaanmu atau merasa pekerjaan itu terlalu sulit, meski hal ini sering terjadi.

Ketidakmampuan ini muncul bisa dari rasa tanggung jawab Anda terhadap pekerjaan, sehingga sadari dan rasakan semua hal yang terjadi. Mengakui emosi yang hadir dan pelan-pelan mulai mengevaluasi diri sendiri.

2. Terima kekhawatiran

Ini bukan soal manja atau tidak. Hal ini hal wajar, karena terkadang seseorang merasa khawatir kenapa dirinya malas sehingga tidak bisa menyelesaikan tugas. Kekhawatiran ini sama sekali bukan tanda kelemahan atau kemalasan.

Setiap orang dewasa yang bekerja mungkin pernah mengalami keraguan tentang kemampuan mereka atau menghadapi hambatan di tempat kerja pada saat tertentu. Penting untuk menerima kekhawatiran, karena ini tanda dari dalam diri Anda.

3. Identifikasi penyebab

Mengidentifikasi penyebab ketidakmampuan ini memungkinkan Anda untuk mengambil langkah pertama menuju tindakan penanggulangan yang tepat. Jika Anda membutuhkan bantuan orang lain, segera lakukan. Misalnya, bercerita dengan orang terdekat, berkonsultasi dengan psikolog atau life coach, atau memperbaiki komunikasi dengan rekan kerja.

4. Uraikan tugas menjadi langkah kecil

Uraikan seluruh tugas Anda menjadi beberapa langkah untuk melacak progres, melakukan penyesuaian, serta mencapai kemajuan kerja. Misalnya, membuat formulir checklist yang berisi tugas harian Anda, catat jika ada masalah dan cara penyelesaiannya. Dengan langkah ini, Anda akan mengumpulkan kepercayaan diri serta kepingan pengalaman menuju kesuksesan.

5. Rehat sejenak

Jika Anda merasa lelah, rehat sejenak. Ketika Anda sedang merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tetapi terus bekerja, maka itu akan menyebabkan lebih banyak kesalahan, sehingga apa yang telah dilakukan tidak efektif.

Istirahat bukan berarti bermalas-malasan, melainkan sebagai bagian penting dari pekerjaan Anda untuk mencapai puncak kinerja.

Misalnya, keluar ruangan dan berjalan ke arah taman, fokus menikmati makan siang, atau mengambil cuti. Menyisihkan beberapa menit setiap hari untuk tidak melakukan apa pun penting bagi kesejahteraan Anda. Saat seseorang berjarak dengan masalahnya, ia cenderung lebih fokus pada solusi, bukan pada masalah itu sendiri.

6. Rayakan keberhasilan

Melihat pencapaian orang lain, terkadang tidak membuat kita termotivasi tetapi sibuk membandingkan diri yang berakhir kekecewaan. Bahkan tak jarang berpikir, kita tidak mampu melakukan pekerjaan harian dengan baik.

Jika Anda ingin membandingkan, bandingkanlah diri Anda di lima atau 10 tahun lalu, bukan dengan orang lain.

Temukan sesuatu yang telah Anda tingkatkan sejak kemarin, sesuatu yang baru yang telah Anda pelajari, dan rayakan keberhasilan tersebut. Ini tak harus merayakan keberhasilan besar, tetapi keberhasilan mengurai tugas kecil sehingga tercapai target Anda.

7. Ruang bertumbuh

Di balik perasaan tidak mampu, khawatir, atau cemas, terdapat keinginan kuat untuk bertumbuh. Ketika seseorang merasa terpuruk, ada kemungkinan ia terdorong untuk bangkit dengan energi positif. Ia akan mencari pertolongan serta melakukan usaha terbaiknya. Ia berfokus mengatasi masalah satu per satu.

Next: 5 Kiat Menghadapi Manajer yang Terlalu Mengontrol Tim

Bagaimana Jika Anda Tetap Tidak Mampu Menyelesaikan Pekerjaan?

Jika semua hal telah Anda lakukan dan tidak ada perbaikan, maka lebih baik untuk mengubah lingkungan kerja. Dengan kata lain, Anda mengundurkan diri daripada terus berjuang di pekerjaan saat ini.

Menjalankan pekerjaan yang sulit–karena beragam faktor di atas secara terus-menerus–dapat menyebabkan stagnasi dalam pekerjaan dan evaluasi kinerja Anda. Tentu, ini berdampak pada kemajuan karier.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengeksplorasi peluang baru yang tepat bagi kesejahteraan serta keselarasan nilai personal Anda.

Dengan berganti pekerjaan, Anda dapat melepaskan diri dari kehidupan yang selalu menyalahkan diri sendiri. Tempat yang tepat memungkinkan Anda menampilkan versi terbaik dari diri sendiri, sehingga mendapatkan kembali kepercayaan diri dan rasa kepuasan kerja.

Share