Blog
Career Development·

4 Langkah Menjalankan Growth Mindset demi Peningkatan Karier

Memiliki keterampilan teknis saja tidak cukup untuk bertahan di dunia profesional saat ini. Kita juga memerlukan growth mindset sebagai pola pikir yang adaptif untuk menghadapi ketidakpastian situasi politik dan ekonomi.
Peoplyee growth mindset

Memiliki keterampilan teknis saja tidak cukup untuk bertahan di dunia profesional saat ini. Kita juga memerlukan growth mindset sebagai pola pikir yang adaptif untuk menghadapi ketidakpastian situasi politik dan ekonomi. Bahkan tak sedikit angkatan kerja terkini mengadopsi pola pikir tersebut.

Berdasarkan hasil riset Flexa, platform untuk mencari pekerjaan fleksibel, pada Agustus lalu menunjukkan bahwa 52% pencari kerja Gen Z memprioritaskan posisi yang mendorong growth mindset.

Mengapa Growth Mindset Penting untuk Peningkatan Karier?

Growth mindset dipopulerkan oleh psikolog Stanford University Carol Dweck yang telah meneliti tentang pertumbuhan pola pikir selama puluhan tahun. Ini keyakinan mendasar bahwa kemampuan, kecerdasan, dan bakat bukan bersifat tetap (fixed) melainkan atribut yang dapat dikembangkan melalui usaha dan upaya terus menerus serta pembelajaran dari pengalaman.

Seseorang dengan growth mindset melihat tantangan bukan sebagai penghalang yang membatasi, melainkan sebagai peluang untuk mengasah keterampilan baru. Jika ia gagal, ia memandang hal itu sebagai pengalaman berharga, bukan sebagai penentu dirinya atau akhir dari segalanya.

Masih berdasarkan Flexa, data menunjukkan sebesar 68% Gen Z lebih memprioritaskan peluang pengembangan diri, seperti les bahasa, mentoring, dan cuti belajar ketika mencari pekerjaan baru dibandingkan generasi lainnya. Hanya 31% Milenial, Gen X, dan Baby Boomer yang memprioritaskan pekerjaan yang menawarkan peluang pengembangan diri.

Bahkan Flexa mencatat peningkatan sebesar 240% dalam jumlah pencarian kerja untuk peran yang menawarkan manfaat learning and development (L&D) sejak awal tahun. Sejak Januari, 64% lowongan pekerjaan menyoroti manfaat inisiatif L&D.

Hal tersebut menunjukkan bahwa banyak pencari kerja ingin mengembangkan diri sekaligus keterampilan guna menunjang karier masa depan. Keinginan itu tidak datang secara tiba-tiba, tetapi dari pola pikir yang siap menghadapi perubahan industri.

Next: 4 Strategi Memiliki Growth Mindset dalam Pencairan Kerja

4 Langkah Praktis Menjalankan Growth Mindset demi Peningkatan Karier

Proses menerapkan growth mindset bukanlah tindakan instan, melainkan serangkaian kebiasaan yang perlu dilatih. Bagi Anda yang ingin meningkatkan karier, berikut ini langkah yang bisa dijadikan referensi:

1. Manfaatkan kesempatan L&D

Salah satu cara perusahaan untuk menumbuhkan pola pikir berkembang di tempat kerja adalah menyediakan kesempatan untuk belajar dan berkembang melalui program L&D. Misalnya, program pelatihan, menghadiri konferensi atau lokakarya, serta menyediakan akses ke pelatihan daring. Sebagai karyawan, Anda perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan personal dan profesional. Program L&D dapat mendorong Anda untuk terus belajar.

2. Belajar dari kesalahan

Setiap orang pernah melakukan kesalahan atau menghadapi kegagalan di tempat kerja. Awalnya, hal itu terasa menyakitkan, tetapi dari situasi tak nyaman tersebut, Anda memiliki kesempatan untuk belajar menghargai proses dan berani mengambil risiko agar keterampilan dan pengetahuan semakin terasah.

Di proses ini, Anda dapat mengadopsi growth mindset sekaligus serta berupaya terus melakukan perbaikan dalam melakukan tugas sehari-hari. Termasuk, siap menghadapi tantangan serta menyelesaikan masalah dan tak segan meminta umpan balik dari atasan tentang penyelesaian yang akan Anda lakukan. Misalnya, mengimplementasikan pola pikir ini di dalam rapat, merespons ide rekan kerja, berkomunikasi efektif saat membahas suatu proyek, menawarkan diri untuk berkolaborasi, atau bersedia membuat kegiatan kantor sebagai upaya employee engagement.

3. Berada di zona tak nyaman

Anda perlu berada di zona yang membuat diri sendiri tidak nyaman. Tujuannya, bukan untuk menurunkan kualitas kerja, tetapi meningkatkan pengetahuan dan pengalaman Anda. Jika kerap menghadapi tugas yang menantang, Anda perlu mempelajari dan menguasai alat yang mendukung penyelesaian, meminta saran kepada senior tentang cara bekerja yang efisien ketika menghadapi tugas sulit, atau bertanya kepada rekan kerja berpengalaman mengenai cara mengoperasikan tools digital baru. Alhasil, upaya tersebut membantu Anda menjadi ahli di bidangnya, sehingga bisa mengembangkan karier.

Next: Buat yang Ingin Menjadi HR, Kenali 7 Tugas HRD Ini

4. Merayakan kemajuan

Mengakui dan merayakan kemajuan merupakan aspek penting untuk menumbuhkan pola pikir berkembang di tempat kerja. Misalnya, merayakan ketika Anda mencapai target, menghadiahi diri sendiri–dengan membeli es kopi–saat atasan memberikan pujian atas hasil pekerjaan Anda, atau memberikan ucapan selamat kepada rekan kerja yang berhasil mengotomatiskan sistem administrasi internal. Langkah ini akan memotivasi Anda untuk terus tumbuh dan berkembang.

Memupuk growth mindset di tempat kerja dapat bermanfaat bagi masa depan Anda, karena ini menjadi strategi karier yang fundamental untuk mengelola tantangan, situasi tak menyenangkan, dan kegagalan sebagai bahan bakar untuk lompatan karier berikutnya.

Dengan mengubah cara merespons ketidakpastian, Anda membuka potensi diri yang tak terbatas. Latihlah diri Anda memiliki pola pikir yang berkembang, karena peningkatan karier harus diupayakan dari hal-hal kecil secara konsisten.

Cek laman ini untuk mengetahui informasi tentang tip wawancara kerja sekaligus menemukan peluang baru.


Share