Blog
Career Development·

Profesionalisme: Definisi dan Implementasi di Dunia Kerja

Apa itu profesionalisme? Apakah sikap ini hanya dimiliki oleh karyawan? Tidak, karena fresh graduate dan first jobber pun harus mengetahui dan menjalankan proferionalisme.
Apa itu profesionalisme Peoplyee

Apa itu profesionalisme? Apakah sikap ini hanya dimiliki oleh karyawan? Apa profesionalisme sekadar berpakaian rapi dan datang tepat waktu ke kantor? Memang, istilah profesionalisme kerap didengungkan di area perkantoran, baik ketika membahas evaluasi kinerja, wawancara kerja, atau percakapan sehari-hari, karena sikap ini menggambarkan keseriusan seseorang dalam bekerja.

Di dunia kerja, satu orang dengan yang lain mengharapkan memiliki tindak tanduk ini. Jika salah satu dari mereka tidak menjalankan profesionalisme akan menimbulkan friksi yang berpengaruh kepada kegiatan bisnis.

Apa Itu Profesionalisme?

Profesionalisme merupakan perilaku dan karakteristik seseorang untuk bersikap hormat, bekerja keras, berintegritas, dan dapat diandalkan. Di dalam lingkungan kerja, seseorang dengan sikap ini menunjukkan bahwa ia dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Ia juga berkomitmen tak sekadar melakukan, juga bagaimana melaksanakannya selaras dengan nilai organisasi.

Bila perusahaan dan karyawan semua level mempunyai sikap profesional, maka hal ini berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang bisnis. Adapun efek dari profesionalisme yaitu:

1. Tunjukkan rasa hormat

Ketika profesionalisme dihargai dalam budaya organisasi, mayoritas karyawan akan berperilaku serupa. Lingkungan profesional membangun rasa hormat tidak hanya kepada pemimpin tertinggi, juga kepada klien dan rekan kerja. Profesionalisme juga menghindari percakapan yang tidak pantas atau yang dapat dianggap tidak sopan.

2. Bangun reputasi bisnis

Perusahaan yang membangun reputasi positif kuat dan menerapkan profesionalisme akan bertahan lama. Hal ini tercermin saat karyawan menampilkan diri, berinteraksi, dan berhubungan dengan pemangku kepentingan. Jika pelanggan harus memilih salah satu produk atau layanan tertentu, mereka cenderung memilih jenama dengan reputasi positif dibandingkan dengan jenama bermasalah.

3. Minimalkan konflik

Profesionalisme menumbuhkan budaya saling menghormati, di mana semua orang harus menangani konflik dengan cara yang tepat. Karyawan yang berperilaku profesional memahami batasan dengan lebih jelas dan menyelesaikan masalah kecil dengan pendekatan efisien dan penuh hormat. Perilaku ini juga membantu mereka untuk tidak menyinggung klien ketika mereka memiliki perspektif berbeda, baik tentang budaya atau latar belakang pendidikan.

Next: 12 Panduan Hari Pertama Kerja Bagi Karyawan Baru

5 Implementasi Profesionalisme di Dunia Kerja

Bagi pencari kerja maupun fresh graduate, profesionalisme menjadi salah satu kunci untuk membangun kesuksesan karier. Ini juga dapat Anda gunakan untuk membuat reputasi yang kuat di dunia kerja. Bagaimana implementasi profesionalisme di tempat kerja?

1. Lebih dari penampilan fisik

Tak sedikit yang beranggapan bahwa profesionalisme berkaitan dengan penampilan fisik. Hal itu tak dapat dipungkiri, karena berpakaian rapi dan menjaga kebersihan adalah bagian dari kesan pertama yang kita berikan kepada orang lain. Namun, esensi profesionalisme jauh melampaui itu, sebab ini juga menyinggung tentang etika kerja. Contoh implementasinya:

  • Tepat waktu: menghargai waktu diri sendiri maupun orang lain, seperti datang tepat waktu ke kantor, mengikuti rapat sesuai jadwal, dan menepati tenggat waktu yang ditetapkan
  • Bertanggung jawab: mengambil kepemilikan penuh atas pekerjaan dan hasil yang diberikan, juga mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat tanpa mencari kambing hitam
  • Dapat diandalkan: seseorang yang dapat diandalkan akan berkomitmen melakukan suatu tugas atau pekerjaan hingga selesai sesuai tujuan, sehingga ia mendapatkan kepercayaan dari atasan dan rekan kerja

2. Menghargai orang lain

Membuat orang lain merasa dihargai dan diperlakukan dengan hormat sangat penting bagi individu di tempat kerja. Misalnya, menghindari interaksi yang tidak menyenangkan seperti mencemooh atau membentak orang lain dan tetap tenang dan formal menghadapi perbedaan pendapat.

3. Etika kerja

Profesionalisme tercermin ketika seseorang mengimplementasikan etika kerja saat berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, dan klien. Misalnya, memiliki keterampilan berkomunikasi dengan jelas dan sopan dalam menyampaikan ide, bersikap positif dan konstruktif dalam mencari solusi, atau menghormati setiap individu di tempat kerja tanpa memandang jabatan.

4. Integritas

Inti dari profesionalisme adalah integritas yang mengarah pada kualitas kerja. Integritas merujuk kepada kejujuran, etika kerja, dan berpegang teguh terhadap prinsip terutama dalam situasi yang menantang. Dengan demikian, ia dapat menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi secara konsisten. Seorang profesional tidak akan puas dengan hasil yang “cukup baik,” ia selalu berupaya yang terbaik.

5. Fleksibel

Implementasi dari apa itu profesionalisme ialah bersikap fleksibel. Ini bukan berarti bekerja sesuka-sukanya. Seorang profesional mampu mempertahankan sikapnya, bahkan ketika keadaan yang tidak terduga muncul, tetapi ia juga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan keadaan. Hal ini akan menjaga integritas profesional Anda.

Next: Kenali 40 Bahasa Korporat di Hari Pertama Anda Bekerja

Dampak Profesionalisme Bagi Karyawan dan Jobseeker

Profesionalisme hanya hanya sikap yang harus dijalankan oleh karyawan, juga job seeker dan first jobber, karena sikap ini berpengaruh terhadap karier dan reputasi diri. Dalam konteks karyawan, profesionalisme akan tercermin dalam:

  • Cara seseorang berperilaku di tempat kerja dan di luar jam kerja, seperti di media sosial
  • Cara individu membangun hubungan dengan rekan kerja, atasan, klien, dan vendor sehingga mereka merasa nyaman dan percaya saat bekerja dengan yang bersangkutan

Karyawan dengan sikap profesional yang konsisten berpeluang lebih besar memperoleh promosi, karena atas menganggapnya mampu bertanggung jawab dalam pekerjaan dan tim.

Dari sisi job seeker dan lulusan baru, profesionalisme dapat ditunjukkan sejak proses pencarian kerja, seperti:

  • Mengirimkan dokumen lamaran yang rapi, bebas dari kesalahan ketik, dan relevan dengan job posting
  • Datang tepat waktu, berpakaian rapi, dan bersikap sopan pada sesi wawancara kerja
  • Menanggapi pertanyaan atau email dari perekrut dengan cepat dengan menunjukkan kalimat tersusun baik dan sopan

Pewawancara tak hanya mencari kandidat dengan keterampilan teknis dan berpengalaman, mereka juga mencari calon karyawan baru yang memiliki sikap profesional. Dengan kata lain, profesionalisme membuka jalan Anda menuju karier yang diharapkan.

Mengembangkan profesionalisme tidak hanya membantu Anda mencapai kesuksesan pribadi, tetapi juga akan berkontribusi pada lingkungan kerja yang lebih positif dan produktif. Di laman ini, hadir berbagai informasi untuk mendukung perjalanan profesional Anda dengan menyediakan informasi guna membangun karier yang sukses.

Share