Sebagai orang yang meluangkan waktu lima hari dalam seminggu untuk bekerja, kita pernah merasa tidak termotivasi dan tidak mencintai pekerjaan lagi. Ingin mencari peluang baru, tetapi pasar kerja sedang menurun, sementara kompetisi antar tenaga kerja meningkat. Apa yang sering kita lakukan? Bertahan. Ya, meski tidak nyaman, tetapi bertahan adalah salah satu cara terbaik saat ini.
Fenomena Job Hugging: Bertahan Dalam Pekerjaan
Tak ada pekerjaan ideal. Tak ada pula perusahaan yang sempurna. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan persaingan dunia kerja semakin ketat, tak sedikit di antara kita terpaksa bertahan dalam pekerjaan yang jauh dari kata ideal.
Fenomena tersebut dikenal sebagai job hugging, yakni kecenderungan seseorang untuk bertahan di pekerjaan sekarang meski tidak bahagia dan tidak berkembang. Jika ia mengundurkan diri dari perusahaan, ia belum tentu memperoleh tempat kerja yang menawarkan kestabilan finansial serta keamanan pekerjaan.
Ini terjadi karena sejumlah penyebab, yaitu:
- Ketakutan akan kehilangan pekerjaan jika mencoba berpindah
- Ketidakpastian pasar kerja dan rasa aman yang datang dari pendapatan
- Kebutuhan stabilitas finansial, terutama inflasi atau beban hidup semakin tinggi
Job hugging dapat membuat hubungan Anda dengan pekerjaan terasa stagnan dan kurang bermakna. Kondisi tersebut juga bisa membuat Anda tidak mencintai pekerjaan, sehingga ada kemungkinan kondisi ini membuat kinerja menurun. Namun, masih ada jalan untuk mencintai pekerjaan itu kembali dari hal kecil yang Anda lakukan setiap hari.
Next: Perjuangan Pencari Kerja di Tengah Ketidakpastian dan Ketahui Langkah Konkretnya
10 Cara Sederhana (Kembali) Mencintai Pekerjaan dari Hal Kecil
Tak sedikit orang yang merasa tidak terlalu menyukai pekerjaan mereka, tetapi tetap memilih bertahan karena alasan ekonomi. Ada pula yang dulu sangat mencintai pekerjaan, tetapi karena terdapat perubahan kontan sejak pandemi COVID-19, mereka merasa kelelahan dan tidak antusias terhadap pekerjaan.
Kedua kondisi itu bisa berkontribusi terhadap penurunan kualitas produk atau layanan perusahaan. Jika demikian kondisinya, apa yang harus dilakukan?
Dari sisi manajemen dan tim HR, mereka memiliki strategi untuk menumbuhkan kembali keterlibatan karyawan. Pada sisi karyawan, Anda pun perlu membangkitkan semangat cinta kepada pekerjaan. Langkah ini tak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga diri sendiri karena setidaknya Anda menemukan kedamaian dan kebahagiaan dari hal tersebut.
Berikut ini penjelasan Guardian mengenai cara sederhana mencintai pekerjaan kembali di tengah masa ketidakpastian:
1. Ingat kembali alasan awal
Mengingat kembali mengapa Anda menerima pekerjaan tersebut dapat memberi makna dalam pekerjaan dan/atau menumbuhkan kembali motivasi. Misalnya, apakah pekerjaan ini membantu orang lain yang juga bagian dari tujuan karier Anda, pekerjaan memperluas jaringan kerja, atau memberi stabilitas yang Anda butuhkan.
2. Hitung manfaat bekerja
Selain alasan, Anda dapat menghitung manfaat yang telah diberikan oleh pekerjaan selain gaji dan tunjangan. Misalnya, perjalanan dinas ke seluruh kota di Indonesia atau negara lain, program learning and development setiap tahun, atau hal seru seperti rekan kerja yang sering mengajak makan siang dengan menu berbeda. Dengan menyadari hal itu, sudut pandang akan berubah dari “hanya mengejar gaji” menjadi “menerima karier sebagai bagian kehidupan yang bernilai.”
3. Rekan kerja suportif
Pelatih karier Dina Grishin mengatakan bahwa terhubunglah dengan rekan kerja dari departemen lain dan orang-orang yang cocok dengan Anda bisa sangat bermanfaat, karena memiliki teman di tempat kerja sama dengan membangun tempat berlindung yang aman. “Hal itu dapat sangat membantu mengubah pola pikir Anda,” ujar Grishin.
4. Job dan task crafting
Pertimbangkan untuk mengubah parameter pekerjaan agar lebih sesuai dengan aspek yang Anda inginkan. Misalnya dengan job crafting dan task crafting.
Job crafting ialah menyesuaikan pekerjaan agar lebih sesuai dengan keahlian dan minat Anda, seperti berdiskusi dengan atasan untuk menyesuaikan tanggung jawab yang Anda minati. Alison Gibbs, psikolog bisnis di Work Psychology Group, menjelaskan dalam job crafting, individu dapat secara proaktif menyesuaikan pekerjaan mereka dengan kekuatan mereka sehingga mereka memegang kendali terhadap pekerjaan, alih-alih diarahkan oleh perintah atasan. Task crafting adalah menata ulang daftar tugas harian sehingga Anda lebih sering mengerjakan tugas yang memberikan kepuasan. Dengan cara ini, walau tidak punya kontrol penuh, Anda tetap bisa merasakan rasa pencapaian dari hal-hal kecil.
5. Pelajari sesuatu di luar pekerjaan
Memiliki kegiatan atau mempelajari sesuatu di luar meja kerja dapat berdampak positif terhadap pekerjaan. Ketika Anda merasa karier stagnan, menekuni hobi baru dapat mendorong Anda untuk belajar dan berkembang, sehingga hal itu membuat segala sesuatunya terasa lebih mudah dijalani dari hari ke hari. Pelatih karier Alice Stapleton mengatakan, sebagai manusia, kita selalu ingin tumbuh dan belajar sesuatu hal.
Next: Gen Z Menganggap Orang Tua sebagai Career Advisor, Apa yang Mereka Peroleh?
6. Ubah lingkungan Anda
Buat Anda yang bekerja jarak jauh, kondisi ini sangat memungkinkan untuk mengatur antara bekerja dan melakukan kegiatan yang disukai, seperti berolahraga, memasak, menulis jurnal, atau lainnya.
Bagi Anda yang bekerja dari kantor, Gretchen Spreitzer, profesor manajemen dan organisasi di Universitas Michigan, menyarankan untuk mempersonalisasi ruang kerja Anda. Misalnya, memajang foto orang terkasih atau meletakkan cendera mata hasil dari dinas luar kota di meja kerja. Benda tersebut bisa mengingatkan Anda yang sedang melakukan kegiatan bermakna.
7. Ketahui nilai plus
Jika sudah lama berkecimpung di pekerjaan yang sama, ada kemungkinan Anda jenuh terhadap hal itu. Grishin menyarankan Anda untuk mengikuti psycho test atau assessment test untuk mengetahui hal-hal yang paling diminati hingga nilai plus Anda. Dari hasil tersebut akan ada rekomendasi kegiatan yang bisa Anda lakukan. Bila menjalankan rekomendasi tersebut, Anda memperoleh manfaatnya.
8. Pertimbangkan peran lain
Meninggalkan pekerjaan dan bekerja di perusahaan baru bisa menjadi hal berat. Namun, ada kemungkinan berganti peran di tempat kerja Anda yang memungkinkan tantangan dan keterampilan baru. Caranya, Anda perlu berdiskusi dengan atasan untuk berpindah peran, jelaskan keterampilan kerja yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan di peran lain, dan hal-hal yang membuat frustrasi di peran saat ini. Peran dan tantangan baru dapat “menyelamatkan” Anda dari rasa tidak mencintai pekerjaan.
9. Self reward
Bagi pelatih karier Jo Maughan, mengembangkan ritual yang menyehatkan dapat membuat hari-hari sulit terasa lebih mudah. “Setelah menyelesaikan tugas yang tidak ingin Anda lakukan, bangun dan lakukan sesuatu yang Anda sukai,” katanya. Contoh, Anda bisa membuat secangkir teh sambil mengobrol dengan rekan setim atau membeli makanan enak sebagai self reward.
Menghadiahi diri secara rutin adalah poin penting, setelah tenggelam dalam tugas rumit atau menghadapi masalah pelanggan yang sulit. Merayakan keberhasilan kecil membuat Anda merasa lebih berprestasi. Anda perlu menemukan kesempatan memuji diri sendiri, karena belum tentu orang lain tidak melakukannya untuk Anda.
10. Ubah cara pandang tentang pekerjaan
Cara Anda menceritakan pekerjaan kepada keluarga atau teman dapat memperkuat hal-hal negatif dan membangun narasi yang sulit seputar pekerjaan. Spreitzer menambahkan semua itu tergantung bagaimana membingkai hari Anda. Sering kali, seseorang sulit mengingat hal baik daripada hal buruk, tetapi Anda dapat menceritakan suka dan duka bekerja kepada orang tercinta guna merenungkan kembali hal-hal yang telah berjalan baik.
Proses mencintai pekerjaan tidak selalu sempurna. Tidak semua hari kerja akan menyenangkan, tetapi kondisi tersebut membuat kita memiliki tiga opsi, yakni meninggalkan tempat kerja, bertahan dan mengikuti proses kerja, atau menyesuaikan diri sembari menciptakan hal menyenangkan bagi Anda.
Saat melakukan hal menyenangkan, Anda akan mengubah cara berpikir untuk menyesuaikan peran dan merayakan momen kecil. Pendekatan ini disebut ahli sebagai reframing atau menyusun ulang cara melihat pekerjaan agar lebih sejalan dengan nilai dan kesejahteraan.
Temukan informasi tentang perkembangan karier dan lowongan kerja terkini di tautan ini.


