Ringkasan artikel
- Waktu jeda dalam karier bukan lagi hal yang selalu dipandang negatif oleh perekrut apabila dapat dijelaskan dengan jujur dan relevan
- Saat menjawab pertanyaan interview tentang waktu jeda, fokuskan sebagian besar jawaban pada keterampilan, pengalaman, dan kesiapan untuk kembali bekerja
- Kandidat dapat menyesuaikan jawaban berdasarkan penyebab waktu jeda, seperti PHK, alasan pribadi, mengurus keluarga, atau jeda tanpa aktivitas profesional
Waktu jeda bukan alasan untuk menghindari pertanyaan interview. Dalam karier, hal ini juga dikenal sebagai career break atau career gap.
Anda tak perlu bingung ketika pewawancara bertanya tentang waktu jeda dalam karier. Sebelum wawancara kerja, siapkan jawaban yang sesuai dengan kondisi Anda, lalu susun kalimat yang jelas, jujur, dan mengarahkan pembicaraan kepada keterampilan serta kesiapan untuk kembali bekerja. Jadi, pewawancara tidak menduga-duga mengenai perjalanan karier Anda.
Mengapa Pewawancara Menanyakan Waktu Jeda dalam Karier?
Pada dasarnya, semua data atau tulisan di dalam CV Anda dapat menjadi bahan pertanyaan perekrut atau hiring manager (user atau manajer) kepada kandidat. Hal tersebut disampaikan oleh pakar karier Erin McGoff, yang ditulis oleh CNBC.
Menurutnya, setiap aspek dalam CV–terutama riwayat pekerjaan–dapat menjadi bahan pertanyaan, termasuk saat-saat Anda tidak bekerja. Untuk menjawab pertanyaan interview tentang waktu jeda, Anda harus mempersiapkan diri dan mencoba tetap tenang dan terkendali saat menjawabnya.
Pada era 90-an atau 2000-an, seseorang yang memiliki waktu jeda sering dipandang negatif, karena dianggap menunjukkan bahwa ia kurang berusaha mencari pekerjaan. Kini, pandangan tersebut mulai berubah seiring pemilihan jalur karier yang semakin beragam.
Bila pewawancara bertanya mengenai waktu jeda, Anda harus menjawabnya. Sebaiknya jangan menghindari pertanyaan tersebut, karena hal ini akan menunjukkan kesiapan Anda merespons kekhawatiran dalam upaya membangun karier.
McGoff menyarankan kandidat untuk memberikan jawaban yang membuat pewawancara berpikir, “Oh, itu masuk akal. Itu sama sekali bukan pertanda buruk.”
Next: 4 Contoh Menjawab Pertanyaan Interview tentang Kelebihan Anda
4 Kiat Menjelaskan Waktu Jeda Saat Wawancara Kerja
Cara Anda menjelaskan tentang waktu jeda dapat menunjukkan bagaimana Anda memandang perjalanan karier. Penulis buku The Secret Language of Work: Hyper-Helpful Scripts for Every Situation merekomendasikan penyusunan jawaban seperti ini:
1. Fokuslah pada masa kini dan masa depan
“Mengapa ada waktu jeda di CV Anda?”
“Apa yang Anda lakukan saat jeda karier?”
Saat mendengar pertanyaan tersebut, Anda perlu berfokus pada masa kini dan masa depan, bukan masa lalu. McGoff merekomendasikan untuk mengikuti aturan 90/10.
“Luangkan 10 persen dari jawaban Anda untuk menjelaskan kesenjangan tersebut dan 90 persen waktu untuk berbicara tentang kompetensi, pembelajaran, dan peningkatan keterampilan Anda,” tulisnya dalam buku yang juga menekankan untuk menjaga jawaban tetap positif dan berorientasi ke masa depan.
Misalnya, Anda mengambil cuti untuk merawat anak-anak yang berumur di bawah tiga tahun, maka berikan jawaban yang bisa dimulai dengan, “I stepped back from full-time employment to care for my young children.”
2. Soroti pertumbuhan keterampilan
Selanjutnya, ia menyarankan untuk menyoroti hal-hal yang telah Anda lakukan untuk mengasah keterampilan selama waktu jeda. Contohnya, sembari menjaga anak-anak di rumah, Anda juga bekerja lepas, menghadiri konferensi industri, berpartisipasi dalam lokakarya, atau mengikuti short course daring untuk mengetahui perkembangan di industri tersebut.
Anda dapat membagikan antusiasme kenapa melakukan hal tersebut. Misalnya, Anda tertarik dengan suatu peran atau bergabung dengan perusahaan tertentu karena perusahaan yang memiliki nilai yang sejalan dengan minat Anda di bidang sosial, pendidikan, atau lingkungan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Anda peduli dengan pertumbuhan secara personal maupun profesional.
3. Jawab jujur
Ya, Anda wajib menjawab dengan jujur. Jangan tutupi masalah tentang waktu jeda, walaupun saat itu Anda menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK).
McGoff menjelaskan bahwa PHK ialah alasan yang sangat umum mengapa kandidat memiliki waktu jeda dalam riwayat pekerjaan mereka. Terlebih sejak pandemi COVID-19, tak sedikit perusahaan melakukan PHK, sehingga kondisi itu tidak menjadi persoalan di mata pewawancara.
Bagi Anda yang pernah mengalami PHK, jawab pertanyaan interview tentang waktu jeda secara singkat. Misalnya, Anda menjelaskan, “I thoroughly enjoyed my time in my previous position. However, my role was unfortunately eliminated due to a strategic organizational restructuring.”
Setelah itu, Anda bisa menjelaskan minat terhadap peran yang dilamar, “I’m now focused on finding a new opportunity where I can apply my experience in [role]. I’m particularly interested in this role because….”
Jelaskan lebih lanjut mengapa Anda tertarik pada perusahaan dan peran tersebut, lalu tekankan pengalaman dan keterampilan yang sesuai kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, termasuk keterampilan yang dapat dipindahtangankan atau transferable skills, yang Anda bawa dari pekerjaan sebelumnya.
4. Singkat dan padat
Strategi menjawab pertanyaan dapat menggunakan metode STAR (situation, task, action, result) agar jelas tetapi tetap relevan dengan topik. Yang perlu diingat, metode ini tidak selalu cocok untuk semua jawaban. Metode STAR dapat digunakan bila Anda ingin menjelaskan aktivitas atau pengalaman tertentu selama waktu jeda.
McGoff menambahkan bahwa menjawab dengan singkat dan padat akan membuat Anda lebih percaya diri. Ini juga bisa meredakan kekhawatiran yang masih dimiliki oleh pemberi kerja tentang riwayat pekerjaan Anda. Meski demikian Anda tak diwajibkan untuk mengungkapkan alasan tersebut secara mendetail.
Anda bisa mengarahkan pembicaraan tentang pengalaman dan keterampilan kerja yang relevan dengan posisi yang dilamar. McGoff menyarankan untuk memberikan jawaban yang singkat dan lugas.
“I intentionally took some time off from full-time employment to take care of a personal matter. Everything is completely sorted out now and I’m genuinely thrilled to be jumping back into my career.”
Next: 4 Strategi untuk Mengatasi Job Search Burnout
Peoplyee Insight
Salah satu Career Advisor (CA) di Peoplyee berbagi pengalaman kepada Anda tentang pertanyaan tentang waktu jeda yang kerap menjadi bahan penilaian perusahaan dalam proses rekrutmen. CA–yang telah bertahun-tahun mendampingi kandidat untuk mempertemukan dengan pemberi kerja–mengatakan bahwa perusahaan akan menilai alasan yang jelas tentang waktu jeda mereka.
Apa yang harus dikatakan oleh kandidat kepada manajer?
- Menjelaskan perjalanan karier secara jujur
- Menunjukkan bahwa ia tetap berkembang selama masa jeda
- Memiliki alasan yang jelas mengapa siap kembali bekerja
- Menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang sedang dilamar
Kandidat tak perlu menjelaskan tentang waktu jeda bertele-tele, tetapi menerangkan secara singkat dan jelas.
Sejak 2013, Peoplyee telah membantu lebih dari 5.000 profesional menemukan peluang kerja yang sesuai dengan pengalaman, keterampilan, dan tujuan karier mereka. Temukan peluang berikutnya bersama Peoplyee dan kembangkan karier Anda di perusahaan yang tepat.
4 Referensi Jawaban Interview tentang Waktu Jeda Berdasarkan Situasi
1. Jika mengalami PHK
“My previous role was eliminated as part of an organizational restructuring. Since then, I have focused on finding a role where I can apply my experience in [skill or field]. I am particularly interested in this position because….”
2. Jika memiliki alasan pribadi
“I took some time away from full-time employment to address a personal matter. The situation has been resolved, and I am now ready and excited to return to work.”
3. Jika tidak melakukan kegiatan profesional
“I took time away from full-time employment for personal reasons. During that period, I gained a clearer understanding of the type of role I want to pursue. I am now ready to return to work and believe my previous experience in [field] is relevant to this position.”
4. Jika mengurus orang tua
“I stepped away from full-time employment to care for my parents, particularly my dad. During that time, I also continued developing my skills through freelance projects and online courses. Now that I am ready to return to full-time work, I am excited to apply my experience in this role.”
Memiliki waktu jeda dalam karier bukanlah halangan bagi kandidat untuk melamar pekerjaan. Pewawancara pun sah-sah saja bertanya hal tersebut kepada kandidat, karena mereka ingin lebih memahami seseorang yang akan berkontribusi kepada kesuksesan perusahaan.
Sekali lagi, bila Anda menghadapi pertanyaan interview tentang waktu jeda, jangan mengalihkan pembicaraan. Anda bisa tetap menjawab pertanyaan pewawancara dengan singkat, jujur, dan relevan terhadap kualifikasi. Klik laman Peoplyee yang memiliki lebih dari 650 peluang baru sekaligus menambah wawasan tentang wawancara kerja.


