Di tengah upaya Anda memperoleh peluang baru, ada pasar tenaga kerja yang kompetitif, lowongan kerja fiktif, hingga pengisian data diri kandidat dalam platform karier perusahaan. Bila upaya tersebut menghasilkan pengumuman–berisi penolakan atau penerimaan kandidat–maka kandidat dapat menuju ke tahap berikutnya atau beralih ke proses perusahaan lain.
Sebaliknya, kandidat yang mengirimkan lamaran pekerjaan setiap hari, tetapi tak mendapatkan kabar dari perekrut atau menerima wawancara telepon dari perekrut, lalu ada kabar lebih lanjut, dan ini terjadi berulang kali, maka ia dapat mengalami job search burnout. Apakah Anda pernah mengalaminya?
Memahami Job Search Burnout
Job search burnout merupakan kondisi job seeker yang merasa kelelahan atau kejenuhan saat mencari pekerjaan.
Menurut Jen DeLorenzo, seorang pelatih karier dan pendiri lembaga pelatihan profesional The Career Raven, seseorang bisa merasa putus asa karena pencarian pekerjaan yang panjang. Mereka akan mulai bertanya, kenapa hal tersebut memakan waktu begitu lama dan apa yang salah dengan diri mereka.
“Orang-orang yang terbiasa mendapatkan pekerjaan dalam waktu satu hingga dua bulan, sekarang mereka harus menunggu enam bulan hingga lebih dari setahun hanya untuk mendapatkan beberapa panggilan wawancara,” ujar DeLorenzo kepada CNBC.
Dalam situasi pencarian kerja yang berlangsung lama, seseorang akan terkena dampaknya, terutama dalam kesehatan mental. Alasan dari hal ini ialah banyak dari mereka yang mengaitkan nilai diri sendiri dengan produktivitas, jabatan, dan apa yang telah dilakukan. Ketika tidak memiliki pekerjaan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), mereka kehilangan rasa identitas diri.
Next: Job Search Burnout: Tanda dan Penyebabnya yang Wajib Diperhatikan
4 Strategi untuk Mengatasi Job Search Burnout
Mengatasi kelelahan dan kejenuhan dalam pencarian kerja membutuhkan strategi. Ini bertujuan untuk mengelola dan membangun kepercayaan diri agar Anda mendapatkan pekerjaan impian.
1. Istirahat sejenak
Jika Anda jenuh dengan kegiatan pagi dengan mengecek email dan laman pencarian kerja, istirahat sejenak dari hiruk pikuk tersebut. Kalaupun ada email yang masuk dari perekrut atau perusahaan yang Anda lamar, abaikan sebentar. DeLorenzo menyarankan bahwa beristirahat sejenak dari pencarian kerja itu tidak ada salahnya.
Anda perlu mengambil istirahat teratur untuk menjaga kesehatan mental. Misalnya, menjauh dari komputer dan melakukan aktivitas seperti olahraga, hobi, atau bersosialisasi dengan orang-orang terkasih untuk menyegarkan pikiran dan mengurangi stres.
Bila memungkinkan, buat rutinitas harian yang memberikan keseimbangan antara pencarian pekerjaan dan aktivitas yang Anda sukai.
2. Miliki pola pikir positif
Memiliki pola pikir positif sepanjang perjalanan ini dapat membangun kepercayaan dan ketahanan diri. Bagaimana cara memilikinya sedangkan seseorang sedang merasa lelah dengan pencarian pekerjaan?
Memang, kondisi ini bisa sangat sulit bagi sebagian orang, tetapi Anda harus semangat dengan melakukan hal kecil. Misalnya, mengikuti kursus untuk mengasah kembali keterampilan teknis, mempelajari keterampilan baru, atau bergabung dalam suatu komunitas sehingga menjalin koneksi dengan orang lain. Kegiatan tersebut hanya meningkatkan CV, juga memberikan rasa pencapaian.
Next: Perjuangan Pencari Kerja di Tengah Ketidakpastian, Bagaimana Mengatasinya?
3. Tetapkan tujuan
Anda perlu menetapkan tujuan agar memudahkan pencarian kerja. Caranya, dengan menetapkan SMART goals atau tujuan yang specific, measureable, achievable, relevant, and time-bound, sehingga tujuan besar dapat dibagi menjadi langkah yang lebih kecil dan lebih mudah dicapai.
Ini bisa mencakup jumlah lamaran yang dikirim per hari atau menetapkan waktu untuk aktivitas pencarian pekerjaan. Langkah tersebut mencegah perasaan muncul “menghabiskan seluruh waktu” yang membuat Anda kelelahan.
4. Dapatkan dukungan
Untuk mengatasi job search burnout, Anda memerlukan dukungan yang tepat, baik dari keluarga, sahabat, maupun orang terdekat. Dukungan mereka dapat untuk meminimalkan risiko kelelahan atau kejenuhan dalam pencarian kerja.
Anda bisa menghubungi career advisor di recruitment agency untuk menambah peluang memperoleh pekerjaan. Minta pula bantuan ke teman atau orang terdekat untuk memberikan Anda referensi (employee referral) saat tempat kerja mereka membuka lowongan kerja. Jika kondisi mental sudah semakin memburuk, Anda bisa meminta bantuan profesional.
Mengenali dan mengatasi burnout dalam pencarian kerja menjadi hal penting untuk menjaga kesejahteraan Anda. Dalam kondisi prima, Anda dapat menetapkan tujuan yang realistis, sembari memiliki istirahat berkualitas, dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat, sehingga kondisi ini meningkatkan peluang keberhasilan dalam mendapatkan pekerjaan.
Sebagai bentuk dukungan kepada pencari kerja, kunjungi laman ini untuk memperoleh langkah sukses dalam proses rekrutmen dan menemukan peluang baru.


