Tak ada yang salah bagi Anda yang akan mengambil gap year. Baik yang ingin menghabiskan libur panjang ke kota atau negara lain, menekuni bidang di luar latar belakang pendidikan, atau bekerja lepas di bidang yang diminati. Apa pun tujuan Anda mengambil gap year, usahakan untuk tetap produktif guna memastikan Anda memiliki bekal dalam karier selanjutnya.
Memahami Gap Year
Gap Year Association mendefinisikan gap year atau tahun jeda adalah kesempatan bagi seseorang untuk mengeksplorasi minat pribadi dan peluang untuk mengabdi sebelum memulai pendidikan tinggi mereka.
Tak heran, banyak mahasiswa yang telah merampungkan kuliahnya–ada pula yang lulusan SMA atau mahasiswa yang belum selesai kuliah–mengambil gap year. Mereka secara sadar mempertimbangkan minat pribadi, peluang mendapatkan pengalaman baru, dan/atau mengembangkan keterampilan kerja sebelum memasuki dunia profesional.
Ada pula yang mengambil gap year untuk bersantai atau berwisata. Keputusan itu sah-sah saja, tetapi persiapkan pula masa depan Anda untuk memulai karier impian atau membangun bisnis, sehingga Anda perlu tetap produktif memanfaatkan waktu jeda.
Ingat, tahun jeda bukanlah “liburan” dari segala tanggung jawab, melainkan tahun terstruktur dan terencana di mana Anda dapat menikmati pengalaman baru hingga memperoleh keterampilan baru.
Next: Gap Year: Memahami Pro Kontra Sebelum Memutuskan Berjeda
7 Cara Membuat Anda Tetap Produktif Ketika Mengambil Gap Year
Berikut ini tujuh cara agar Anda tetap produktif selama gap year sehingga setelah periode tersebut bisa lebih lancar dan sukses dalam membangun aspirasi Anda:
1. Lakukan riset dan rencanakan sejak dini
Untuk menjalani gap year yang produktif, Anda perlu meriset dan menentukan apa yang ingin dicapai selama masa jeda, lalu membuat daftar semua hal yang ingin dicapai. Misalnya, ingin bepergian atau menjadi sukarelawan, Anda harus mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari situs kredibel hingga bertanya kepada orang yang pernah melakukannya.
Bagi Anda yang merencanakan liburan, hubungi konsultan gap year untuk memperoleh informasi spesifik seperti persyaratan visa, asuransi kesehatan, mengelola logistik, hingga memandu bepergian. Bahkan ada beberapa program gap year menawarkan paket terencana plus tiket pesawat.
2. Menjadi sukarelawan atau bekerja sampingan
Ketika memutuskan pergi ke negara atau kota, bukan berarti Anda tidak bisa mengasah keterampilan kerja yang dibutuhkan oleh industri atau menghasilkan uang.
Bagi Anda yang melancong ke negara lain, pastikan negara tersebut memberikan kesempatan kepada turis asing untuk bekerja atau mengikuti program kerja pemerintah bagi pengunjung asing, seperti program working holiday visa (WHV) di Australia. Misalnya, Anda bekerja di kebun anggur atau menjadi pemandu di perkemahan.
Buat yang bepergian di luar kota–masih di negara sendiri–Anda bisa mengajar bahasa Inggris, bekerja lepas di resor, menulis pengalaman Anda di blog, atau membuat vlog dan monetisasi media sosial untuk memperoleh pemasukan. Semua pengalaman di atas membantu Anda dalam membangun CV ke depannya.
3. Ikuti program magang
Jika Anda tinggal di tempat lain selama gap year, ikuti program magang di kantor sekitar tempat tinggal atau wilayah tersebut. Dengan cara ini, Anda akan tetap terhubung dengan pasar kerja pascakuliah sambil tetap menikmati tahun jeda. Di tempat kerja, Anda akan mempelajari keterampilan teknis maupun mengenal dinamika dunia kerja yang berguna ketika kembali ke kota asal untuk mencari pekerjaan sesuai bidang Anda.
Next: Seasonal Work: Peluang Kerja Fleksibel dengan Mempersiapkan 4 Poin Ini
4. Pelajari bahasa atau keterampilan baru
Jones menyarankan untuk mempelajari bahasa atau keterampilan baru selama waktu luang tersebut. Jika memutuskan bepergian, mempelajari bahasa baru dapat menguji kemampuan sosial Anda. Mulai dari berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi secara efektif, hingga penguasaan terhadap bahasa tersebut yang bisa memperluas koneksi.
Anda juga bisa mempertimbangkan pekerjaan atau profesi apa yang sekiranya ingin dilakukan di masa depan. Carilah informasi tersebut, seperti keterampilan apa saja yang dibutuhkan, di mana memperoleh keterampilan tersebut, siapa saja praktisi di bidang itu, apa manfaat mempelajari keterampilan, dan bagaimana prospek profesi tersebut ke depannya. Ketika telah menyelesaikan “program” gap year, Anda menjalani kegiatan atau pekerjaan yang Anda inginkan.
5. Mulai jalankan proyek
Jika Anda memiliki proyek impian, wujudkanlah selama gap year. Idealnya, Anda akan menjadikan proyek impian sebagai sumber penghasilan yang relevan dengan latar belakang pendidikan. Dengan demikian, proyek impian Anda akan menjadi panggilan jiwa sekaligus cara untuk menonjol saat melamar pekerjaan. Cara Anda membingkai tahun jeda kepada perekrut adalah kunci mendapatkan pekerjaan pertama.
6. Jalin koneksi
Apa pun cara menghabiskan waktu gap year, Anda akan bertemu orang baru di setiap kesempatan, maka manfaatkan hal itu untuk menjalin sekaligus menjaga koneksi tersebut. Bukan tak mungkin, langkah ini untuk memperluas jaringan profesional di masa mendatang.
“Kita tidak pernah tahu siapa yang akan kita temui selama gap year, yang mungkin bisa membantu kita mendapatkan pekerjaan atau membangun hubungan. Pastikan meluangkan waktu untuk benar-benar berbicara dengan orang-orang yang kita temui,” ujar Joe Ponte, CEO of Hotelplan UK Ltd.
7. Narasi gap year kepada perekrut
Saat kembali ke rumah dan mulai melamar pekerjaan, Anda harus menyiapkan narasi gap year di CV dan kepada perekrut. Pasalnya, gap year menjadi topik pembicaraan menarik dalam wawancara kerja.
“Fokuslah pada bagian pengalaman Anda yang secara langsung berkaitan dengan keterampilan Anda sebagai kandidat hebat, seperti menghadapi situasi sulit, mengelola ketidakpastian, atau pemecahan masalah yang kreatif,” kata Ponte.
Jika Anda memanfaatkan waktu jeda yang produktif dengan mempelajari keterampilan baru, mendapatkan pengalaman kerja yang relevan, dan membangun koneksi, itu semua akan mengesankan perekrut sekaligus hiring manager.
Ponte menyarankan Anda yang mengambil gap year untuk berfokus mengasah keterampilan komunikasi. Terlebih, bila gap year dilakukan di luar kota atau negeri, di mana Anda membangun komunikasi dengan orang-orang dari budaya lain. Baik hal itu dilakukan dalam rangka bekerja lepas, magang, menjadi relawan, atau berlibur sekaligus membantu kegiatan keluarga di tempat tersebut.
Gap year dapat menjadi percakapan menarik dalam sesi wawancara kerja. Hal itu yang membedakan Anda dari kandidat lain. Jadi, tetaplah produktif selama gap year untuk mendorong diri Anda tumbuh dan berkembang.


