Blog
General Information·

Gap Year: Memahami Pro Kontra Sebelum Memutuskan Berjeda

Jika Anda ragu untuk memulai langkah profesional, mengambil gap year dapat menjadi pertimbangan guna menentukan langkah terbaik berikutnya.
Peoplyee gap year pro dan kontra

Biasanya, setelah mahasiswa lulus kuliah, mereka langsung mencari pekerjaan, tetapi ada pula yang mengambil gap year. Mereka melakukan demikian untuk meluangkan lebih banyak waktu mempelajari hal-hal yang disukai atau merenungkan seperti apa sosok yang mereka inginkan.

Jika Anda ragu untuk segera memulai langkah selanjutnya, mengambil gap year dapat menjadi bahan pertimbangan guna menentukan langkah terbaik berikutnya.

Apa Itu Gap Year?

Konsep gap year atau tahun jeda telah menjadi tradisi lama di Inggris setelah Perang Dunia II, lalu populer di seluruh Eropa, tetapi semakin umum di Amerika Serikat.

Menurut Gap Year Association, tahun jeda merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat pribadi dan peluang untuk mengabdi sebelum memulai pendidikan tinggi mereka. Ini juga didefinisikan sebagai periode waktu setelah lulus SMA dan sebelum memulai kuliah, di mana siswa dapat secara sadar mempertimbangkan minat pribadi, peluang untuk mengabdi, dan program pengembangan profesional.

Contoh nyata tentang tahun jeda adalah anak Barack Obama, Malia, mengambil gap year setelah lulus SMA. Lulusan SMA di Amerika Serikat saat ini merasa tertarik dengan gap year, karena memberi mereka waktu untuk fokus pada diri sendiri, mempelajari lebih lanjut tentang diri mereka, dan menemukan apa yang ingin mereka lakukan di masa depan.

Sekilas, gap year terlihat seperti liburan–biasanya terjadi selama setahun–tetapi tidak demikian.

Orang yang mengambil gap year, biasanya anak SMA atau kuliah yang baru saja lulus. Di periode ini, seseorang terlibat dalam pencarian jati dirinya. Ada yang bepergian ke luar negeri melalui program kerelawanan, berlibur ke tempat baru dalam satu periode tertentu yang mendapatkan pengalaman hidup, atau mengikuti program magang di bidang yang mereka minati.

Next: 5 Contoh Seasonal Work: Opsi Karier yang Tak Terikat Waktu

Pro dan Kontra Gap Year: Evaluasi Bagi Diri Anda

Bagi Anda yang hampir atau baru saja menyelesaikan pendidikan diploma III/IV atau strata satu, tetapi belum menentukan karier ke depannya, pertimbangkan untuk mengambil gap year. Tentu, kondisi ini akan menjadi pro dan kontra, terlebih jika orang tua Anda kurang menyetujuinya.

Ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi apakah gap year ideal bagi Anda. berikut ini pro dan kontra gap year:

Pro

1. Pertumbuhan pribadi

Ada beberapa mahasiswa yang sudah memiliki gambaran tentang apa yang ingin mereka pelajari dan lakukan selepas lulus kuliah, tetapi ada pula yang masih ragu tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Dengan mengambil jeda setahun, mereka dapat memulai periode pertumbuhan dan penemuan diri untuk belajar bagaimana memprioritaskan hal pribadi dalam hidup.

Misalnya, ingin menjelajahi berbagai bidang karier di luar pendidikan, tertarik bepergian dan menjelajahi dunia, atau menikmati pengalaman baru yang tidak diperoleh di tempat kuliah atau rumah. Ini adalah kesempatan untuk mengisi ulang energi setelah stres akademik dan tekanan sosial di kampus. Jadi, Anda dapat mempelajari tentang jati diri lebih lanjut sebelum memulai babak baru.

2. Mendapatkan pengalaman dan keterampilan kerja

Jika Anda mengambil gap year, ada beberapa pengalaman dan peluang yang bisa dipertimbangkan. Misalnya, mengikuti program magang di perusahaan lokal hingga bepergian ke luar negeri untuk mempelajari budayanya. Dengan hal itu Anda mendapatkan pengalaman yang memberikan wawasan tentang bidang tertentu serta mengembangkan keterampilan kerja yang bermanfaat di masa mendatang.

Kontra

1. Potensi kehilangan momentum

Gap year setahun bisa menjadi menyenangkan, karena Anda melakukan kegiatan yang disukai, tetapi ini juga dapat mengakibatkan kehilangan momentum. Ada kemungkinan juga, setelah jeda ini Anda tidak termotivasi untuk membangun karier. Sementara teman-teman mulai menjalani karier atau membangun kemampuan finansial, Anda belum melakukannya, kecuali kegiatan yang dilakukan menambah keuangan Anda.

2. Beban finansial

Tahun jeda dapat menjadi beban finansial, bagi diri sendiri atau orang tua, tetapi ini tergantung apa yang Anda pilih. Contohnya, mereka yang memilih bekerja selama gap year akan mendapatkan gaji dan pengalaman profesional, tetapi ada pula yang memilih bepergian ke luar negeri atau menjadi relawan di organisasi amal meski hal itu tidak memperoleh gaji.

3. Kelola ketidakpastian

Bagi mereka yang mendambakan struktur dan disiplin, gap year bisa menjadi pengalaman baru karena mereka harus mampu mengelola ketidakpastian. Namun, kondisi itu akan memberikan pengalaman bermanfaat di masa depan.

Next: Awali Karier sebagai Pekerja Kontak, Cek Hak dan Kewajibannya

Checklist: Menilai Anda Perlu Mengambil Gap Year atau Tidak

Setelah mempertimbangkan pro dan kontra, Anda juga perlu menilai tujuan dan aspirasi karier. Berikut ini checklist apakah Anda akan mengambil jeda atau tidak:

  • Minat pribadi dan bagaimana minat tersebut dapat selaras dengan karier masa depan Anda
  • Pengalaman di luar kelas dan jenis pengalaman apa yang ingin Anda nikmati sebelum bekerja formal
  • Pengalaman menjadi relawan di luar negeri dan jenis pengalaman perjalanan apa yang dapat menguntungkan Anda secara pribadi
  • Kesadaran budaya dan manfaat dari mempelajari tentang orang-orang yang berbeda dari Anda
  • Sasaran profesional dan bagaimana pengembangan keterampilan tersebut dapat menguntungkan karier Anda dalam jangka panjang
  • Kemampuan Anda untuk memperoleh penghasilan dan menafkahi diri sendiri selama gap year
  • Pengaturan tempat tinggal dan akomodasi apa yang perlu Anda lakukan

Saat mempertimbangkan apakah gap year tepat atau tidak, Anda dapat bertanya kepada penasihat akademik atau orang terdekat yang pernah menjalani tahun jeda. Mereka bisa memberikan pandangan dan wawasan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membuat keputusan akhir.

Untuk informasi tentang pengembangan karier, kunjungi tautan ini.

Share