Selain gaji, job description, dan peluang karier, jobseeker perlu memperhatikan tentang jadwal kerja. Pasalnya, ada beragam jenis jadwal kerja yang kemungkinan bisa cocok dengan Anda atau sebaliknya. Jangan mengabaikan hal tersebut hanya karena kompensasi dan benefit yang ditawarkan, karena jadwal kerja dapat berimbas signifikan terhadap kehidupan Anda.
Apa saja jenis jadwal kerja? Cek di bawah ini.
9 Jenis Jadwal Kerja yang Perlu Anda Ketahui
Mencari pekerjaan yang tepat bukan cuma soal tanggung jawab kerja, juga mempertimbangkan tentang fleksibilitas dan jadwal kerja. Sebagai pencari kerja, Anda perlu menentukan karier sesuai preferensi termasuk jadwal kerja. Sebelum mengirimkan aplikasi, kenali dulu berbagai tipe jadwal kerja untuk menemukan lingkungan kerja yang benar-benar mendukung pertumbuhan karier Anda.
1. Jadwal kerja standar
Ini adalah pembagian waktu kerja yang paling banyak digunakan oleh perusahaan atau organisasi karena relatif mudah direncanakan. Biasanya, jadwal standar mengacu pada “'9-to-5” atau jam kerja dimulai pada 09.00–18.00 (dengan satu jam waktu istirahat) berlangsung dari Senin hingga Jumat. Jadwal ini memberi karyawan rutinitas yang memudahkan mereka mengatur kehidupan profesional dan personal, karena mereka meninggalkan kantor pada waktu yang sama setiap hari, sehingga mereka dapat melakukan hal menyenangkan di luar jam kerja.
2. Jadwal tetap
Ini hampir mirip dengan jadwal kerja standar, hanya saja hari dan jam telah ditentukan setiap minggu dan tidak mengharuskan Anda bekerja dari Senin hingga Jumat. Misalnya, perusahaan mengharuskan karyawan bekerja dengan jadwal tetap dari Selasa hingga Sabtu mulai pukul 10.00–20.00.
3. Full-time schedule
Jika bekerja secara full time, berarti Anda harus memiliki komitmen 35–40 jam per minggu kepada perusahaan. Pada umumnya, karyawan permanen mengacu pada jadwal kerja standar, yakni Senin hingga Jumat mulai pukul 09.00 hingga 18.00 atau 10 jam per hari selama empat hari per minggu atau 6,5 jam per hari selama enam hari per minggu. Salah satu keuntungan jadwal full-time adalah stabilitas dan prediktabilitas, meski terkadang tidak cukup fleksibel tetapi ini tergantung peraturan perusahaan.
4. Part-time schedule
Jika Anda adalah pekerja freelance, maka jadwal kerja lebih sedikit daripada karyawan tetap atau kurang dari 35 jam per minggu. Misalnya, jika Anda bekerja dari Senin hingga Jumat dengan durasi empat per hari.
Next: 4 Kiat Mempersiapkan Interview Dadakan
5. Sif
Perusahaan dengan jadwal kerja sif akan memiliki dua atau tiga macam, yaitu:
- Pagi: 07.00–15.00
- Sore: 15.00–23.00
- Malam: 23.00–07.00
Jenis jadwal kerja ini akan ideal bagi mereka yang memiliki gaya hidup dinamis. Misalnya, pekerja muda lebih menyukai sif malam karena mereka merasa lebih bisa berkonsentrasi pada waktu tersebut atau karyawan senior lebih menyukai sif sore karena bergantian dengan pasangannya menjaga anak-anak di rumah.
6. Jadwal musiman
Biasanya, karyawan musiman hanya bekerja beberapa bulan dalam setahun. Jadwal kerja ini pilihan yang tepat bagi Anda yang berstatus mahasiswa, karena memberikan kesempatan untuk fokus belajar selama musim liburan. Misalnya, jadwal kerja menyesuaikan dengan waktu libur akhir tahun atau libur semester.
7. Jadwal fleksibel
Jika Anda melamar pekerjaan dengan jadwal fleksibel, biasanya perusahaan akan mewajibkan karyawan bekerja beberapa hari dari kantor dan mengizinkan bekerja di rumah beberapa hari per minggu. Beberapa perusahaan menganggap jadwal kerja ini sebagai tunjangan karyawan. Ini solusi yang bagus jika Anda ragu apakah bekerja jarak jauh sepenuhnya cocok atau tidak, tetapi tidak ingin menghabiskan lima hari per minggu di kantor.
Next: 7 Tantangan Mengelola Kehadiran Di Tempat Kerja
8. Jadwal alternatif
Jadwal alternatif mengacu pada saat Anda memiliki jadwal kerja yang berbeda dari karyawan lain, yang bekerja di posisi yang sama di perusahaan yang sama. Ini termasuk bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit, hari kerja yang berbeda dalam seminggu, atau sif kerja yang berbeda dari kebanyakan karyawan. Terkadang, jadwal alternatif bersifat sementara karena perusahaan menghadapi proyek khusus, setelah itu, Anda akan kembali ke jadwal semula.
9. Split schedule
Split schedule mengharuskan Anda bekerja beberapa jam, mengambil cuti, dan kembali bekerja pada hari yang sama untuk menyelesaikan sisanya. Misalnya, Anda bekerja selama enam jam di pagi hari dan beristirahat selama tiga jam, setelah itu Anda akan kembali bekerja selama dua jam sisanya. Ini adalah salah satu jadwal kerja yang paling menantang, karena sangat minim fleksibilitas di siang hari, juga membuat aktivitas yang lebih panjang, terlebih siang hari memiliki waktu terbatas sebelum waktunya kembali menuntaskan pekerjaan.
Pemilihan jadwal kerja yang tepat dapat mengoptimalkan potensi dan kinerja Anda terhadap pekerjaan. Apa pun pilihan terhadap jadwal kerja, pastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan tujuan karier Anda. Cek informasi terkini tentang peluang baru hanya di laman ini.


