Blog
Recruitment and Selection·

Ketahui 7 Red Flags dalam Job Description

Anda perlu memperhatikan job description secara saksama, karena di antara ribuan loker kemungkinan terselip red flags di dalamnya.
Peoplyee job description red flags

Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru perlu membuat iklan lowongan pekerjaan yang berisi job description dan kualifikasi yang mereka butuhkan. Sebagai pencari kerja, Anda pasti membaca dan mengidentifikasi keywords yang ada di dalamnya. Jika tertarik dengan loker tersebut, Anda tak ragu untuk mengirimkan curriculum vitae (CV) plus portofolio saat itu juga.

Namun, pernahkah Anda membaca job description secara saksama, lalu menangkap ada sesuatu yang tidak beres? Pernahkah Anda memprediksi ada perilaku negatif yang terselip di deskripsi itu?

Apa Itu Job Description?

Job description merupakan dokumen yang menguraikan tanggung jawab, persyaratan, hingga harapan kepada sebuah peran dalam perusahaan. Ada beberapa tujuan dari pembuatan dokumen ini, yaitu:

  • Menarik kandidat yang sesuai kebutuhan bisnis
  • Menjelaskan kinerja yang diharapkan oleh perusahaan kepada karyawan
  • Memfasilitasi proses rekrutmen
  • Memandu proses learning and development
  • Menetapkan tolok ukur evaluasi kinerja

Biasanya, sebelum membuat job description, tim HR akan melakukan job analysis guna memperoleh gambaran calon karyawan yang lebih sesuai harapan dan kebutuhan bisnis.

Berikut ini contoh deskripsi pekerjaan untuk peran FAT staff:

  • Calculate and prepare tax payments accurately and efficiently
  • Estimate and track tax refunds to ensure timely processing
  • Complete monthly and annual reports related to finance, accounting, and taxation
  • Manage and create a comprehensive company finance, accounting, and tax database
  • Prepare all required documents for finance, tax payments, and refunds
  • Identify tax payment opportunities to enhance company profits
  • Stay updated with the latest regulations regarding finance, accounting, and taxation
  • Coordinate with internal and external auditors to ensure compliance
  • Prepare monthly and annual financial reports in accordance with accounting standards
  • Perform accurate bookkeeping, bank reconciliation, and fixed asset management processes
  • Collaborate with external auditors for annual audits and monitor changes in tax and accounting regulations to implement necessary policy adjustments
  • Understand accounting closing, budgeting, forecasting, and cash flow management processes
  • Complete other assigned tasks related to finance, accounting, and taxation
Next: Job Description: Definisi, Tujuan, dan Komponennya

Menangkap 7 Red Flags dalam Job Description

Anda perlu memperhatikan job description secara saksama, karena di antara ratusan atau ribuan loker yang Anda lihat kemungkinan terselip red flags di pekerjaan atau perusahaan. Entah itu tawaran yang too good to be true yang sebenarnya tidak demikian atau penipuan lowongan kerja.

Red flags ialah tanda peringatan terhadap bahaya pada suatu hal atau tempat. Tanda merah ini penting diperhatikan saat membaca loker, karena dengan hal itu Anda dapat mengidentifikasi secara tersirat bahwa tempat kerja tersebut beracun, disfungsional, penuh tekanan, atau tidak realistis. Red flags bisa muncul di berbagai tahap proses pencarian kerja, termasuk dalam deskripsi pekerjaan.

Memang, satu tanda bahaya tidak cukup membuktikan, tetapi itu adalah sinyal untuk menyelidiki lebih lanjut dan menemukan karakteristik yang mengkhawatirkan. Apa saja tanda yang perlu dicermati dalam job description?

1. Work hard, play hard

Tulisan work hard, play hard dalan deskripsi pekerjaan dapat mengindikasikan terdapat batas yang “kabur” antara kehidupan profesional dan personal. Dalam arti, tak masalah jika semua karyawan bekerja keras karena mereka akan berpesta bersama–yang dilakukan setelah lembur.

2. Looking for candidates who can wear many hats

Kita tak bisa memungkiri bahwa ada satu peran yang memegang beragam tanggung jawab, terutama dalam lingkungan bisnis kecil. Namun, jika deskripsi pekerjaan menyatakan bahwa seseorang akan memegang banyak peran, waspadalah karena perusahaan mungkin ingin membayar satu orang untuk melakukan pekerjaan dua atau tiga orang.

3. Like a family

Sesehat apa pun budaya tempat kerja, rekan kerja bukanlah keluarga Anda, kecuali jika bekerja di perusahaan keluarga. Ketika pemimpin perusahaan, manajemen, atau tim HR mengatakan, “We’re like a family,” ini adalah kode bahwa ada lingkungan kerja yang tidak sehat dan kurang ada batasan antara pekerjaan dan waktu istirahat.

Next: 3 Perbedaan Job Description vs. Job Profile

4. Excessive requirements

Hati-hati terhadap loker yang menuntut keahlian yang tidak realistis. Misalnya, tanggung jawab untuk posisi marketing specialist harus menangani pekerjaan di bidang media sosial, SEO, produksi video, dan desain grafis. Hal ini dapat mengindikasikan salah satu dari dua masalah:

  1. Perusahaan tidak yakin apa yang mereka cari
  2. Perusahaan ingin mempekerjakan satu orang untuk menangani tanggung jawab yang dilakukan oleh seluruh tim

5. Vague requirements

Untuk mengembangkan karier, seseorang membutuhkan ekspektasi dan tujuan yang jelas. Anda perlu mempertanyakan jika sebuah loker menulis deskripsi pekerjaan yang samar. Misalnya, alih-alih menulis “good communication skill” sebaiknya menjabarkan “ability to convey points to different target markets and understand their situations.”

6. No listed salary range

Di Indonesia, tak ada peraturan yang mewajibkan perusahaan mencantumkan perkiraan gaji dalam loker, tetapi langkah itu dapat menarik minat kandidat untuk melamar pekerjaan. Jika tidak ada informasi gaji, mereka bertanya-tanya apa yang disembunyikan oleh perusahaan atau gaji yang diberikan di bawah standar.

7. Extended vacancy

Loker yang diperpanjang belum tentu bermasalah, tetapi jika ada satu loker yang ditayangkan di situs pencarian kerja berbulan-bulan, Anda harus berhati-hati sebelum mengirimkan aplikasi. Jika digabungkan dengan tanda bahaya lainnya, ini bisa mengindikasikan operasional yang tidak teratur, persyaratan pekerjaan terlalu ketat, dan manajemen sumber daya berantakan sehingga tingkat turnover tinggi.

Dengan memperhatikan red flags di job description, Anda akan terhindar dari “jebakan” pekerjaan yang akan membuat Anda tidak nyaman, tidak bahagia, atau tidak dapat berkembang. Temukan inspirasi karier dan peluang baru di laman ini.

Share