Blog
Career Development·

6 Kiat Membuat Personal Branding Bagi Karyawan Baru

Apakah karyawan baru memerlukan personal branding? Jika Anda ingin melebarkan jaring profesional, maka jawabannya, YA.
Peoplyee personal branding

Apakah karyawan baru memerlukan personal branding? Jika Anda adalah karyawan baru yang mempertanyakan hal tersebut, maka jawabannya, YA.

Anda harus mulai mengembangkan personal branding guna membangun reputasi profesional. Upaya tersebut tak hanya bermanfaat meningkatkan visibilitas di bidang Anda, juga menciptakan peluang baru di masa mendatang. Bagaimana memulai personal branding bagi first jobber? Apa nilai yang Anda tawarkan dalam personal branding?

Apa Itu Personal Branding?

Personal branding merupakan praktik untuk mendefinisikan dan mengekspresikan nilai Anda. Ini berguna menunjukkan kekuatan Anda sebagai individu hingga memajukan karier.

Jill Avery, dosen senior Harvard Business School, mengatakan bahwa kita perlu mengadopsi product branding bagi diri sendiri.

Dengan kata lain, kita perlu menerapkan teori personal branding untuk memahami cara terbaik mengekspresikan dan mengomunikasikan value proposition tentang perbedaan yang ingin kita ciptakan. Seseorang yang mengimplementasikan personal branding dalam hidup mereka dapat “memasarkan” dirinya ketika melamar pekerjaan, bersaing untuk promosi, mendapatkan klien baru, atau menarik lawan jenis.

Ketika Anda menentukan value proposition dan menjalani hidup yang mendukung, Anda dikenal karena atribut tersebut. Selain itu, Anda juga akan memiliki reputasi yang menarik peluang dalam karier dan kehidupan yang selaras dengan jati diri Anda.

Misalnya, Anda adalah digital marketing yang piawai dalam berkomunikasi dan memiliki akun reviu film di media sosial, sehingga ada kemungkinan:

  • Anda menarik proyek, promosi, dan peluang kerja yang sesuai dengan keterampilan
  • Anda memiliki pembeda unik yang dicari karena hal tersebut
  • Menghubungkan Anda dengan orang-orang dengan minat dan profesi yang sama
  • Meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuan leadership
  • Mengurangi tindakan penipuan, baik yang menipu langsung atau mengatasnamakan diri Anda
Next: 4 Langkah Menjalankan Growth Mindset demi Peningkatan Karier

6 Cara Membangun Personal Branding

Biasanya, seseorang membangun personal branding melalui media sosial dan/atau situs pribadi. Misalnya, ia memanfaatkan akun LinkedIn atau Instagram untuk membagikan ilmu, pengalaman, serta keterampilan kerjanya. Ada yang hanya berbagi di media sosial, ada pula yang membagikan rangkuman di media sosial dan ulasan panjang di laman pribadinya.

1. Identifikasi tujuan

Langkah pertama untuk menciptakan personal branding adalah mengidentifikasi nilai, tujuan, dan maksud Anda. Mulailah dengan mempertimbangkan kehidupan profesional atau pribadi saat bertukar pikiran dengan orang lain, seperti apa nilai kehidupan Anda, apa yang menjadi kekhawatiran, bagaimana ingin mendefinisikan diri sendiri, apa yang membuat diri istimewa, hal-hal yang ingin disampaikan kepada orang lain, dan bagaimana memberikan nilai kepada orang lain.

Setelah itu, buat kalimat yang menyatakan siapa diri Anda dan nilai apa yang ditawarkan, seperti, Misalnya: “Saya adalah social media specialist di industri makanan dan minuman, khususnya makanan siap saji, yang gemar berbagi tentang rekomendasi tempat makan.”

2. Evaluasi reputasi

Bahkan Sebelum Anda membangun reputasi melalui personal branding, orang lain sudah memiliki persepsi tentang Anda. Avery dan Rachel Greenwald penulis HBS Executive Fellow dalam Harvard Business Review, menguraikan beberapa faktor yang perlu dievaluasi selama langkah ini:

  • Kredensial: pendidikan, penghargaan, dan prestasi
  • Modal sosial: kuantitas dan kualitas koneksi personal dan profesional
  • Modal budaya: kecerdasan emosional dan keahlian yang diperoleh melalui pengalaman hidup

Selanjutnya, Anda dapat menilai kesenjangan yang terjadi antara orang lain melihat Anda saat ini dan branding yang Anda inginkan. Lalu, bagaimana Anda dapat memanfaatkan kredensial serta modal sosial dan budaya untuk mewujudkan brand versi baru.

3. Bangun narasi

Setelah Anda memahami kedua hal di atas, susun narasi yang menggambarkan value proposition. Misalnya, jika salah satu pembeda Anda adalah menonjolkan makanan lokal, maka ceritakan proses mencari serta menikmati menu lokal yang Anda temui di berbagai kota di Nusantara. Bila branding Anda adalah meningkatkan produk UMKM khusus makanan, maka bahas tentang logo, pengemasan, rasa, hingga umpan balik membangun dari produk yang Anda jumpai.

Next: 7 Contoh Menjawab Pertanyaan dengan Metode Storytelling Interview

4. Pilih platform

Hal ini telah sedikit disinggung sebelumnya, dalam membangun personal branding, biasanya seseorang memilih platform yang mudah digunakan dan banyak diakses oleh pengguna. Platform tersebut adalah media sosial, video sharing, dan situs personal.

Bentuk kontennya pun bisa berupa foto, ilustrasi, hingga video untuk meningkatkan visibilitas. Anda dapat menggunakan kombinasi konten umum dan berbayar guna meningkatkan pemasaran citra diri Anda. Anda juga dapat mewujudkan interaksi tatap muka pada fitur live di akun media sosial. Misalnya, live saat akhir pekan dengan membahas comfort food atau makanan rumah yang menjadi favorit anak rantau.

5. Sosialisasikan akun

Avery dan Greenwald menguraikan empat kelompok pengikut di yang dapat berperan penting dalam mensosialisasikan brand Anda, yakni:

  • Gatekeeper: mereka yang keterlibatannya sangat penting dalam mencapai tujuan Anda
  • Promotor: mereka yang secara aktif mendukung pencapaian tujuan Anda
  • Influencer: orang-orang yang mencari platform tambahan dengan membagikan akun Anda
  • Komunitas: kelompok yang memiliki minat yang sama dengan Anda atau mencari nilai yang Anda berikan

6. Evaluasi ulang dan penyesuaian

Membangun jenama pribadi bukanlah proyek satu kali sukses, melainkan memerlukan evaluasi ulang dan penyesuaian terus-menerus. Langkah ini memastikan Anda menjalankan dan memproyeksikan merek yang diinginkan. Libatkan orang-orang yang Anda percaya untuk mengevaluasi ulang serta memberikan umpan balik yang sesuai dengan tujuan dan nilai Anda.

Personal branding dapat membantu karyawan mempertemukan dirinya dengan individu yang tepat, mendapatkan pekerjaan atau promosi, hingga membuat koneksi yang mengarah pada peluang baru. Untuk informasi karier selengkapnya, silakan klik tautan ini.

Share