Blog
General Information·

Mengenal Ekspor Impor di Indonesia dan Gaji Karyawannya

Mari mengenal ekspor impor di Indonesia, termasuk proyeksi tahun ini dan besaran gaji karyawannya.
Peoplyee mengenal ekspor impor di indonesia

Memahami perdagangan dalam negeri ke dunia internasional perlu mengenal ekspor impor di Indonesia. Pasalnya, bidang ini menjadi urat nadi bagi perekonomian negara kita. Melalui aktivitas ekspor dan impor, negara dapat memperluas pasar produk domestiknya sekaligus memenuhi kebutuhan dalam negeri yang belum tersedia secara mandiri.

Di tengah fluktuasi ekonomi global, kinerja ekspor impor Indonesia mengalami kenaikan sepanjang 2025. Bagaimana kinerja, proyeksi, hingga besaran gaji karyawan di bidang ini? Yuk, lebih mengenal ekspor impor di Indonesia di bawah ini.

Apa Itu Ekspor dan Impor?

Definisi

Ekspor dan impor adalah usaha perdagangan antar negara atau internasional sehingga memengaruhi ekonomi suatu negara.

Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, terdapat definisi spesifik tentang ekspor dan impor serta pelaku usaha tersebut, yaitu:

  • Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean
  • Impor ialah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean

Daerah pabean ini merujuk lingkungan pemerintahan milik Republik Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, perairan, dan udara yang berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Pelaku kegiatan ekspor disebut eksportir. Ini dapat dilakukan oleh orang perseorangan atau lembaga atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum, yang melakukan ekspor.

Seseorang yang melakukan aktivitas impor disebut importir. Mereka bisa berasal dari orang perseorangan atau lembaga atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum, yang melakukan impor.

Tujuan

Ekspor dan impor tidak sekadar untuk menambah devisa negara saja, tetapi bisa membuka lapangan pekerjaan. Berikut ini tujuan ekspor dan impor masing-masing.

Tujuan ekspor:

  • Mengendalikan harga produk pada suatu negara, karena terjadi kelebihan produksi atau ketersediaan suatu produk dalam negeri melimpah
  • Menambah devisa negara, karena nilai ekspor ke negara lain berbentuk mata uang asing (inilah yang disebut dengan devisa), juga dapat memperluas pasar domestik hingga investasi dari negara lain ke negara tujuan
  • Memperbanyak lapangan kerja, terutama perusahaan yang membuat produk ekspor membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga hal ini bisa mengurangi angka pengangguran serta kemiskinan

Tujuan impor:

  • Memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berasal dari negara lain
  • Membangun kerja sama dan/atau komunikasi antarnegara
  • Meningkatkan neraca pembayaran dan mengurangi pengeluaran devisa pada negara lain
  • Memperoleh bahan baku dan teknologi modern dari pihak lain yang mendukung stabilitas suatu negara
Next: Daftar Gaji Manajer di Indonesia: Dari Industri Manufaktur hingga Logistik

Kinerja Ekspor Impor dalam Satu Dekade dan Proyeksi Tahun Ini

Kegiatan ekspor impor

Dalam sepuluh tahun terakhir, profil ekspor impor Indonesia mengalami transformasi struktural yang signifikan. Pada periode 2016 hingga 2019, Indonesia sangat bergantung pada harga komoditas global. Ketika harga batu bara dan sawit anjlok, neraca perdagangan sering kali mengalami tekanan.

Namun, pada periode pandemi COVID-19, selama 2020 dan 2021, aktivitas impor sempat anjlok drastis karena rantai pasok global terhenti, tetapi terdapat lonjakan permintaan komoditas energi saat dunia mulai bangkit kembali. Periode selanjutnya, 2022 hingga 2026, fokus pemerintah bergeser ke hilirisasi mineral (nikel, tembaga, dan bauksit). Hal ini menyebabkan struktur ekspor Indonesia berubah dari berbasis komoditas mentah menjadi berbasis manufaktur logam.

Sepanjang 2025, badan pusat statistik (BPS) mencatat bahwa nilai ekspor Indonesia mencapai angka USD282,91 miliar atau tumbuh 6,15% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD266,52 miliar. Ateng Hartono Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan bahwa peningkatan ekspor didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang mencapai USD269,84 miliar atau naik 7,66% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi pada sektor pengolahan dan pertanian, seperti pengolahan minyak kelapa sawit, barang perhiasan, barang kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya. Kinerja ekspor migas justru mengalami penurunan 17,69% dibandingkan periode sebelumnya, yaitu sebesar USD13,07 miliar.

9 Tantangan perdagangan internasional

Mengenal ekspor impor perlu juga memahami tantangan perdagangan internasional yang ditetapkan oleh negara setempat. Biasanya, suatu negara memiliki kebijakan ekspor dan impor sehingga berdampak terhadap ekonomi negara itu. Contoh tantangan tersebut, yakni:

1. Politik dumping

Ini adalah kebijakan menjual barang yang diekspor ke luar negeri dengan harga lebih murah dari harga dalam negeri. Langkah ini dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak, tetapi dapat bersifat diskriminatif.

Misalnya, perusahaan di negara A bisa menguasai pasar barang tersebut di negara B, sehingga mereka dapat mematikan pasar di negara tujuan serta mematikan persaingan. Kebijakan ini akan menjadi tantangan luar biasa terhadap pelaku usaha yang negaranya menerima produk impor.

Jenis dari politik dumping, yaitu:

  • Sporadic dumping: dumping yang dilakukan dalam jangka pendek untuk mencegah penumpukan barang di pasar dalam negeri karena kelebihan produksi suatu barang
  • Persistent dumping: ini dilakukan secara terus menerus dan menetap, karena terjadi perbedaan pasar antara negara importir dan eksportir, dengan kata lain ini menimbulkan diskriminasi harga internasional
  • Predatory dumping: ini untuk melumpuhkan saingannya, terutama saat harga negara pesaing jatuh, pelaku dumping akan menaikkan harga produk sesuai dengan keinginannya

2. Tarif

Beberapa waktu lalu Amerika Serikat menaikkan tarif kepada sejumlah negara pengekspor, akibatnya akan menaikkan harga jual barang. Tarif merupakan pajak yang dikenakan kepada objek atau barang yang akan masuk ke suatu negara. Besaran tarif pajak sesuai dengan nilai barang.

3. Perdagangan bebas

Ini ialah perjanjian antar kedua negara yang tidak membuat peraturan terhadap kegiatan jual beli barang. Perdagangan antar negara tersebut memungkinkan arus komoditas yang keluar dan masuk kawasan tanpa ada hambatan. Dalam hal impor, bila tak ada aturan komoditas, maka perjanjian tersebut dapat menekan pelaku usaha dalam negeri yang memiliki komoditas sama.

4. Pembatasan kuota

Pembatasan impor dilakukan oleh negara yang mengalami peningkatan dalam proses produksi, sedangkan impor kuota menjadi langkah pembatasan langsung atas jumlah barang yang diimpor. Cara ini dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi produk dalam negeri dan/atau memperbaiki neraca suatu pembayaran.

5. Subsidi ekspor

Ini menjadi kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor barang dan mengurangi penjualan barang di pasar domestik, maka pelaku usaha dapat meningkatkan jumlah ekspor barang. Jika subsidi berlebihan, maka berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam perdagangan internasional.

6. Embargo

Embargo terjadi ketika suatu negara melarang total perdagangan ke negara tertentu. Biasanya, ini terjadi karena alasan politik atau keamanan. Kondisi tersebut berdampak sangat besar karena menghentikan seluruh aktivitas perdagangan antarnegara yang terlibat.

7. Biaya logistik

Indonesia masih menghadapi tantangan biaya logistik domestik yang lebih tinggi dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara, karena faktor geografis dan infrastruktur belum merata sehingga berdampak pada harga produk.

8. Geopolitik

Ketegangan di rute perdagangan internasional sering kali mengganggu jadwal pengapalan dan menaikkan biaya asuransi serta freight. Misalnya, Laut Merah atau konflik Rusia dan Ukraina.

9. Kebijakan negara

Suatu negara yang memiliki kebijakan, seperti regulasi deforestasi untuk menjaga habitat satwa liar, menjadi tantangan serius bagi ekspor komoditas sawit dan kopi. Bila negara pengekspor mampu memenuhi syarat dari kebijakan tersebut, kegiatan ekspor berjalan lancar, tetapi hal ini berlaku sebaliknya.

Next: Sektor Manufaktur di Indonesia: Kinerja, Tantangan, dan Besaran Gajinya

2026: Proyeksi Bidang Ekspor Impor dan Gaji di Bidang Ini

Target ekspor barang dan jasa

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan outlook ekspor Indonesia tumbuh 5,3% hingga 6,9% pada tahun ini. Pertumbuhan ini setara dengan nilai ekspor USD341,63 miliar hingga USD346,16 miliar dollar AS. Bila kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp16.880, maka nilai ekspor itu setara Rp5,7 kuadriliun sampai Rp5,8 kuadriliun.

Proyeksi ekspor ini berasal dari barang senilai USD298,02 miliar hingga USD302,55 dan jasa senilai USD43,61 miliar. Bila target ini terpenuhi, maka ekspor menyumbang sekitar 22,10% sampai 22,40% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Namun, Budi juga melihat perkembangan global pada 2026, sehingga target ekspor perlu bertindak realistis. Pihaknya berharap berbagai upaya pemerintah, seperti perjanjian dagang dan perwakilan Indonesia di luar negeri dapat mendorong kinerja ekspor agar sesuai dengan proyeksi.

Gaji karyawan ekspor impor

Tak lengkap jika mengenal ekspor impor tetapi tidak mengetahui besaran gaji karyawan di industri ini. Merujuk informasi di atas, pihak yang melakukan kegiatan bisnis di bidang ekspor impor harus mengantongi izin usaha dari pemerintah. Mereka bisa disebut sebagai perusahaan ekspor impor, agen ekspor impor, atau trading firm.

Di perusahaan tersebut memiliki beberapa posisi dan kategori level, mulai dari junior, supervisor, atau manajer. Berdasarkan data Peoplyee Salary Guideline 2026, gaji karyawan di perusahaan ialah:

  • Accounting atau finance: junior Rp6 juta, supervisor Rp11 juta, dan manajer Rp17 juta
  • Sales dan marketing: junior Rp6 juta, supervisor Rp9 juta, dan manajer Rp17 juta
  • Supply chain atau logistik: junior Rp6 juta, supervisor Rp14 juta, dan manajer Rp22 juta
  • Human resources: junior Rp7 juta, supervisor Rp12 juta, dan manajer Rp25 juta
  • IT developer atau engineer: junior Rp6 juta, supervisor Rp16 juta, dan manajer Rp25 juta

Pencapaian nilai ekspor Indonesia sebesar USD282,91 miliar pada tahun lalu menjadi bukti bidang ini masih menjanjikan, baik dari sisi bisnis maupun pekerjaan. Namun, pelaku usaha perlu waspada terhadap tantangan global dan biaya logistik serta saatnya perusahaan membangun tenaga kerja terampil.

Bagi pencari kerja di bidang ini, Anda harus mengasah keterampilan teknis maupun keterampilan yang dapat dipindahtangankan agar memiliki kelincahan dalam peran yang ditangani.

Share