Sebagai anggota baru, Anda wajib mengikuti onboarding karyawan baru. Program ini akan mengenalkan Anda dengan budaya perusahaan lebih mendalam dan rekan kerja setim. Bila Anda belum mengetahui tentang program tersebut, sebaiknya cek informasi ini yang akan mengulas apa saja yang dilakukan oleh tim HR untuk menyambut karyawan baru.
Memahami Onboarding Karyawan Baru
Onboarding merupakan program bagi karyawan baru untuk mempelajari dan memahami visi, misi, dan budaya perusahaan serta mengenal tanggung jawab dan rekan setim. Pelaksanaan onboarding dapat meningkatkan keterlibatan karyawan, selama tim HR merancang program secara efektif.
Sebagai karyawan baru, Anda akan merasa senang jika perusahaan mendukung dan membuat nyaman melalui berbagai langkah onboarding. Durasi program ini bisa bervariasi, tergantung posisi dan perusahaan.
Biasanya, tim HR memiliki berbagai langkah dalam onboarding karyawan baru, terkadang mereka menyampaikan kepada Anda secara garis besar.
Ada kalanya, Anda pun bingung dan tak memiliki kesempatan bertanya lagi kepada tim HR. Meskipun ada buddy yang bertugas menemani Anda dalam satu atau dua minggu, sehingga Anda bebas bertanya hal-hal yang berkaitan pekerjaan maupun di luar itu.
Next: 14 Metode Seleksi Karyawan yang Perlu Diketahui oleh Kandidat
7 Langkah Onboarding yang Perlu Diketahui oleh Karyawan Baru
Untuk lebih memahami proses onboarding, Anda perlu mengenali langkah-langkah di bawah ini.
1. Sebelum hari pertama
Dua atau satu minggu sebelum hari pertama, tim HR akan menginformasikan kepada Anda tentang hari pertama kerja. Biasanya, mereka menginformasikan dokumen apa saja yang perlu Anda bawa untuk keperluan administrasi yang mengarah kepada pencatatan gaji, pemberian tunjangan, serta pemotongan pajak.
Anda perlu membawa alat tulis untuk keperluan tanda tangan dokumen, jika diperlukan. Bawa pula buku kecil untuk mencatat keperluan atau informasi tambahan. Siapkan pula kalimat perkenalan singkat di depan rekan kerja.
HR juga akan memberitahukan Anda tentang, jam kerja, alamat kantor, dress code, parkir, serta gambaran singkat tentang apa yang dapat Anda harapkan di hari pertama kerja. Dengan informasi tersebut, Anda dapat mengukur jarak tempuh dan jenis transportasi yang akan digunakan sehingga Anda datang tepat waktu.
2. Hari pertama
Ini bisa menjadi hari sibuk bagi karyawan baru. Pasalnya, Anda akan menerima berbagai informasi tentang semua hal yang ada di perusahaan. Mulai dari:
- Profil hingga budaya perusahaan
- Berkenalan dengan rekan kerja setim dan semua karyawan
- Menyelesaikan proses administrasi
- Memahami kebijakan dan prosedur kerja
- Melakukan serah terima peralatan kerja, serta mengetahui letak mesin fotokopi, pantry, toilet, dan ruang makan siang
Ketika mengurus administrasi, Anda bisa mencocokkan kontrak kerja dengan job offer. Jika Anda perbedaan, Anda dapat bertanya langsung kepada tim HR.
3. Bertemu pemimpin dan tim
Setelah itu, Anda akan bertemu dengan manajer dan seluruh tim untuk membahas deskripsi pekerjaan serta tanggung jawab kerja. Jika diperlukan, Anda akan mengikuti pelatihan karyawan baru ditemani oleh rekan senior. Manajer juga menjelaskan tentang aturan kerja di tim, seperti model kerja hibrida tim dan langkah mengambil cuti secara bergantian.
Anda akan dikenalkan dengan pemilik, penyandang dana, anggota dewan, dan/atau jajaran direksi, bila mereka berada di kantor, agar Anda lebih mengenal perusahaan dan para pemimpinnya. Dengan hal ini, Anda lebih mengetahui tentang proses dan ekspektasi kerja di lingkungan baru.
Next: Pertanyaan Interview: Contoh Menjawab “Kenapa Tertarik Bekerja di Sini?”
4. Berada di meja kerja
Setelah urusan administrasi selesai, Anda akan diantar ke tempat atau meja kerja. Pengaturan meja kerja tergantung perusahaan, ada yang menerapkan open space sehingga barang-barang Anda diletakkan di loker, ada pula yang menawarkan cubicle kepada karyawan.
Saat Anda memiliki meja kerja, buatlah ruang tersebut senyaman mungkin agar dapat bekerja dengan baik. Tim IT akan memberikan Anda akses terhadap akun email, komputer, telepon, pintu masuk dan keluar, serta HRIS.
5. Istirahat siang
Saat istirahat siang, manfaatkan waktu Anda untuk berinteraksi dengan buddy dan rekan kerja lain. Amati bagaimana mereka bercengkrama dan berbagi informasi internal. Ingat nama dan posisi mereka. Jika memungkinkan, Anda dapat menyimpan nomor telepon dan/atau terkoneksi di media sosial profesional, seperti LinkedIn.
6. Bertemu klien
Pada hari kedua atau ketiga, Anda mulai dikenalkan dengan klien, pelanggan, vendor, atau pihak terkait untuk lebih memahami bisnis lebih mendalam serta mendukung tujuan perusahaan.
7. Berikan umpan balik
Setiap bulan, tim HR akan meminta umpan balik Anda melalui pengisian formulir atau one-on-one meeting dengan manajer dan/atau HR. Mekanismenya tergantung budaya dan kebijakan perusahaan.
Dalam sesi pemberian umpan balik, Anda dapat menyampaikan kekhawatiran apa pun dan mengatakan apa yang telah dilakukan. Manajer dan HR akan mencatat hal-hal yang dibutuhkan oleh karyawan untuk mendukung kinerjanya.
Umpan balik ini menjadi salah satu pengukuran pada akhir masa probation. Manajer akan melihat peningkatan keterampilan dan pengetahuan agar Anda berkontribusi pada tujuan tim serta matriks penilaian lain.
Pada akhir tahun pertama, Anda diharapkan terlibat sepenuhnya dalam peran dan beradaptasi dengan lingkungan kerja, baik secara fungsional maupun sosial. Anda harus mampu mengembangkan hubungan kerja yang efektif dan memiliki pemahaman yang kuat tentang misi dan budaya perusahaan.
Sebagai anggota baru, Anda mungkin tidak merasa nyaman untuk langsung membagikan saran atau ide, tetapi tak ada salahnya untuk mencatat ide tersebut dan menyampaikannya dalam sesi bertukar pendapat atau rapat.
Ikuti informasi tentang onboarding agar Anda siap menghadapi hari pertama kerja hingga beradaptasi dengan lingkungan baru di laman ini.


