Career path yang Anda milik akan berperan besar dalam kehidupan. Pasalnya, penyusunan langkah karier akan menentukan ke mana Anda akan bekerja, apa saja keterampilan yang akan diasah, dan apa saja pengalaman yang diperoleh. Sekilas, menentukan career path itu hal mudah, tetapi tidak semudah yang dibayangkan, meski tidak sulit juga, karena Anda perlu menetapkannya agar berdampak positif pada kesejahteraan Anda di masa mendatang.
Memahami Career Path
Career path atau jalur karier merupakan strategi pengembangan karier atau serangkaian langkah yang membantu seseorang mencapai tujuan kariernya. Hal ini bisa berjalan vertikal, horizontal, maupun nonlinier menuju pekerjaan atau peran yang diinginkan oleh karyawan, baik di satu industri maupun perusahaan tertentu.
10 Tipe Jalur Karier
Di bawah ada tipe jalur karier yang diklasifikasikan berdasarkan tipe pekerjaan, keterampilan, bidang kerja, serta industri. Berikut ini klasifikasinya:
Tipe pekerjaan
1. Generalis
Karier generalis akan memahami prinsip dasar di berbagai bidang atau mempelajari berbagai fungsi pada bidang tertentu, seperti HR generalist atau marketing officer. Langkah ini akan membuat seseorang mampu bekerja untuk berbagai pemangku kepentingan dan diminati oleh perusahaan karena memahami semua hal di bidangnya, meski pemahamannya tidak mendalam.
2. Spesialis
Berkarier menjadi spesialis membutuhkan pengetahuan dan keterampilan secara mendalam. Seseorang yang mengikuti jalur karier ini jarang berganti pekerjaan atau mungkin bekerja di bidang yang sama sampai mereka mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi spesialis. Misalnya, HR yang mendalami rekrutmen akan menjadi recruiter atau talent acquisition specialist.
Keterampilan kerja
3. Creativity
Karier Anda bisa dimulai sebagai karyawan, tetapi ketika mengasah keterampilan creativity untuk diimplementasikan di tempat kerja dan hal itu berhasil, maka Anda akan melangkahkan kaki ke jenjang karier berikutnya. Misalnya, desainer grafis dengan kreativitas mumpuni dapat menduduki posisi art director.
4. Komunikasi
Karyawan yang mendalami keterampilan berkomunikasi dapat mengembangkan karier masa depan. Contohnya, seorang PR junior yang mendalami ilmu dan keterampilan komunikasi akan menjadi PR representative, lalu assistant PR director, dan terakhir menjadi director of communications.
Next: Lima Jenis Career Path yang Perlu Anda Ketahui
Bidang kerja
5. Administrasi
Seseorang yang memulai karier di bidang kerja administrasi bisa menapaki posisi sebagai office manager, bila ia mempelajari seperangkat langkah-langkah di bidangnya.
6. Customer service
Dalam bidang customer service (CS), seseorang dapat memulai CS representative, lalu menjadi inside salesperson, outside salesperson, major account salesperson, dan pada akhirnya menjabat sebagai regional sales manager.
7. Engineering
Di bidang ini, Anda dapat memulai sebagai junior engineer, kemudian senior engineer, project manager, selanjutnya dipromosikan menjadi engineering consultant.
8. Human resource
Dalam bidang atau fungsi human resources (HR), seseorang dapat memulai karier sebagai HR officer, lalu compensation and benefits specialist, assistant HR director, dan pada akhirnya menjadi HR director.
Industri
9. Advertising
Tipe industri ini cukup dinamis bagi karyawan yang memiliki jalur karier vertikal maupun horizontal. Misalnya, social media officer dapat menekuni digital ads sehingga menjadi digital marketing specialist.
10. Retail
Di industri ritel pun demikian, Anda menjajaki tangga karier ke atas atau ke samping untuk mendapatkan pengalaman serta keterampilan mendalam. Contohnya, mulai berkarier menjadi assistant store manager, store supervisor, department manager, hingga akhirnya menjadi regional manager.
Next: 3 Kiat Membangun Keterampilan AI Bagi Pencari Kerja
6 Cara Menyusun Career Path
Bagi Anda yang ingin menyusun career path, buatlah jalur pengembangan karier membantu Anda tumbuh dan berkembang. Dengan tujuan tersebut, Anda mengetahui kapan harus mencari peluang baru atau mengembangkan keterampilan baru.
1. Nilai diri sendiri
Sebelum menyusun career path, sebaiknya Anda menilai atau mempelajari diri sendiri terlebih dahulu. Misalnya, memahami tipe kepribadian, nilai, keyakinan, keterampilan, bakat, dan minat sehingga Anda mengetahui pekerjaan yang cocok dan tidak cocok. Anda juga bisa memanfaatkan jasa profesional pengembangan karier dan mengikuti tes karier.
2. Buatlah daftar pekerjaan
Setelah menilai diri sendiri, Anda dapat membuat daftar pekerjaan yang ingin dijelajahi, tulis keterampilan yang perlu dikuasai, dan identifikasi karier untuk pekerjaan masing-masing. Ini menambah pemahaman Anda tentang pekerjaan yang diminati dan pekerjaan pekerjaan yang kurang diminati tetapi menguasai keterampilannya.
3. Pelajari peluang karier
Jika pilihan pekerjaan sudah mengerucut, saatnya Anda mempelajari peluang karier tersebut. Mulai dari meneliti job description, persyaratan kerja, pengalaman dan keterampilan yang akan diperoleh, hingga jenjang jabatan. Jika memungkinkan akses tentang informasi terkini dunia kerja, seperti laporan WEF atau McKinsey, dan kondisi prospek kerja di daerah Anda. Bila ada persyaratan yang kurang cocok dengan nilai atau tidak ingin Anda penuhi, coret saja jenis pekerjaan tersebut.
Anda juga dapat mencari individu yang telah lama bekerja di bidang tertentu–yang Anda inginkan–dan bertanya sebanyak-banyaknya kepada yang bersangkutan. Sebaiknya, Anda bertanya ke orang yang kredibel dan mempunyai jaringan profesional kuat di bidangnya.
4. Buatlah pilihan karier
Buatlah pilihan dengan bebas, sehingga memungkinkan Anda berganti karier kapan pun jika diperlukan atau pilih karier yang menawarkan peluang bertumbuh. Anda juga perlu mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan perubahan dunia bisnis yang berpengaruh pada pasar kerja. Tak ada yang salah dengan berganti karier beberapa kali dalam hidup Anda.
5. Temukan pekerjaan
Temukan pekerjaan yang sesuai dengan career path dan tujuan Anda. Cek kualifikasi dan tanggung jawab kerja, lalu selaraskan dengan tujuan karier. Jika Anda baru saja mendapatkan pekerjaan, buat prediksi berapa lama akan bekerja di perusahaan tersebut, pelatihan apa saja yang akan diambil, keterampilan yang dikuasai, dan hambatan yang akan dihadapi dan bagaimana mengatasinya.
6. Monitor perjalanan karier
Monitor perjalanan karier terhadap career path secara berkala untuk membuat penyesuaian dalam hidup Anda. Mengingat dunia terus berubah, maka ada kemungkinan Anda menemukan minat baru atau ada tren industri baru yang mengubah tujuan. Jadi, adaptasi dan fleksibilitas adalah kunci.
Menyusun career path dapat mendorong Anda untuk mengambil kendali penuh atas perjalanan profesional. Memiliki jalur karier yang jelas juga membuat Anda bertindak lebih proaktif dan bersedia untuk terus belajar.
Jadikan career path tak hanya sekadar mencari pekerjaan, juga untuk membangun karier yang bermakna.


