Blog
Recruitment and Selection·

Perbedaan Job Title dan Job Position yang Perlu Dicermati Kandidat

Perbedaan job title dan job position sering membingungkan kandidat. Padahal, memahami keduanya penting untuk menyusun CV yang tepat agar menarik di mata recruiter.
Peoplyee perbedaan job title dan job position

Sering kali kandidat merasa bingung jika dihadapkan dengan perbedaan job title dan job position. Yang Anda perhatikan hanya lowongan kerja, padahal di dalamnya terdapat beberapa bagian yang bisa diperhatikan dan menjadi bekal Anda dalam sesi wawancara kerja. Mengetahui perbedaan job title dan job position juga dapat memperjelas peran dan tanggung jawabnya. Apakah Anda sudah mengetahui perihal yang berbeda pada keduanya?

Job Title Vs. Job Position

Bila Anda ingin mengetahui perbedaan keduanya dalam dunia rekrutmen, hal yang terpenting adalah mengetahui definisinya terlebih dahulu.

Job title merupakan label yang diberikan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Ini membantu perusahaan menyusun organisasi mereka dan membedakan antara karyawan berbagai tingkat pengalaman atau tugas yang berbeda. Job position adalah tanggung jawab spesifik yang Anda miliki di perusahaan tersebut.

Contohnya, jika Anda mempertimbangkan berkarier sebagai customer service representative (CSR), maka temukan lowongan pekerjaan dengan judul CSR specialist atau CSR staff. Meski demikian, job title sama tetapi bisa memiliki perbedaan dalam tanggung jawab. Hal itu tergantung perusahaannya, karena ada perusahaan yang ingin menangani masalah klien dan ada pula yang mengutamakan proses pengembalian produk.

Umumnya, karyawan yang bekerja dalam peran tersebut memiliki serangkaian keterampilan dan pengalaman yang serupa. Mereka mengkhususkan diri dalam bidang layanan pelanggan, meski ada perbedaan di setiap perusahaan.

Next: 10 Faktor yang Memengaruhi Kesuksesan Total Rewards Package

Perbedaan Job Title dan Job Position

Job title

Ini berfungsi untuk menciptakan hierarki melalui penamaan jabatan atau label yang sesuai dengan nilai perusahaan. Dengan kata lain, job title dapat memberikan tingkatan karyawan satu sama lain hingga mendefinisikan proses pelaporan antar karyawan.

Jabatan dapat berfokus pada fungsi, tetapi tanpa menyebutkan tanggung jawab, spesialisasi, atau profesi tertentu.

Job title akan menentukan senioritas seseorang dalam perusahaan. Meskipun jarang menjelaskan tugas harian secara detail, jabatan dapat memberikan petunjuk tentang jenis tugas yang ia harus lakukan dan siapa saja karyawan yang ia kelola dalam tim. Contohnya, administrative director, assistant director, chief human resources officer (CHRO), planning engineer, dan project manager.

Job position

Ini berfungsi untuk mendefinisikan tanggung jawab dan tugas sehari-hari yang seseorang lakukan. Misalnya, seorang tax and finance specialist menyelesaikan tugas-tugasnya, membantu departemen dan perusahaan mencapai tujuannya, sehingga terjadi peningkatan produktivitas secara keseluruhan.

Seseorang yang telah bekerja di perusahaan yang sama dalam waktu lama dapat mengalami perubahan job position, karena ia memperoleh lebih banyak pengalaman serta bertanggung jawab atas hal-hal yang berbeda. Sebagai ilustrasi, seorang HR generalist akan mendapatkan tanggung jawab baru setiap kali ia mendapat kenaikan gaji, meskipun jabatannya tetap sama.

Setiap job position akan “berbicara” tentang tanggung jawab karyawan di tempat kerja, yang mencakup keterampilan, pendidikan, dan pengalamannya. Biasanya, hal ini merujuk kepada profesi, seperti pengacara, akuntan, dokter gigi, dan mechanical engineer.

Next: Paket Tunjangan yang Biasa Diberikan Perusahaan kepada Karyawan

6 Langkah Menjelaskan Job Position di CV

Dalam proses rekrutmen, kandidat perlu menjelaskan job position di dalam CV. Upaya ini untuk membantu Anda menarik perhatian perekrut dan hiring manager, bahwa Anda adalah kandidat ideal pada pekerjaan tersebut.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda pertimbangkan untuk menjelaskan posisi di CV:

1. Tulis hal spesifik

Anda dapat menulis tanggung jawab kerja yang bersifat spesifik yang pernah dilakukan di perusahaan sebelumnya, lalu berikan informasi detail tentang tugas tersebut.

Jika beberapa tugas yang Anda lakukan dapat diukur, pertimbangkan untuk menggunakan angka untuk menggambarkannya. Misalnya, menjawab 30 panggilan pelanggan setiap hari, menanggapi permintaan dan meneruskannya ke departemen yang sesuai.

2. Gunakan kata kerja aktif

Kata kerja aktif adalah kata-kata yang menggambarkan tindakan spesifik yang telah Anda lakukan. Upaya tersebut memperjelas kontribusi dan pencapaian Anda dalam CV. Kalimat ini juga terkesan lebih hidup dan dinamis plus memperlihatkan bahwa Anda ialah seorang yang detail mencatat keberhasilan profesional.

3. Sertakan portofolio

Anda perlu menyertakan portofolio agar perekrut atau manajer dapat memvisualisasikan dan memahami tugas Anda dalam pekerjaan sebelumnya.

Untuk memposisikan diri Anda sebagai kandidat yang lebih cocok untuk peran yang dilamar, pertimbangkan untuk menyebutkan pencapaian yang relevan. Misalnya, jika Anda melamar pekerjaan di bidang manajemen proyek, tunjukkan kemampuan dalam pengelolaan anggaran, seperti mengelola anggaran sebesar Rp500 juta untuk merenovasi dan memperbarui ruang kantor.

4. Jelaskan hasilnya

Saat mencari kandidat ideal untuk perusahaan mereka, perekrut dan manajer sering kali fokus pada kandidat yang dapat membantu perusahaan meraih kesuksesan.

Jadi, selain menyebutkan job title Anda di perusahaan sebelumnya, jelaskan pula hasil pekerjaan. Langkah ini menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang berorientasi terhadap hasil.

Misalnya, jika posisi Anda adalah social media specialist yang bertanggung jawab mengelola akun Instagram dan LinkedIn perusahaan, maka jelaskan tentang peningkatan follower dan engagement atau tujuan yang dicapai oleh perusahaan, seperti conversion atau awareness.

5. Berikan detail

Jika job title Anda kurang jelas atau tidak mencakup semua tugas, maka berikan detail informasi, seperti maintenance technician (team lead). Detail ini untuk membantu perekrut memahami posisi Anda serta menemukan kata kunci yang relevan dengan peran tersebut.

Tulis pula detail jangka waktu bekerja dalam riwayat pekerjaan. Langkah tersebut dapat menunjukkan kemajuan profesional Anda kepada perekrut. Karena kenaikan posisi seseorang akan diikuti oleh keterampilan dan pengalaman kerja, terlebih jika ia menjalankan berbagai macam proyek.

6. Tulis di cover letter

Selain menuliskan job position di CV, Anda juga perlu mencantumkannya di cover letter. Ini akan membuat cover letter lebih efektif, karena Anda menuliskan informasi job title beserta deskripsi tanggung jawab dan pencapaian secara singkat.

Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat membuat atau menyunting CV agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Cek informasi tentang pembuatan CV di laman ini.

Share