Idealnya, kandidat membuat portofolio untuk keperluan aplikasi pekerjaan. Meski demikian, tidak semua aplikasi membutuhkan portofolio, karena yang memerlukannya lowongan kerja di bidang tertentu, seperti kreatif, teknologi, dan marketing. Bagaimana dengan kandidat yang belum memiliki pengalaman kerja? Bagaimana pula cara lulusan baru membuat portofolio? Ikuti kiat menampilkan karya Anda dalam lamaran kerja.
Memahami Portofolio di Aplikasi Pekerjaan
Portofolio merupakan kumpulan hasil karya akademis dan profesional yang menggambarkan pendidikan, keterampilan, kualifikasi, dan pengalaman seseorang. Biasanya, pembuatan portofolio bertujuan sebagai pendamping curriculum vitae (CV) sebagai syarat pengiriman aplikasi pekerjaan.
Mengingat tujuannya, maka Anda perlu membuat portofolio yang paling relevan terhadap pekerjaan yang dilamar. Pembuatannya pun harus menggunakan format yang mudah dipahami, sehingga perekrut dan hiring manager dapat menilai keterampilan Anda dalam berorganisasi maupun bekerja sama dengan orang lain.
Haruskah portofolio disertakan dalam lamaran kerja?
Tak ada yang mengharuskan, tetapi jika hasil kerja atau akademis Anda memungkinkan untuk ditampilkan ke dalam sebuah dokumen, hal itu dapat menjadi nilai tambah di mata perekrut.
Portofolio menjadi salah satu alat strategis yang dapat membuktikan kemampuan Anda secara nyata. Alih-alih menulis, “I’m proficient in ….” lebih baik menampilkan hasil karya, “This is my portfolio.”
Next: 5 Cara Membuat Portofolio Dengan Mudah
Peran yang Wajib Memiliki Portofolio
Memang, tidak semua lowongan kerja mengharuskan kandidat mengirimkan portofolio, tetapi ada beberapa peran atau industri kerja yang wajib membuatnya, yaitu:
- Industri kreatif: graphic designer, UI/UX designer, motion graphic artist, ilustrator, dan fotografer, biasanya berupa dokumen berformat jpg atau pdf
- Teknologi dan data: front-end dan/atau back-end developer, data scientist, data analyst, product manager, biasanya portofolio berisi repositori kode di GitHub
- Marketing: digital marketing, content writer, copywriter, social media specialist, SEO specialist yang berisi contoh artikel, naskah iklan, atau laporan hasil kampanye marketing
- Arsitektur dan teknik: sketsa, maket, atau hasil simulasi perangkat lunak
Bagi kandidat tanpa pengalaman kerja, portofolio terdiri dari:
- Proyek pribadi
- Tugas kuliah atau organisasi
- Hasil karya menjadi relawan atau peserta magang
Dengan membuat portofolio, kandidat dapat:
- Memberikan bukti keterampilan teknis yang dimiliki, sehingga perekrut tidak hanya fokus pada pengalaman kerja
- Menunjukkan usaha yang sudah dikerjakan
- Memperlihatkan inisiatif, semangat belajar mandiri, dan komitmen untuk terus berkembang memasuki dunia kerja
- Memasukkan elemen desain dan narasi pribadi yang mencerminkan kepribadian, gaya kerja, dan pendekatan dalam pemecahan masalah
Next: 3 Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV
4 Strategi Jitu Membuat Portofolio Tanpa Pengalaman Kerja
Di tengah persaingan bursa kerja, fresh graduate dan pencari kerja tanpa pengalaman profesional formal sering kali merasa terjebak dalam “lingkaran setan” berupa butuh pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi butuh pekerjaan untuk mendapatkan pengalaman.
Mana yang harus didahulukan? Anda harus memprioritaskan untuk membuat portofolio. Bila Anda adalah lulusan baru atau belum pernah bekerja sama sekali, maka strateginya adalah membuat proyek pribadi. Dimulai dengan:
1. Tentukan spesialisasi
Jangan melakukan segalanya, Anda hanya perlu memilih tiga hingga lima proyek yang secara spesifik dan topik relevan sesuai dengan peran yang dilamar. Contohnya, jika Anda melamar sebagai UX designer di industri F&B, buatlah proyek desain aplikasi pemesanan makanan atau desain menu untuk ditampilkan di laman perusahaan.
2. Pilih platform yang tepat
Dalam membuat portofolio, Anda tak sekadar mengirim lampiran pdf, jpg, atau word. Bila memungkinkan, portofolio harus mudah diakses oleh perekrut dan hiring manager. Jadi, pilih platform yang tepat dan sesuai dengan bidang Anda. Contohnya:
- Website: gunakan layanan website gratis seperti Wix, Wordpress, Google Sites, atau media sosial untuk mengumpulkan semua studi kasus Anda
- GitHub: platform wajib bagi developer dan data scientist untuk memamerkan kode
- Behance atau Dribbble: platform bagi designer untuk memamerkan karya visual
3. Buat proyek pribadi
Saatnya, Anda membuat dan menampilkan hasil karya Anda, lalu menunjukkannya kepada perekrut. Biasanya, hasil proyek pribadi bisa diunggah di website atau blog dan/atau media sosial. Misalnya:
- Data analyst: membuat analisis data publik, seperti data COVID-19 atau kasus keracunan MBG, dan memvisualisasikan temuan yang dapat memberikan saran pada topik tersebut
- Content writer: menulis dan mengunggah artikel berbasis SEO tentang topik tertentu atau bidang yang Anda minati di laman pribadi dan/atau membuat e-book panduan tentang cuci tangan yang benar atau pengelolaan sampah
- UI/UX designer: membuat studi kasus dan mendesain ulang (bukan kompetitor perusahaan yang dilamar) sebuah aplikasi atau situs perusahaan untuk meningkatkan fitur tertentu
- Full-stack developer: mengembangkan aplikasi mini, seperti kalkulator BMI, to-do list dengan penyimpanan data, dan hosting di platform gratis
4. Fokus pada proses
Terkadang, kesalahan fresh graduate adalah hanya menampilkan gambar hasil akhir, padahal perekrut ingin mengetahui bagaimana Anda berpikir. Jadi, pada setiap proyek, Anda perlu menunjukkan atau menyatakan masalah yang ingin dipecahkan, hal-hal yang ingin dicapai, langkah yang diambil, dan apa hasil akhirnya.
Contoh komponen portofolio berdasarkan peran:
- Digital marketing (SEO/SMM): laporan studi kasus yang menunjukkan peningkatan traffic atau engagement pada akun atau situs uji coba
- Content writer atau copywriter: membuat contoh copy iklan atau mockup, halaman landing page, dan e-mail marketing
- Data analyst: membuat beberapa notebook atau presentasi di Google Slides atau Tableau yang menjelaskan analisis data dan memberikan actionable insights
- UX designer: membuat studi kasus lengkap, dari hasil hipotesis hingga high-fidelity prototype di Figma
Portofolio ialah CV visual yang menceritakan tentang potensi Anda, yang belum mengantongi pengalaman kerja. Oleh sebab itu, pembuatan portofolio harus menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan belajar serta berinisiatif membangun suatu proyek sehingga memberikan hasil.
Jadi, mulailah langkah nyata dengan mengamati suatu masalah, memecahkannya, mendokumentasikan prosesnya, dan menjadikan aset utama Anda untuk melangkah dunia profesional. Ketika mempersiapkan portofolio, ikuti pula informasi terbaru mengenai peluang baru di laman ini.


