Blog
Career Development·

3 Social Skill yang Perlu Dimiliki oleh Pencari Kerja

Jika berencana meningkatkan karier, sebaiknya Anda menguasai seperangkat social skill. Hal itu akan membuat Anda bersemangat bekerja sehingga pengalaman dan keterampilan akan bertambah.
Peoplyee social skill dari pencari kerja

Jika berencana meningkatkan karier, sebaiknya Anda menguasai seperangkat social skill. Hal itu akan membuat Anda bersemangat dalam bekerja sehingga pengalaman dan keterampilan akan bertambah.

Kondisi tersebut dapat membuat Anda menjadi ahli di bidangnya. Bila ingin mencari peluang baru atau mengembangkan karier, asah beberapa social skill Anda.

Memahami Social Skill dari Kacamata Profesor

Profesor psikologi bisnis dari Universitas Columbia Tomas Chamorro-Premuzic mengatakan bahwa menjadi diri sendiri adalah nasihat yang buruk, karena mengarah pada pandangan narsis terhadap diri sendiri dan mengabaikan kebutuhan orang lain.

Dalam buku karyanya, Don’t Be Yourself: Why Authenticity Is Overrated, Chamorro-Premuzic menawarkan gagasan bahwa individu yang paling sukses bukan mereka yang hanya memperhatikan diri sendiri, tetapi juga mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi serta pandai memahami bagaimana orang lain memandang mereka.

Lebih lanjut, orang-orang yang sukses di tempat kerja mengetahui bagaimana memadukan social skill seperti empati dan observasi persepsi orang lain. Bagi pemimpin, mereka harus memiliki social skill yang baik karena ia akan mengetahui kapan harus berhenti memperjuangkan nilai pribadi dan mulai memperjuangkan timnya.

Next: Social Skill: Definisi, Tujuan, dan Keterampilan yang Harus Dikuasai

3 Bekal Social Skill agar Sukses di Tempat Kerja

Menurut Chamorro-Premuzic, tiga social skill yang harus dipraktikkan oleh setiap orang di tempat kerja adalah menerima masukan atau umpan balik, kesadaran sosial, serta kemampuan beradaptasi. Dengan mengasah keterampilan tersebut, Anda dapat membangun koneksi sosial dan mengembangkan karier.

1. Menerima umpan balik

Chamorro-Premuzic menjelaskan bahwa orang paling sukses yang ia kenal meminta umpan balik yang jujur ​​dan kritis dari orang lain. Biasanya, orang tersebut mampu menilai apa yang sudah dilakukan dan merasa cukup nyaman untuk memberi tahu Si Sukses. Orang sukses ingin mendengar masukan yang perlu mereka dengar, bukan apa yang ingin mereka dengar.

Daripada bertanya, “Bagaimana presentasi saya?” Chamorro-Premuzic menyarankan untuk menjelaskan pertanyaan lebih rinci, misalnya, “Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik? Apa yang bisa saya lakukan secara berbeda? Apa yang akan Anda lakukan secara berbeda dalam situasi saya?”

Jika meminta umpan balik, Anda harus menjaga ketenangan dan mendengarkan masukan atau kritik sebaik-baiknya. Jika tidak, Anda tidak mungkin menerima umpan balik yang jujur ​​lagi. Kondisi tersebut memang sulit, tetapi jika Anda mempunyai keberanian menerima umpan balik negatif, konstruktif, atau kritis, Anda akan menutup kesenjangan antara seberapa baik yang Anda kira dan seberapa baik yang telah Anda lakukan.

2. Kesadaran sosial

Chamorro-Premuzic mengatakan, menjadi cerdas secara sosial dapat memberikan manfaat besar bagi karier seseorang. Ini berhubungan saat seseorang mengelola dinamika di tempat kerja, taktik penting yang ia rekomendasikan adalah memiliki kesadaran sosial.

Orang yang memiliki kesadaran sosial mampu menganalisis situasi interpersonal dan menyesuaikan perilaku mereka tanpa terkesan berpura-pura. Dengan kata lain, ia berfokus lebih sedikit pada diri sendiri dan lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Keterampilan ini sebagai presentasi diri yang strategis, karena bertindak secara prososial dan mempertimbangkan harapan orang lain.

3. Kemampuan beradaptasi

Salah satu ciri orang sukses adalah mereka bersedia berkata, “Saya akan mencoba hal-hal yang berbeda atau melakukan hal lain, meskipun saya tidak menyukainya,” tambah Chamorro-Premuzic.

Dalam hal karier, jika tidak membatasi pilihan dan keputusan saat ini, Anda akan menciptakan diri di masa depan yang lebih kaya, beragam, dan berpandangan luas. Bagi sebagian orang, meninggalkan zona nyaman terasa tidak menyenangkan dan menyulitkan, tetapi pada akhirnya hal ini akan membuka jalan baru bagi karier Anda.

Next: 10 Keterampilan Kerja yang Paling Dicari oleh Perusahaan

Cara Menyorot Keterampilan Sosial di CV dan Wawancara Kerja

Bagaimana menonjolkan social skill bagi kandidat atau pencari kerja yang baru saja lulus?

Anda dapat menuliskannya di CV pada bagian keterampilan. Cantumkan keterampilan sosial yang spesifik dan berkaitan langsung dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya:

  • Jika melamar posisi customer service officer, tulis keterampilan Anda dalam menjaga hubungan baik dengan dosen dan teman kuliah atau rekan kerja
  • Sebutkan nama proyek tertentu yang pernah Anda jalankan bersama mereka
  • Tulis masalah yang dihadapi dan cara menyelesaikannya (resolusi konflik), semua penjelasan di atas ditulis secara singkat

Bagaimana ketika berada di sesi wawancara kerja?

Menunjukkan social skill dalam wawancara dapat meningkatkan kesan Anda di mata perekrut dan manajer. Berikut beberapa cara untuk menunjukkan keterampilan sosial pada wawancara kerja:

  • Mendengarkan pembicaraan atau pertanyaan pewawancara dengan penuh perhatian dan jawablah pertanyaan mereka setelah Anda memikirkannya secara matang
  • Mempertahankan kontak mata selama wawancara, tetapi jangan sampai pandangan mata Anda mengintimidasi mereka
  • Memperhatikan bahasa tubuh dan gerak tubuh Anda sembari menjawab dengan suara dan intonasi terjaga
  • Menggunakan metode STAR (situation, taks, action, result) saat menjelaskan pengalaman menangani proyek, bagaimana mengatasi masalah, dan menyoroti keterampilan kerja yang Anda kuasai

Bila Anda ingin memperbarui informasi tentang peluang baru sekaligus wawasan tentang proses rekrutmen, kunjungi tautan ini secara berkala.

Share