Di tengah kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang mengikuti perkembangan teknologi termasuk artificial intelligence, technical skill menjadi persyaratan dasar. Namun, ada satu poin yang nilainya justru akan meningkat di mata perekrut dan tidak tergantikan oleh mesin, yakni social skill.
Dengan social skill, seseorang dapat membangun komunikasi dan hubungan efektif dengan orang lain di lingkungan kerja, komunitas, maupun kehidupan pribadi. Apakah Anda sudah memahami social skill diri sendiri?
Apa Itu Social Skill?
Social skill atau keterampilan sosial merupakan kemampuan memungkinkan individu untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Keterampilan ini bukan bawaan lahir, melainkan perilaku yang dipelajari dan dikembangkan melalui sosialisasi, pengalaman, dan interaksi yang berkelanjutan.
Cakupan social skill cukup luas, mulai dari komunikasi lisan dan nonlisan, mendengarkan, membaca isyarat sosial, hingga conflict resolution. Beberapa cara untuk melatih keterampilan sosial antara lain:
- Bahasa yang digunakan
- Nada bicara dan volume suara
- Gerakan fisik
- Ekspresi wajah
- Bahasa tubuh
- Kontak mata saat berkomunikasi
Dalam lingkungan profesional, seseorang yang bekerja dengan tim atau berkolaborasi dengan karyawan lain perlu memiliki social skill. Dengan keterampilan ini, Anda mampu mengendalikan emosi dalam situasi menegangkan serta menyampaikan pesan secara efektif dalam penyelesaian masalah klien.
Adapun tujuan keterampilan sosial adalah:
- Memfasilitasi komunikasi: memungkinkan individu menyampaikan ide, kebutuhan, dan perasaannya dengan jelas sambil memahami pesan (verbal dan nonverbal) yang disampaikan orang lain
- Membangun hubungan sehat: menciptakan dan memelihara hubungan yang saling percaya dan suportif, baik dalam konteks pribadi maupun profesional
- Mencapai tujuan bersama: dalam hal bernegosiasi, bekerja sama, dan membangun kedekatan dengan rekan kerja serta atasan demi mencapai tujuan organisasi
- Menciptakan harmoni sosial: memungkinkan individu untuk berinteraksi secara tepat, menghindari konflik yang tidak perlu, dan mematuhi norma sosial yang berlaku sehingga dapat diterima dalam lingkungan
Next: 8 Cara Meningkatkan Keterampilan Teknis agar Mendukung Kinerja
8 Social Skill yang Perlu Diasah oleh Karyawan di Tempat Kerja
Apa pun industri, peran, atau pengalaman, keterampilan sosial bermanfaat untuk meningkatkan karier Anda. Contoh dalam kehidupan profesional dapat dilihat dalam sesi wawancara kerja.
Selama proses rekrutmen, perekrut dan/atau tim HR akan berfokus memahami cara Anda berkomunikasi sembari mencocokkannya dengan isi di curriculum vitae (CV). Untuk memahami kepribadian Anda, mereka mempelajari bahasa tubuh, mendengarkan isi pembicaraan dan kalimat yang digunakan, memperhatikan nada dan volume suara, serta kontak mata Anda.
Di bawah ini adalah seperangkat keterampilan sosial yang harus Anda miliki sebagai karyawan, praktisi, maupun pencari kerja:
- Observasi
- Active listening
- Resolusi konflik
- Empati
- Komunikasi tertulis dan lisan
- Mirroring
- Kerja sama
- Relationship management
1. Observasi
Ini ialah kemampuan memperhatikan apa yang terjadi dalam kehidupan diri dan kehidupan orang-orang di sekitarnya, baik di lingkungan pendidikan maupun profesional. Mengamati bagaimana orang lain berperilaku dalam situasi tertentu dapat membantu Anda memahami konsep kompleks, seperti dinamika kelompok, mentalitas kelompok, hubungan antara orang lain, komunikasi nonverbal, dan pemahaman umum tentang rekan kerja dan kepribadian mereka.
2. Active listening
Kemampuan ini penting dimiliki oleh karyawan maupun kandidat, karena Anda perlu memperhatikan seseorang saat mereka berkomunikasi tanpa menyela atau kehilangan fokus. Pendengar aktif mampu memperhatikan orang lain dengan saksama saat mereka berbicara serta menunjukkan rasa hormat terhadap apa yang dikatakan teman bicara. Anda dapat meningkatkan active listening dengan:
- Menghindari gangguan saat berkomunikasi
- Berfokus hanya pada pembicara
- Memperhatikan bahasa tubuh tetapi tidak ofensif
- Mengungkapkan perhatian atau apresiasi setelah teman selesai berbicara
3. Resolusi konflik
Kemampuan resolusi konflik mendorong seseorang untuk melihat masalah apa adanya dan merancang solusi yang efektif untuk menyelesaikannya. Misalnya, jika terjadi kesalahpahaman antara dua rekan kerja dan mereka meminta bantuan Anda, Anda akan berfokus pada akar permasalahannya, kemudian berupaya menyelesaikan alih-alih terlibat dalam pertengkaran. Biasanya, keterampilan ini dimiliki oleh mereka yang berada di bawah tim HR atau customer service.
Next: 10 Keterampilan Kerja yang Paling Dicari oleh Perusahaan
4. Empati
Empati adalah keterampilan untuk mengidentifikasi dan memahami perasaan orang lain dalam situasi apa pun, termasuk dalam pemilihan kata-kata. Mengungkapkan empati membutuhkan upaya kesadaran dan pertimbangan yang cermat terhadap perasaan orang lain. Bahkan hal ini dapat menghasilkan hubungan yang lebih baik di tempat kerja. Contoh kalimat berempati:
- Saya prihatin atas apa yang terjadi pada Anda
- Saya memahami apa yang Anda alami
- Saya turut prihatin mendengar Anda merasa seperti ini
5. Komunikasi tertulis dan lisan
Komunikasi tertulis dan lisan atau verbal merupakan dua komponen penting dari social skill. Saat menulis atau berkomunikasi secara verbal, Anda sedang mengekspresikan diri kepada orang lain, sehingga menggunakan bahasa, ejaan, dan tata bahasa dengan tepat sangat penting agar penyampaian pesan berlangsung efektif.
6. Mirroring
Mirroring ialah tindakan meniru bahasa tubuh dan emosi teman bicara agar mereka merasa nyaman dan dipahami. Keterampilan ini berguna bagi mereka yang pekerjaannya melibatkan interaksi dengan orang lain, seperti tim sales, customer service, dan layanan kesehatan. Dengan mirroring, Anda dapat membangun hubungan baik dan mencapai kesepakatan dengan klien atau pelanggan.
7. Kerja sama
Social skill lain yang tak kalah penting adalah kerja sama. Kemampuan ini membuat Anda bekerja sama dengan baik dengan orang lain demi mencapai tujuan bersama. Misalnya, tim marketing bekerja sama dengan tim sales untuk meningkatkan penjualan di platform e-commerce atau tim IT bekerja sama dengan tim marketing dalam pembuatan landing page.
8. Relationship management
Kemampuan relationship management bermanfaat untuk membina, mengembangkan, dan memelihara hubungan dengan pihak lain. Keterampilan ini sangat penting bagi tim customer service atau tim sales yang berhubungan langsung dengan klien. Selain itu, jajaran eksekutif juga membutuhkan relationship management yang baik guna membangun ikatan dengan investor, pemangku kepentingan, dan supervisor.
Bagi kandidat yang berencana mencari peluang baru maupun karyawan yang ingin meningkatkan karier, praktikkan seperangkat social skill di atas untuk menunjang aspirasi karier Anda.


