Blog
Interview Tips·

4 Strategi Menghadapi Situational Interview dan Contohnya

Situational interview merupakan metode wawancara yang mengukur kemampuan kandidat serta mengukur keterampilannya di masa mendatang.
Peoplyee strategi hadapi situational interview

Situational interview merupakan metode wawancara yang mengukur kemampuan kandidat serta mengukur keterampilannya di masa mendatang. Metode tersebut dianggap oleh pewawancara cukup tepat dalam menghilangkan bias dalam proses wawancara kerja, sehingga pencarian calon karyawan berjalan secara objektif. Ketika Anda menghadapi pertanyaan situational interview, inilah kesempatan untuk menunjukkan diri bahwa Anda berorientasi ke depan.

Perbedaan Behavioral dan Situational Interview

Ada beragam jenis pertanyaan wawancara yang digunakan oleh perekrut dan/atau hiring manager. Dua metode yang kerap mereka gunakan adalah behavioral dan situational interview. Apa perbedaannya?

Situational interview

Pada umumnya, pertanyaan wawancara situasional berupa pertanyaan hipotesis. Pertanyaan ini mirip dengan behavioral interview, tetapi berfokus pada masa depan.

Pertanyaan situasional akan mengukur bagaimana seseorang akan merespons suatu situasi, bukan bagaimana mereka pernah merespons situasi tersebut. Bagi pewawancara, mereka cukup mudah mengajukan pertanyaan situasional yang menantang dan melibatkan situasi kerja rumit. Dengan demikian, mereka akan melihat bagaimana kandidat memecahkan suatu masalah.

Behavioral interview

Wawancara kerja jenis ini akan menanyakan kepada kandidat bagaimana mereka merespons suatu kondisi berdasarkan pengalaman kerja sebelumnya.

Biasanya, pertanyaan behavioral interview berfokus pada masa lalu dan bertujuan menggali pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kandidat. Kandidat dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan metode STAR (situation, task, result, action) atau menceritakan situasi yang dihadapi, tantangan atau tugas yang perlu diselesaikan, tindakan yang diambil, serta hasil akhirnya.

Next: 10 Pertanyaan Interview Dan Cara Menjawabannya

4 Strategi Menghadapi Situational Interview

Untuk menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja, Anda perlu berstrategi agar perekrut dan manajer menilai positif sehingga Anda bisa melanjutkan proses ke tahap berikutnya. Inilah strategi yang perlu Anda siapkan jika menghadapi situational interview.

1. Fokus pada keterampilan

Anda perlu fokus pada keterampilan teknis dan nonteknis atau keterampilan yang bisa dipindahtangankan (transferable skills) di masa mendatang. Misalnya, pertanyaan tentang pertanyaan tentang keterampilan komunikasi, kepemimpinan, etos kerja, dan time management.

2. Jelaskan peran sebelumnya

Saat berbagi pengalaman dengan perekrut dan manajer, Anda perlu menjelaskan peran di tempat kerja sebelumnya guna menunjukkan rasa kepemilikan atas pencapaian kerja. Jika menghadapi pertanyaan hipotesis atau pertanyaan dengan situasi yang belum pernah Anda jalani, mintalah waktu untuk berpikir, lalu menjawabnya dengan menggunakan pengalaman sebelumnya tetapi berorientasi ke depan.

3. Katakan keterampilan Anda

Biasanya, pewawancara akan menyiapkan pertanyaan yang berkaitan dengan tanggung jawab peran yang Anda lamar. Misalnya, jika peran yang dilamar mengharuskan Anda kolaborasi antar tim, maka pewawancara meminta tanggapan Anda tentang cara kolaborasi yang efektif atau merespons pertanyaan jika Anda diminta memimpin tim besar.

4. Berikan contoh spesifik

Sebaiknya, Anda tidak memberikan jawaban yang terlalu umum. Fokuskan respons bagaimana Anda akan berkontribusi kepada tim dan prediksi hasil akhirnya. Berikan pula contoh spesifik dan jelas tentang penjelasan Anda, sehingga pewawancara dapat menilai potensi Anda sebagai kandidat yang mereka butuhkan.

Next: 6 Contoh Pertanyaan di Walk In Interview dan Kiat Mempersiapkannya

3 Hal yang Harus Anda Hindari Saat Menjawab Pertanyaan

Pertanyaan dalam situational interview bukan sekadar melihat potensi kinerja di masa depan, juga memprediksi keterampilan nonteknis kandidat, seperti kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, keinginan belajar dari kesalahan masa lalu, hingga memperkirakan kesuksesan pekerjaan pada masa mendatang.

Namun, ada tiga yang yang harus Anda hindari saat menjawab pertanyaan situasional. Apa saja itu?

1. Jangan menjawab secara dangkal

Jawaban yang dangkal, seperti perselisihan sepele dengan rekan kerja tentang tema kegiatan team building, kurang meyakinkan dibandingkan jawaban yang menunjukkan tantangan profesional yang substansial. Misalnya, konflik serius dengan manajer tentang ekspektasi pekerjaan.

Ketika menjawab pertanyaan, tunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang telah mengatasi masalah dunia kerja yang kompleks–menggunakan keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan–di bidang atau industri kerja Anda.

2. Jangan mengarang cerita

Jangan pernah berbohong atau mengarang cerita dalam hal apa pun, termasuk wawancara kerja. Bila Anda harus menjawab situasi yang belum dihadapi, maka katakan dengan jujur dan ceritakan pengalaman lain yang bersinggungan dengan pertanyaan pewawancara.

Misalnya, mengatakan, “That specific scenario is new to me, however, I believe I can demonstrate my problem solving approach using a highly relevant situation from my past where I faced a similar challenge or objective. Here's what happened…”

3. Jangan hanya membahas keterampilan teknis

Mengingat pertanyaan situasional cenderung membahas tentang keterampilan nonteknis, maka Anda jangan hanya berfokus pada keterampilan teknis. Bila pewawancara bertanya tentang hal teknis, Anda dapat menjawab dengan mengombinasikan keterampilan teknis dan nonteknis.

Mempelajari contoh pertanyaan interview ialah strategi untuk menghadapi wawancara kerja. Sebelum hari H, Anda harus mempersiapkan diri untuk mempelajari bagaimana pertanyaan dalam situational interview serta mendalami job description. Hal itu dilakukan guna mempertajam keterampilan yang dibutuhkan dalam peran tersebut.

Ikuti informasi terkini tentang peluang baru dan wawasan seputar proses rekrutmen di situs ini.

Share