Blog
Recruitment and Selection·

4 Strategi Mengoptimalkan Pencarian Kerja

Mengoptimalkan pencarian kerja bukan sekadar mengirimkan lamaran sebanyak-banyaknya, juga berstrategi agar lamaran tepat sasaran.
Mengoptimalkan pencarian kerja Peoplyee

Mengoptimalkan pencarian kerja bukan sekadar mengirimkan lamaran sebanyak-banyaknya. Pencari kerja perlu memiliki strategi yang terarah dan terukur agar lamaran tepat sasaran. Terlebih dalam lanskap ketenagakerjaan yang terus berkembang, mencari pekerjaan bukan lagi mengirimkan CV ke berbagai peran dan menunggu panggilan. Bagaimana mengoptimalkan pencarian kerja dalam kondisi yang semakin kompetitif?

Strategi Mengoptimalkan Pencarian Kerja

Di tengah kemajuan teknologi, pasar tenaga kerja pun lepas dari teknologi. Sebut saja perusahaan menggunakan applicant tracking system (ATS) untuk menyaring curriculum vitae (CV) kandidat, sementara itu, kandidat memakai artificial intelligence (AI) generatif untuk menulis CV. Hal ini menunjukkan bahwa cara kita mencari peluang karier telah berubah, maka perhatikan langkah Anda agar pencarian peluang baru berjalan sesuai aspirasi karier.

1. Manfaatkan AI

AI telah menjadi salah satu solusi bagi job seeker saat ini, karena bisa menyempurnakan pembuatan CV atau portofolio, sehingga proses membuat CV lebih efisiensi. Namun, jangan gunakan semua referensi kalimat AI generatif dalam CV Anda. Trik memanfaatkan AI antara lain:

  • Gunakan AI untuk menganalisis job description dan mengidentifikasi kata kunci yang paling relevan, tulis CV dan cover letter sesuai dengan kebutuhan perusahaan, serta gunakan kalimat yang profesional
  • Sebelum menghadiri undangan wawancara, berlatihlah dengan platform AI yang bisa memberikan umpan balik tentang nada bicara, bahasa tubuh, dan kualitas jawaban Anda
  • Cek keabsahan dan aksi korporasi perusahaan melalui mesin pencarian yang telah menggunakan teknologi AI, sehingga Anda lebih memahami tujuan dan produk atau jasa perusahaan

2. Bangun personal branding

Pencarian kerja tidak bisa lepas dari kehadiran daring seseorang, karena perekrut kerap memeriksa profil media sosial kandidat guna mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang calon karyawan. Tip berikut bisa menjadi referensi Anda dalam membangun personal branding:

  • Perbarui profil LinkedIn Anda dan gunakan kata kunci yang relevan dalam judul dan ringkasan agar mudah ditemukan oleh perekrut, karena ini mencerminkan pengalaman serta keterampilan di dunia profesional
  • Aktiflah berjejaring dengan orang lain, baik sesama peran maupun berbeda profesi, dan terlibatlah dalam percakapan di LinkedIn
  • Bergabung dengan grup profesional, ikuti akun perusahaan yang Anda minati, dan berpartisipasi dalam diskusi yang relevan untuk menemukan peluang kerja yang tidak dipublikasikan secara umum
  • Bangun portofolio berdasarkan peran Anda melalui laman pribadi, blog, atau media sosial seperti LinkedIn dan Instagram guna menunjukkan hasil kerja Anda
Next: Panduan Informasi Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate

3. Fokus pada peran

Alih-alih melamar banyak pekerjaan yang tidak sesuai, fokuskan energi Anda pada posisi yang benar-benar Anda inginkan dan kuasai keterampilannya. Misalnya, tentukan jenis pekerjaan, industri, dan perusahaan yang Anda minati, lalu riset budaya perusahaan untuk memahami nilai mereka, buat CV berdasarkan perusahaan yang menyoroti pengalaman dan keterampilan paling relevan dengan posisi yang dilamar.

Untuk mengoptimalkan pencarian kerja yang fokus pada peran, Anda perlu:

  • Identifikasi keterampilan apa yang paling diperlukan oleh industri dan Anda mampu mengembangkannya
  • Ikuti kursus daring atau program sertifikasi yang relevan guna menunjukkan kepada perekrut bahwa Anda proaktif dalam pengembangan diri
  • Ambil pekerjaan atau proyek sampingan yang memungkinkan Anda menerapkan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus membangun portofolio

4. Asah keterampilan nonteknis

Teknologi bisa berkembang pesat atau AI dapat menggantikan pekerjaan seseorang, tetapi AI tidak bisa (setidaknya, saat ini ia belum memiliki kemampuan) mengganti soft skill atau keterampilan nonteknis manusia. Jadi, tugas Anda adalah mengasah:

  • Keterampilan komunikasi agar mampu mengutarakan ide dengan jelas dan meyakinkan
  • Problem solving agar dapat berpikir kritis dan menemukan solusi pada masalah kompleks
  • Etika kerja, seperti tepat waktu, dapat diandalkan, serta bersikap responsif dan positif
Next: Mencari Kerja Di Dalam atau Luar Negeri, Pilih Mana?

Mengoptimalkan pencarian kerja di pasar kerja yang kompetitif ini membutuhkan kombinasi dari teknologi dan strategi yang terfokus pada aspirasi karier. Dengan memanfaatkan AI, membangun digital presence, dan terus mengembangkan keterampilan nonteknis yang belum bisa dikuasai oleh AI, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan impian.

Ingatlah, pencarian kerja adalah sebuah maraton, bukan sprint. Bersabarlah, tetap konsisten, dan teruslah belajar.

Peoplyee hadir untuk mendukung perjalanan profesional Anda, dengan menyediakan informasi dan sumber daya yang relevan di setiap tahap karier.

Share