Salah satu employment status yang semakin banyak diterapkan oleh perusahaan, baik skala kecil maupun korporasi raksasa, adalah pekerjaan sementara. Model ini menawarkan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan oleh kedua belah pihak. Perusahaan dapat beradaptasi cepat terhadap perubahan pasar, sementara karyawan bisa mendapatkan pengalaman yang beragam dan jadwal yang lebih fleksibel.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pekerjaan sementara? Mengapa perusahaan memilih merekrut pekerja sementara dan bagaimana kandidat dapat memaksimalkan peluang dari model kerja ini sekaligus memastikan hak-haknya terpenuhi? Mari, kita bahas di bawah ini.
Apa Itu Pekerjaan Sementara?
Definisi
Temporary employment atau pekerjaan sementara merupakan bentuk pekerjaan di mana hubungan kerja berakhir setelah periode yang ditetapkan secara objektif, seperti tanggal tertentu, tugas tertentu selesai dikerjakan, atau karyawan yang digantikan oleh pekerja sementara kembali bekerja.
Pekerjaan sementara berbeda dari pekerjaan musiman (seasonal work), karena tidak selalu terikat pada musim liburan atau cuaca, karena pekerjaan ini lebih sering dipekerjakan untuk:
- Menggantikan karyawan tetap yang sedang cuti hamil, cuti ibadah, atau cuti panjang
- Menyelesaikan proyek khusus yang sifatnya tidak rutin dan memiliki tenggat waktu yang jelas
- Digunakan sebagai periode evaluasi sebelum menawarkan kontrak sebagai karyawan tetap
Pada umumnya, pekerjaan ini dilakukan melalui dua jalur, yakni kontrak langsung dengan perusahaan untuk jangka waktu tertentu atau melalui agensi penyalur tenaga kerja (staffing agency).
Next: Seasonal Work Harus Mempersiapkan 4 Hal Ini
Hak dan kewajiban
Pekerja sementara sama seperti karyawan dengan status employment lain, yakni memiliki hak dan kewajiban yang dilindungi oleh undang-undang yang harus dipenuhi oleh perusahaan maupun karyawan.
Hak
- Gaji: karyawan sementara berhak menerima upah atau gaji sesuai kesepakatan yang tertera dalam kontrak, jumlah gaji tidak boleh kurang dari upah minimum yang berlaku di wilayah mereka bekerja
- Perlindungan sosial: pekerja kontrak dan sementara–yang tergolong karyawan pemegang PKWT–berhak diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sejak hari pertama mereka bekerja
- Kesempatan dan perlakuan yang adil: pekerja sementara harus diperlakukan adil dan setara dengan pekerja permanen dalam hal akses ke fasilitas umum, kondisi kerja, dan kesehatan serta keselamatan kerja
- Cuti: ini tergantung durasi kontrak, ada pekerja sementara yang berhak atas cuti tahunan yang dihitung secara pro rata atau sebanding dengan durasi kerjanya
Kewajiban
- Menyelesaikan proyek, tugas, atau pekerjaan sesuai kontrak dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja
- Mematuhi peraturan perusahaan, seperti wajib mematuhi jam kerja, kode etik, K3, SOP, hingga penggunaan alat kerja sama seperti karyawan tetap
- Jika kontrak berakhir sesuai tanggal yang disepakati, pekerja wajib menyerahkan semua tanggung jawab dan aset perusahaan kepada tim HR maupun orang yang bertanggung jawab mengenai hal tersebut
Next: Pertimbangkan 4 Hal Ini Sebelum Menjadi Karyawan Kontrak atau Freelancer
Alasan Perusahaan Merekrut Pekerja Sementara
Keputusan perusahaan untuk merekrut pekerja sementara tidak didasarkan pada keinginan untuk menghindari komitmen, tetapi lebih pada kebutuhan bisnis dalam efisiensi dan adaptabilitas operasional. Alasan perusahaan merekrut mereka adalah:
1. Skalabilitas operasional
Memilih pekerja sementara membutuhkan kemampuan cepat untuk menyesuaikan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh bisnis atau proyek baru. Ketika terjadi lonjakan permintaan tak terduga atau saat perusahaan meluncurkan proyek baru, merekrut pekerja sementara memungkinkan mereka meningkatkan skala operasi dengan cepat tanpa terbebani biaya jangka panjang. Sebaliknya, jika permintaan turun, mereka dapat mengakhiri kontrak tanpa proses yang rumit.
2. Mengisi kekosongan tenaga ahli
Terkadang, perusahaan membutuhkan keahlian yang sangat spesifik–seperti, data analyst untuk proyek migrasi data–yang hanya diperlukan selama enam bulan. Merekrut karyawan tetap bisa “memakan” waktu lama dan mahal. Namun, merekrut tenaga ahli sementara sementara menjadi solusi instan untuk mengisi gap keterampilan tersebut.
3. Kontrol biaya
Pekerja sementara sering kali dianggarkan di bawah biaya operasional proyek, bukan biaya gaji karyawan tetap. Hal ini membantu perusahaan menjaga stabilitas biaya gaji pokok dan mengurangi kewajiban tunjangan jangka panjang, seperti dana pensiun atau asuransi kesehatan tambahan.
4. Menilai kesesuaian karyawan
Tak sedikit perusahaan menggunakan pekerjaan sementara sebagai “masa penjajakan.” Jika seorang pekerja menunjukkan kinerja yang luar biasa, mampu beradaptasi dengan budaya perusahaan, dan proyek yang ditanganinya diperpanjang, maka perusahaan sering kali akan menawarkan posisi permanen. Hal ini mengurangi “kesalahan” dalam proses rekrutmen.
Next: Pahami Prinsip Growth Mindset bagi Fresh Graduate
Industri dan Posisi Pekerjaan Sementara
Hampir semua industri dapat menggunakan pekerja sementara, tetapi ada beberapa sektor dan posisi yang sangat bergantung pada employment status ini, yaitu:
- Teknologi: perusahaan information technology (IT) kerap menggunakan pekerja sementara karena proyek IT yang dapat diprediksi penyelesaiannya, misalnya posisi full stack developer, software developer, atau UX/UI designer guna membangun proyek tertentu atau menyelesaikan bug dalam tenggat waktu yang pendek
- Administrasi: posisi administrative assistant, data entry, project administrator, atau receptionist sering diisi oleh staf sementara untuk menggantikan staf yang cuti atau menangani peningkatan volume tugas kantor
- Manufaktur dan logistik: peningkatan produksi mendadak atau kebutuhan inventaris besar-besaran sebelum musim belanja sering kali membutuhkan tenaga kerja sementara di jalur produksi, gudang, atau pengiriman
- Keuangan: mendekati periode audit atau batas waktu pelaporan keuangan dan pajak tahunan, perusahaan membutuhkan bantuan perusahaan layanan keuangan, mereka juga membutuhkan staf sementara untuk bookkeeping atau entri data keuangan
Pekerjaan sementara dapat menjadi batu loncatan karier Anda. Untuk memaksimalkannya, Anda dapat meningkatkan keterampilan teknis maupun nonteknis yang berorientasi terhadap hasil, lalu bersikap:
- Menjadi indispensable atau tak tergantikan dalam hal memiliki etos kerja yang kuat, menghasilkan kinerja yang melampaui ekspektasi, serta melakukan perbaikan atau inovasi
- Aktif berjejaring untuk membangun hubungan profesional dengan atasan dan rekan kerja, karena mereka adalah sumber referensi atau peluang permanen terbaik Anda di masa depan
- Mendokumentasikan pencapaian atau prestasi berbentuk matriks dan data untuk memperkuat CV Anda saat melamar pekerjaan berikutnya
Pekerjaan sementara bukanlah sekadar pekerjaan iseng, ini dapat menjadi modal Anda meningkatkan keterampilan kerja sekaligus beradaptasi di dunia kerja yang dinamis. Untuk menjelajahi peluang lain, Anda dapat mengunjungi laman ini.


