Blog
Recruitment and Selection·

4 Strategi Tepat Menghubungi Perekrut di LinkedIn

Menghubungi perekrut di LinkedIn bukan hal baru. Ini memastikan CV Anda terbaca dan meninggalkan kesan profesional dan kredibel kepada perekrut.
Peoplyee menghubungi perekrut di LinkedIn

Menghubungi perekrut di LinkedIn bukan hal baru. Pasalnya, LinkedIn bukan sekadar platform media sosial bagi profesional berjejaring, juga menjadi wadah kandidat untuk menghubungi perekrut dan/atau hiring manager agar menonjol di tengah ratusan pencari kerja. Namun, menghubungi perekrut membutuhkan strategi yang cermat supaya pesan Anda tidak hanya terbaca, tetapi juga meninggalkan kesan profesional dan kredibel.

Siapa Itu Perekrut?

Sebelum mengirimkan pesan kepada perekrut, Anda perlu memahami tugas mereka agar dapat membangun hubungan baik, terutama bagi yang mencari peluang baru.

Perekrut merupakan individu yang bertugas mengisi lowongan pekerjaan bagi perusahaan, juga berperan sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis terhadap tenaga kerja yang tersedia. Ia secara aktif mencari kandidat untuk posisi yang sedang dibuka oleh perusahaan.

Ia juga dapat menjadi penasihat pencari kerja dalam proses rekrutmen. Ya, ia memastikan kandidat siap menghadapi hiring manager dalam sesi wawancara kerja. Misalnya, ia dapat memberikan panduan tentang menghadapi manajer, negosiasi gaji, budaya dan ekspektasi tempat kerja, serta dress code saat menghadiri wawancara.

Tiga jenis perekrut yakni:

  1. Perekrut berbasis retainer: perekrut ini bertindak sebagai konsultan pihak ketiga (recruitment agency atau headhunter) dan mengenakan biaya retainer kepada perusahaan (klien) untuk menemukan kandidat
  2. Perekrut berbasis kontingensi: perekrut ini bisa berupa agen rekrutmen, agen tenaga kerja, atau perusahaan outsourcing untuk merekrut pekerja berbasis kontingensi atau blue collar, tetapi bisa pula menghadirkan kandidat untuk lowongan pekerjaan yang bersifat sementara
  3. Perekrut di perusahaan: ia bekerja secara internal untuk suatu organisasi atau perusahaan dan bertanggung jawab untuk mendistribusikan lowongan pekerjaan, mencari kandidat, menyaring CV, dan menyeleksi kandidat untuk dipresentasikan kepada hiring manager
Next: Mengenal White Collar dan 9 Collar Lainnya

3 Strategi Sebelum Menghubungi Perekrut

Bila ingin menghubungi perekrut, Anda perlu meriset dan menjalankan pendekatan profesional agar bisa melebarkan sayap jejaring. Strategi yang perlu Anda persiapan, antara lain:

1. Optimalkan profil LinkedIn

Profil LinkedIn ibarat kartu nama digital, maka Anda wajib mengoptimalkannya karena perekrut kerap memeriksa laman profil kandidat. Misalnya, memperbarui riwayat pekerjaan, pendidikan, dan sertifikasi, berbagai pengalaman kerja yang berfokus pada pencapaian yang terukur, serta menggunakan kata kunci yang relevan dengan posisi yang ditargetkan.

2. Identifikasi perekrut yang tepat

Sebagai pencari kerja, Anda tidak boleh menghubungi sembarang orang. Sebisa mungkin, Anda menargetkan individu yang relevan, seperti:

  • Spesialisasi: ikuti akun perekrut yang secara khusus menangani rekrutmen untuk departemen atau jenis peran yang Anda minati
  • Perusahaan: cari perekrut di perusahaan yang memang menjadi target Anda
  • Aktivitas: perhatikan apakah perekrut tersebut aktif memposting tentang lowongan atau memberikan wawasan industri

3. Riset mendalam

Kunjungi profil perekrut dan perusahaan mereka. Carilah koneksi atau kesamaan. Misalnya, Anda dan perekrut berasal dari universitas yang sama atau Anda pernah bekerja di industri yang sama. Kesamaan tersebut bisa menjadi pembuka pesan Anda kepada mereka.

Next: 7 Sumber Lowongan Kerja Ini Wajib Digunakan Kandidat

4 Tip Menghubungi Perekrut di LinkedIn secara Profesional

Ketika menghubungi perekrut, jangan hanya Anda gunakan untuk melamar pekerjaan saja, tetapi membangun jejaring profesional pula. Jadi, kalimat pesan Anda harus ringkas, personal, dan bertujuan jelas.

1. Pilih metode kontak

Saat menghubungi perekrut di LinkedIn, Anda memiliki dua opsi, yaitu:

  • Mengirim permintaan koneksi dengan catatan, di mana Anda dapat menuliskan kalimat tentang pujian karena ia telah berbagi informasi atau berterima kasih karena ia sudah memberikan materi dalam acara talkshow
  • Mengirim InMail atau pesan langsung, Anda menggunakan ini jika ingin melamar atau membahas lowongan yang spesifik

2. Perhatikan struktur pesan

Perekrut memiliki waktu terbatas, maka pesan Anda harus langsung ke intinya dan tidak memakan waktu lebih dari 30 detik untuk dibaca. Caranya:

  • Sebutkan secara ringkas alasan Anda menghubungi mereka, misalnya, tulis kalimat, “Selamat siang Pak/Bu Perekrut (nama), saya melihat profil Anda dan tertarik dengan pekerjaan yang Anda posting hari ini di (nama perusahaan) pada peran (nama peran)
  • Jelaskan nama, keterampilan, dan pengalaman Anda dapat menjadi solusi untuk perusahaan mereka, terutama jika ada lowongan yang relevan
  • Akhiri pesan dengan meminta langkah spesifik, bukan sekadar meminta pekerjaan, misalnya, “Apakah Anda bersedia meluangkan waktu 15 menit untuk berdiskusi singkat mengenai potensi kontribusi saya atau apakah ada rekan Anda yang lebih tepat untuk saya hubungi terkait peran ini?”
  • Ucapkan terima kasih karena mereka telah meluangkan waktu membaca pesan Anda dan menantikan kabar baik dari mereka

4. Etika profesional

Anda juga harus menjaga etika profesional selama proses ini, seperti:

  • Jangan spam: jangan mengirim pesan yang sama persis kepada lusinan perekrut, maka Anda perlu memersonalisasi pesan
  • Bersabar: perekrut menerima ratusan pesan setiap hari, jadi jika mereka tidak merespons, jangan mengirim pesan berulang-ulang dalam waktu singkat, dan beri jeda setidaknya satu minggu sebelum menindaklanjuti dan tindak menindaklanjutinya
  • Ucapkan terima kasih: jika mereka merespons, bahkan jika jawabannya adalah penolakan, kirim pesan singkat untuk mengucapkan terima kasih atas waktu dan arahan yang mereka berikan guna membangun peluang di masa depan
  • Prioritaskan InMail jika perlu: jika Anda memiliki akun premium LinkedIn, mengirim InMail memiliki tingkat keterbacaan yang lebih tinggi daripada permintaan koneksi dengan catatan, tetapi pastikan isinya berkualitas

Menghubungi perekrut di LinkedIn bukanlah tindakan meminta-minta, melainkan upaya personal branding dan promosi nilai diri Anda. Dengan memahami hal di atas, Anda dapat menyusun pesan yang ringkas, profesional, dan berorientasi pada solusi, sehingga meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan perhatian mereka serta membuka pintu menuju karier yang lebih menjanjikan.

Kunjungi laman ini untuk mendapatkan informasi tentang peluang karier lain.

Share