Blog
Interview Tips·

4 Tip Merespons Pertanyaan Interview tentang Kelemahan Anda

Pertanyaan interview tentang kelemahan sering membuat kandidat dilema. Ketahui alasan perekrut menanyakannya serta cara menjawab kelemahan diri secara jujur, profesional, dan tetap menunjukkan komitmen untuk berkembang.
Peoplyee pertanyaan interview tentang kelemahan diri

“Apa yang menjadi kelemahan Anda dalam bekerja?”

“What are your weaknesses?"

Pertanyaan interview ini datang dari hiring manager kepada kandidat dalam sesi wawancara kerja. Tentu, pertanyaan tersebut tak mudah dijawab sekaligus menghadapkan Anda terhadap sebuah dilema.

Jika Anda berbicara jujur tentang kelemahan, ada kekhawatiran mereka menilai buruk yang berpotensi membuat Anda kehilangan kesempatan. Bila menutupi kelemahan, cepat atau lambat mereka akan mengetahuinya. Bahkan mereka dapat mencoret nama Anda untuk tidak mengikuti proses rekrutmen saat ini dan mendatang. Bagaimana cara menjawabnya?

Alasan Pertanyaan Interview seputar Kelemahan Seseorang

Salah satu pertanyaan dalam sesi wawancara kerja ialah:

  • What are your weaknesses?
  • What are your biggest challenges?
  • What skills do you want to develop?
  • What are your areas for improvement?
Pertanyaan interview tersebut bukan bertujuan untuk mencari kesalahan kandidat. Ia ingin mengetahui kejujuran dan komitmen Anda untuk berkembang.

Ketika seseorang mengetahui kelemahannya, maka ia dapat mengidentifikasi hal-hal yang bisa diperbaiki hingga terdapat sesuatu yang lebih baik. Misalnya, ketidaksabaran dengan proses lambat, beban kerja yang serba multitasking, dan ragu-ragu membutuhkan bantuan rekan kerja. Dalam proses tersebut, seseorang akan menunjukkan ketahanan melalui lika-liku pekerjaan dan pertumbuhan pola pikir.

Bagi kandidat, pertanyaan tersebut cukup menantang, karena Anda harus memberikan mereka jawaban yang berdampak secara personal. Jawaban bisa berisi ketika Anda mengakui kesalahan atau kelemahan sekaligus menunjukkan pola pikir bertumbuh.

Untuk merespon pewawancara, Anda harus memahami job description serta teknik menyusun jawaban. Tak ada salahnya untuk mengingat pengalaman kerja terdahulu dan situasi kerjanya, karena ini bisa Anda ceritakan kepada pewawancara.

Next: 10 Pertanyaan Interview dan Cara Menjawabannya

Tip Membicarakan Kelemahan Anda

Kandidat mana yang ingin membicarakan kelemahannya di depan perekrut atau hiring manager?

Ya, kebanyakan orang enggan membicarakan kelemahan diri mereka, tetapi jika dalam wawancara kerja, mau tak mau mereka harus melakukannya.

Mengakui kekurangan dan memiliki cara untuk mengatasinya ialah sikap positif, karena seseorang mampu memecahkan masalah secara efektif. Ia juga memiliki dorongan motivasi untuk memperbaiki diri meskipun di tengah proses sangat berliku, tetapi hal itu menarik bagi manajer.

1. Bertanya kepada diri sendiri

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah Anda bertanya kepada diri sendiri, seperti apa kelemahan saya, apa yang saya lakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, siapa yang membantu saya melakukan hal itu, berapa lama saya melakukannya, dan apa dampak positif dari upaya itu. Pastikan kekurangan Anda adalah dapat diperbaiki melalui pelatihan dan usaha terus-menerus.

2. Ubah menjadi tantangan

Setelah itu, buat narasi Anda mengubah kelemahan menjadi tantangan yang siap ditaklukkan. Contohnya, Anda adalah seorang perfeksionis yang kerap mengerjakan tugas melampaui deadline, akibat perubahan yang sering dilakukan, tetapi dengan perencanaan kerja, jadwal yang ketat, poin tugas yang jelas, dan bimbingan dari senior, Anda mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Jika memungkinkan tunjukkan hasil kerja Anda sebelumnya.

3. Jelaskan langkahnya

Tak ada salahnya untuk menjelaskan setiap langkah yang Anda gunakan untuk mengatasi kelemahan atau tantangan. Misalnya, proyek besar dipecah menjadi tugas yang lebih kecil, sehingga Anda dapat bekerja dengan tekun sambil berupaya mencapai hasil akhir yang terbaik.

4. Selaraskan dengan job description

Menjawab pertanyaan wawancara tentang kelemahan membutuhkan kesadaran diri. Jadi, Anda harus menyelaraskan jawaban terhadap job description serta budaya perusahaan agar manajer menilai Anda telah melakukan riset tentang perusahaan mereka.

Sebelum menjawab pertanyaan interview tentang kelemahan diri, Anda harus mengingat beberapa hal berikut ini:

  • Bersikap bijaksana agar respons tetap profesional dan menghindari terlalu banyak berbagi detail pribadi dan orang lain
  • Fokus pada pengembangan diri guna mengatasi tantangan dan upaya apa saja yang berhasil dilakukan
  • Jujurlah ​​tentang area yang perlu Anda tingkatkan, karena ini menunjukkan kerendahan hati dan pola pikir yang berorientasi pada pertumbuhan
  • Tekankan kemauan untuk belajar, terbukaan terhadap perubahan, siap menerima umpan balik untuk mengatasi kelemahan Anda
  • Tonjolkan kemampuan Anda untuk mengimbangi kekurangan, seperti Anda yang merasa kesulitan mengatur waktu, berusaha membuat pengingat dan menjadwalkan waktu agar tidak melewatkan deadline
Next: Siapkan Jawaban Untuk Pertanyaan di Walk In Interview

Contoh Menjawab Pertanyaan, “What are Your Weaknesses?”

1. Delegation

“My biggest challenge has been the tendency to take on too many responsibilities myself. In the past, I hesitated to delegate, which I later realized inadvertently prevented my colleagues from showcasing their strengths or contributing their expertise. After receiving feedback from my manager, I practiced self-reflection and identified that my hesitation stemmed from a personal discomfort with 'giving orders.' Since then, I have actively worked on my leadership style, shifting my perspective to see delegation as a form of team empowerment rather than just offloading tasks. By being more mindful of my capacity and trusting my team’s capabilities, I’ve significantly improved our collective efficiency. This has not only strengthened my communication and leadership skills but has also eliminated the need for unnecessary overtime. For the past six months, I’ve maintained a highly productive schedule that ensures both I and my team work effectively within standard hours.”

2. Asking questions

“Early in my career, my natural enthusiasm for new projects sometimes led me to jump into execution before fully clarifying the specific goals or expectations. Because I was eager to deliver results, I would occasionally overlook small details, which led to avoidable rework or last-minute overtime to correct misunderstandings. To address this, I developed a 'pause-and-digest' protocol. Now, whenever I receive a new assignment, I take a dedicated moment to analyze the requirements and return to the stakeholders with targeted questions. This simple shift ensures we are aligned from day one. In the last year, this proactive approach has drastically reduced rework, allowing me to be much more efficient with my time—so much so that I’ve been able to spearhead a passion project within the company that adds additional value to our department.”

3. Public Speaking

“In the past, I found speaking to large groups to be a bit intimidating, which I recognized was a hurdle to my professional growth. To overcome this, I took a proactive approach by joining a local Master of Ceremonies (MC) club to practice in a high-stakes yet supportive environment. Through consistent practice, I have significantly improved my confidence and ability to convey complex ideas clearly to an audience. I now view public speaking as a powerful tool for influence and alignment, and I am much more comfortable presenting to stakeholders and leading large team meetings.”

Memang, menjawab pertanyaan interview tentang kelemahan diri cukup rumit. Anda tetap mengutamakan kejujuran dengan kalimat strategis, tetapi jangan berbagi informasi yang berlebihan. Ikuti informasi tentang pertanyaan wawancara kerja di laman ini.

Share