Salah satu pertanyaan interview yang cukup sulit untuk dijawab adalah tentang alasan Anda di-PHK. Buat “korban” PHK, Anda merasa kesulitan menjelaskannya, terlebih jika keputusan itu datang dari pihak manajemen dan tidak terkait dengan kinerja Anda.
Bagaimana cara menjelaskan situasi Anda dalam wawancara kerja? Bagaimana menjelaskan PHK tersebut tidak berdampak negatif pada Anda selama proses wawancara? Jika Anda membutuhkan contoh atau referensi jawaban tentang pertanyaan interview ini, cek informasi di bawah ini.
Mengapa Pewawancara Ingin Mengetahui Alasan Anda Di-PHK?
Pertanyaan interview tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) kerap kali sulit dijawab oleh kandidat. Pasalnya, membicarakan tentang kehilangan pekerjaan dalam situasi apa pun memang terasa tidak nyaman, termasuk menjelaskannya kepada pewawancara.
Tak dapat dipungkiri, kondisi tersebut cukup rumit bagi Anda, tetapi hak PHK bukan pada karyawan. Ada beragam alasan keputusan PHK yang datang dari manajemen, seperti perampingan, merger dan akuisisi, perubahan model bisnis, hingga perusahaan berhenti beroperasi, sehingga menyebabkan karyawan tidak bisa bekerja pada kondisi tersebut. Namun, ada pula PHK dikarenakan karyawan telah melakukan kesalahan, seperti korupsi atau melakukan tindak pidana yang membahayakan rekan kerjanya.
Bila alasan PHK karena keputusan manajemen, Anda tak perlu ragu untuk mengatakannya kepada pewawancara.
Di balik pertanyaan interview tentang, “Mengapa Anda di-PHK?” atau “Apa alasan perusahaan mem-PHK Anda?” yang dilontarkan oleh perekrut atau manajer, mereka ingin melihat bagaimana Anda mengatasi kesulitan.
Mereka juga ingin memastikan bahwa Anda di-PHK bukan karena perilaku buruk. Lebih dari itu, mereka menilai bagaimana Anda dapat bertanggung jawab atas peristiwa tersebut serta menunjukkan perkembangan personal dan profesional selepas dari PHK.
Next: 10 Pertanyaan Interview Dasar dan Cara Menjawabannya
Cara Menjawab Pertanyaan Interview tentang “Kenapa Anda di-PHK?”
Strategi terbaik untuk menjawab pertanyaan tentang alasan di-PHK adalah menanggapi dengan singkat dan langsung ke intinya. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah:
- Katakan sejujurnya tentang alasan PHK
- Tidak perlu memberikan penjelasan panjang lebar
- Jangan terlalu banyak merinci tentang apa yang terjadi
- Jangan berbohong selama proses rekrutmen karena berakibat tidak mendapatkan pekerjaan dan merusak reputasi
Berikut ini contoh menjawab pertanyaan wawancara tentang alasan PHK:
1. Fokus peluang baru
Anda dapat memberikan jawaban yang berfokus pada pencarian pekerjaan baru yang sesuai keterampilan dan kualifikasi Anda setelah di-PHK. Setelah itu, arahkan perbahasan bahwa Anda adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan tersebut.
“While my previous role recently concluded, I view this transition as a valuable chance to refine my career trajectory. It has given me the focused opportunity to research roles that are a stronger, more precise fit for my current qualifications and long-term interests. My research has consistently pointed me toward opportunities like this one. Specifically, I’ve been eager to apply my skills in adopting and maximizing new technology. Could I share more about how that experience relates directly to this position?”
2. Fokus hal positif
Jika Anda ingin menjawab secara positif, soroti Anda dan atasan memiliki komunikasi yang baik. Meski terdampak PHK, Anda tidak menyimpan dendam terhadap yang bersangkutan.
“My tenure at the previous organization recently ended as a result of organizational changes (or: a shift in departmental priorities). Rather than attempting to force a fit, my manager and I had an honest conversation and concluded that this transition provided a perfect opportunity for me to pivot. I am now strategically targeting roles that allow me to fully utilize my core qualifications and interests. I view this as a beneficial, clarifying experience, and I am now ready to immediately apply my refined focus and energy to your team.”
Next: 4 Contoh Menjawab Pertanyaan Interview tentang Kondisi Pekerjaan Sebelumnya
3. Fokus pada kualitas pekerjaan
Bila Anda di-PHK bukan karena kesalahan, sampaikan dan jelaskan tentang kualitas pekerjaan Anda.
“The company made a strategic decision to outsource my role overseas. While I was disappointed to leave, I'm proud of the work I did there, which was consistently recognized with excellent performance reviews.”
4. Jawaban singkat
Perekrut dan manajer memahami bahwa PHK bisa terjadi pada karyawan terbaik sekalipun. Jadi, sampaikan saja Anda terkena efisiensi.
“The company underwent multiple organizational changes. I navigated several earlier restructurings successfully, but my role was unfortunately impacted in the most recent one.”
5. Fokus pada pembelajaran
Katakan ke perekrut jika Anda merasa pekerjaan tersebut tidak sesuai, tetapi Anda dapat belajar hal itu dan menerima keputusan PHK.
“My experience in that role was a valuable learning opportunity that shaped my understanding of my ideal work environment. I perform at my best and deliver the most value in a team-oriented setting with clear structure, which is why I was so drawn to this position at your company.”
Next: Pertanyaan Interview: 3 Kiat Menyusun Jawaban tentang Integritas
4 Tip Memberikan Respons dalam Sesi Wawancara Kerja
Membahas PHK dapat membuat seseorang yang terdampak tidak nyaman. Dalam hal mempersiapkan wawancara kerja, sehingga Anda perlu mempersiapkan semua materi sebelum hari H. Tip berikut dapat menjadi referensi Anda untuk merespons perekrut dalam sesi wawancara:
1. Berlatih menjawab
Mengingat berlatih adalah kunci keberhasilan, maka Anda harus mempersiapkan materi dan melatih diri untuk merespons pertanyaan perekrut tentang PHK. Jika Anda merasa malu, ingatlah bahwa dunia kerja beberapa tahun ini telah berubah. Ada pekerjaan yang hilang, ada pula yang muncul karena respons perkembangan teknologi.
2. Percakapan positif
Usahakan agar percakapan tetap berjalan positif. Fokuslah pada keterampilan dan kemampuan kerja serta mengaitkannya dengan kualifikasi yang tercantum dalam job description. Dengan cara ini akan menunjukkan kepada pewawancara betapa Anda cocok pada pekerjaan tersebut. Saat percakapan menyinggung soal alasan layoff, Anda bisa berbicara terus terang tetapi tidak perlu membahasnya panjang lebar. Lalu, lanjutkan membicarakan keterampilan Anda yang bisa mendukung lowongan kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.
3. Jangan sebutkan hal negatif
Wawancara kerja adalah momen Anda memasarkan diri sendiri, sehingga menyebutkan istilah atau kalimat negatif. Simpan pendapat negatif Anda tentang rekan kerja yang pernah meremehkan kemampuan Anda atau manajer yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya. Bila Anda membicarakan kejelekan mereka, pewawancara akan berasumsi Anda membicarakan mereka di lain waktu.
4. Jangan berbohong
Sebenarnya, tak perlu malu untuk mengakui bahwa perusahaan telah mem-PHK karyawan, termasuk Anda. Jika Anda berbohong tentang hal ini, kemungkinan besar pewawancara akan mengetahuinya sehingga Anda kehilangan kesempatan untuk kembali bekerja. Sekali lagi, bersikaplah jujur, tetapi jangan menjelaskan secara berlebihan, terlebih jika hal tersebut berhubungan dengan kebijakan manajemen lainnya.
Ikuti informasi peluang terkini dan wawasan tentang sesi wawancara kerja di laman ini.


