Ringkasan artikel
- Career interest adalah minat seseorang terhadap bidang pekerjaan, aktivitas, keterampilan, atau lingkungan kerja tertentu
- Mengenali career interest dapat membantu seseorang memahami profesi yang sesuai dengan minat dan potensinya
- Seseorang perlu menggabungkan pemahaman tentang career interest dan career research agar dapat mempelajari peluang karier yang lebih luas lagi
Career interest merupakan ketertarikan seseorang terhadap jenis pekerjaan, aktivitas, keterampilan, atau lingkungan kerja tertentu. Ketertarikan tersebut dapat dipengaruhi oleh beragam hal, seperti nilai dan pandangan hidup hingga pengalaman.
Mengenali tipe career interest dapat membantu Anda mengeksplorasi pilihan pekerjaan yang berpotensi memberikan kepuasan kerja. Tak hanya itu, career interest berperan penting dalam perkembangan karier Anda dari fresh graduate hingga ke tahap lebih tinggi.
6 Tipe Career Interest plus Contohnya
Untuk mengenali tipe career interest Anda, berikut ini enam tipenya plus karakteristik dan contohnya:
1. Conventional
Tipe peminatan ini cocok buat orang-orang yang menyukai hal-hal konvensional, yakni pekerjaan terstruktur, keteraturan, pencatatan, pengelolaan data, serta perhatian terhadap detail. Mereka cenderung nyaman dengan pekerjaan sesuai prosedur yang jelas, seperti:
- Akuntan
- Staf administrasi
- Office manager
- Analis kredit
- Personal assistant
2. Social
ocial lebih tertarik kepada kegiatan yang melibatkan komunikasi, kolaborasi, pengajaran, pendampingan, atau penyelesaian masalah. Individu dengan minat ini dapat menikmati interaksi sosial dan bekerja bersama dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.
Orang bertipe sosial akan senang menjelaskan informasi kepada teman bicara, mendengarkan masalah orang lain, dan membantu menemukan solusi dapat mengeksplorasi karier di bidang pendidikan, layanan pelanggan, atau konseling. Profesi yang cocok dengan tipe ini:
- Guru
- Psikolog
- Ahli nutrisi
- Career consultant
- Customer service
3. Investigative
Individu bertipe investigatif memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir analitis, gemar meneliti, serta beraktivitas yang membutuhkan pengamatan dan pemecahan masalah. Orang dengan minat ini cenderung tertarik memahami penyebab suatu peristiwa, mempelajari informasi secara mendalam, atau mencari solusi berdasarkan data dan bukti. Jadi profesi yang cocok, antara lain:
- Ahli biokimia
- Antropolog
- Analis data
- Peneliti
- Dokter
4. Artistic
Orang dengan tipe career interest artistik memiliki ketertarikan terhadap aktivitas kreatif, penciptaan karya, dan penyampaian gagasan melalui berbagai media. Individu dengan minat ini akan lebih menyukai pekerjaan yang memberikan ruang untuk bereksperimen dan mengembangkan ide.
Namun, minat terhadap kreativitas tidak selalu berarti seseorang harus bekerja di industri seni. Kemampuan kreatif juga dapat digunakan dalam pemasaran, pengembangan produk, dan berbagai bidang pekerjaan lainnya. Contohnya:
- Arsitek
- Graphic designer
- Content creator
- Digital marketing
- Research and development
5. Enterprising
Orang enterprising menyukai kegiatan bernegosiasi, memimpin, mengambil inisiatif, memengaruhi orang lain, serta mencapai target bisnis. Tak mengherankan jika oang-orang bertipe ini terbuka dengan tantangan yang melibatkan tujuan bersama. Karier yang bisa ditempuh, yaitu:
- Accountant executive
- Business development
- Pengusaha
- Perekrut
- Production manager
6. Realistic
Individu realistis gemar dengan aktivitas praktis yang melibatkan peralatan, mesin, material, teknologi, atau pekerjaan lapangan. Ia cenderung menyukai kegiatan yang bisa membuat, memperbaiki, mengoperasikan, atau menangani sesuatu secara langsung.
Misalnya,seseorang menikmati kegiatan memperbaiki perangkat atau memahami cara kerja mesin dapat mengeksplorasi pekerjaan teknis atau bidang teknik. Jadi, karier yang bisa mereka jalani, seperti insinyur sipil, mesin, atau listrik.
Keenam tipe career interest di atas bukan kategori yang harus dipilih secara eksklusif. Seseorang bisa memiliki lebih dari satu minat karier. Misalnya, individu yang memiliki minat artistik dan sosial menikmati pekerjaan sebagai content creator yang juga berfokus pada edukasi. Ada pula orang yang mempunyai kombinasi investigatif dan konvensional lebih menyukai analisis data serta bekerja dengan sistem yang terstruktur.
Next: 10 Contoh Tujuan Karier yang Realistis dan Cara Mencapainya
Peoplyee Insight
Bagi kandidat maupun karyawan, Anda perlu menggali career interest agar memahami aktivitas dan bidang pekerjaan yang menarik. Peoplyee menyarankan Anda untuk melakukan career research guna mempermudah penggalian minat karier.
Apa manfaat career research? Untuk mengumpulkan dan mengevaluasi informasi tentang profesi, industri, tanggung jawab pekerjaan, kualifikasi, lingkungan kerja, gaji, serta peluang perkembangan karier.
Sebelum memutuskan berkarier atau berpindah karier, Anda perlu menggabungkan kedua hal di atas dengan referensi langkah seperti ini:
- Mengenali kegiatan, bidang, dan lingkungan kerja yang disukai
- Cari pekerjaan yang berkaitan dengan minat dan keterampilan yang dimiliki
- Lakukan career research dengan mempelajari tanggung jawab, persyaratan, lingkungan kerja, dan peluang setiap profesi
- Evaluasi kesesuaian pekerjaan dengan keterampilan, nilai pribadi, kebutuhan finansial, dan tujuan jangka panjang
- Pilih pekerjaan yang ingin dilamar, keterampilan yang perlu dikembangkan, atau pengalaman yang perlu diperoleh
Proses tersebut membantu Anda membuat keputusan karier berdasarkan informasi yang lebih lengkap, bukan hanya berdasarkan nama jabatan, tren, atau gambaran pekerjaan dari luar. Pembahasan mengenai career research dibahas di bawah ini.
Sejak 2013, Peoplyee telah membangun database yang berisi lebih dari 500.000 profesional dari berbagai latar belakang, pengalaman, dan keterampilan. Dengan akses terhadap kandidat yang luas, kami menghadirkan peluang bagi profesional untuk mengembangkan karier sesuai kebutuhan industri. Temukan peluang kerja yang sesuai dengan profil dan tujuan karier Anda bersama Peoplyee.
Next: 7 Contoh Pertanyaan Open Ended Interview dan Cara Menjawabnya
Siapa yang Perlu Melakukan Career Research?
Career research bukan hanya kegiatan untuk fresh graduate yang belum memiliki pengalaman. Proses ini juga berguna bagi karyawan yang sedang mengembangkan karier atau mempertimbangkan perubahan profesi. Meski riset karier perlu dilakukan oleh semua orang, tetapi caranya berbeda bagi lulusan baru, karyawan junior, maupun staf senior.
1. Fresh graduate
Bagi fresh graduate, career research menghubungkan minat dan latar belakang pendidikan dengan peluang kerja yang tersedia. Semakin awal proses riset dilakukan, semakin banyak referensi relevan sebelum melamar pekerjaan.
Misalnya, seseorang yang lulus dari jurusan komunikasi, tidak harus membatasi pilihan pada pekerjaan sebagai public relations. Ia dapat mengeksplorasi profesi lain seperti social media specialist, market researcher, atau employer branding specialist. Anda juga bisa memahami minat karier mulai dari:
- Jenis pekerjaan yang relevan dengan keterampilan
- Pendidikan dan pengalaman yang dibutuhkan oleh industri
- Keterampilan teknis dan nonteknis yang perlu dikembangkan
- Gambaran tanggung jawab dan lingkungan kerja sehari-hari
- Peluang magang, program management trainee, dan pekerjaan entry-level
2. Karyawan junior
Karyawan junior yang sudah memiliki pengalaman kerja sekitar satu hingga tiga tahun bisa menggunakan career research untuk menyesuaikan pekerjaan saat ini terhadap peluang perkembangan karier.
Misalnya, seorang HR generalist yang menikmati analisis data karyawan ingin mengeksplorasi jalur karier HR analytics. Jadi, ia dapat mempelajari keterampilan analisis data, perangkat yang digunakan, tanggung jawab pekerjaan, dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sebelum seseorang berpindah haluan atau membuat keputusan karier, sebaiknya ia mengidentifikasi sembari meningkatkan keterampilan yang relevan.
3. Karyawan senior
Karyawan senior juga perlu melakukan career research, terutama ketika tanggung jawab, minat, atau prioritas hidup telah berubah. Setelah bertahun-tahun bekerja, ada kemungkinan seseorang beralih dari satu peran ke peran lain, dari staf di tim kecil ke manajemen, mengambil tanggung jawab strategis, berpindah industri, atau mengembangkan keterampilan di bidang berbeda. Contohnya, senior recruiter dapat mempertimbangkan jalur karier menuju talent acquisition manager, HR business partner, atau konsultan rekrutmen. Setiap pilihan memiliki tanggung jawab, kompetensi, dan tantangan yang berbeda.
Jadi, siapa yang perlu melakukan career research?
Ketiganya. Fresh graduate membutuhkannya untuk menentukan arah awal, karyawan junior guna mengevaluasi dan mengembangkan karier, sedangkan karyawan senior perlu menilai peluang kemajuan atau perubahan karier. Perbedaannya terletak pada tujuan dan informasi yang perlu diprioritaskan.
Mengenali career interest menjadi langkah awal untuk memahami bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan potensi diri. Namun, minat perlu dilengkapi dengan career research agar pilihan karier tidak hanya didasarkan pada ketertarikan emosional semata. Melalui riset, Anda dapat memahami tanggung jawab pekerjaan, dinamika pekerjaan, hingga peluang pengembangan karier.
Proses ini relevan bagi fresh graduate, karyawan junior, maupun karyawan senior untuk menyusun langkah karier yang lebih terarah. Dapatkan informasi tentang karier di laman ini.


