Ringkasan artikel
- Employer of record (EOR) adalah perusahaan yang menjadi pemberi kerja secara legal bagi karyawan atas nama perusahaan klien
- EOR dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang ingin merekrut karyawan di pasar baru atau melakukan ekspansi dengan proses ketenagakerjaan yang lebih praktis
- Penyedia EOR dapat membantu menangani administrasi karyawan hingga kebutuhan ketenagakerjaan sesuai regulasi
Bagi perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain, tetapi belum membangun entitas lokal, mereka perlu mempertimbangan jasa employer of record (EOR). Dengan EOR, perusahaan dapat mempekerjakan karyawan melalui entitas legal milik penyedia EOR. Dalam pengaturan tersebut, perusahaan tetap mengarahkan pekerjaan, tanggung jawab, dan aktivitas sehari-hari kepada karyawan, sedangkan EOR menangani aspek administratif dan ketenagakerjaan sesuai aturan di negara tempat karyawan bekerja.
Apa itu employer of record? Apa saja yang dilakukan oleh penyedia layanan tersebut?
Ruang Lingkup Employer of Record
Employer of record merupakan pihak yang menjadi pemberi kerja secara legal bagi karyawan atas nama perusahaan lain.
Dalam model ini, perusahaan penyedia layanan EOR memiliki atau menggunakan entitas legal yang sesuai di negara tempat karyawan bekerja. Karyawan akan dipekerjakan oleh EOR secara legal, sementara perusahaan klien tetap mengelola pekerjaan sehari-hari karyawan tersebut.
Dengan kata lain, terdapat pembagian peran antara perusahaan klien dan EOR, yaitu:
- Perusahaan klien berfokus pada kebutuhan bisnis dan pengelolaan pekerjaan, seperti menentukan tanggung jawab, target, serta aktivitas sehari-hari karyawan
- EOR menangani hubungan kerja yang menjadi bagian dari layanan, seperti kontrak kerja, penggajian, tunjangan, pajak, iuran jaminan sosial, dan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan setempat
Tugas perusahaan yang menggunakan jasa EOR, antara lain:
- Memberikan panduan kepada karyawan tentang tanggung jawab mereka
- Menentukan target dan hasil kerja
- Menetapkan prioritas pekerjaan
- Merekomendasikan struktur pelaporan
- Berkoordinasi dengan tim
- Evaluasi strategi bisnis
Konsep EOR cocok bagi perusahaan yang berekspansi bisnis ke negara atau wilayah baru guna membuka peluang mendapatkan pasar lebih luas. Ketika perusahaan belum mendirikan entitas lokal yang memakan waktu dan biaya tidak sedikit, mereka tetap bisa mengoperasikan bisnis sehari-hari dan mempekerjakan karyawan melalui penyedia layanan EOR.
Di samping itu, EOR juga dapat digunakan saat perusahaan ingin menguji pasar baru sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih besar. Dengan kata lain, jika perusahaan ingin melakukan market testing, mereka bisa menggunakan EOR untuk merekrut karyawan dengan cepat dan menjalankan bisnis lebih fleksibel.
Next: Onboarding Karyawan Baru: Cek yang Dilakukan oleh Tim HR
Apa yang Dilakukan oleh Penyedia Jasa EOR untuk Klien?
Banyak aspek pekerjaan yang bisa dilakukan oleh penyedia jasa EOR. Ruang lingkup layanan dapat berbeda antara satu penyedia dengan lainnya. Namun, beberapa aktivitas yang umum ditangani oleh mereka adalah:
1. Mempekerjakan karyawan
Perusahaan EOR menjadi pihak yang dapat merekrut dan mempekerjakan karyawan atas nama perusahaan klien secara legal. Artinya, hubungan kerja secara formal dibuat melalui entitas EOR di negara tempat karyawan bekerja. Selanjutnya, perusahaan klien akan memberikan arahan pekerjaan dan operasional bisnis harian kepada karyawan tersebut.
3. Menyiapkan kontrak kerja
Penyedia jasa EOR akan menyiapkan kontrak kerja karyawan sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan di suatu negara. Kontrak ini bersifat mengikat secara hukum antara karyawan dan perusahaan. Jika kedua belah pihak sepakat, mereka harus menandatangani kontrak tersebut.
Di Indonesia, tenaga kerja di bawah EOR akan mendapatkan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) alias karyawan kontrak. Pada umumnya, kontrak kerja berisi tentang nama dan peran karyawan, tanggung jawab kerja, hak dan kewajiban, jam dan lokasi kerja, gaji dan tunjangan, status kepegawaian, hingga jangka waktu kontrak.
3. Menjalankan proses administrasi
Setelah kandidat dipilih, perusahaan akan menjalankan onboarding karyawan baru secara daring. Sementera itu, EOR akan mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan, menyelesaikan dokumen ketenagakerjaan, serta proses administratif lain.
4. Mengelola penggajian
Penyedia EOR bertindak sebagai pengelola proses penggajian karyawan dari perusahaan klien. Mereka akan memproses penghitungan gaji dan tunjangan, pemotongan pajak dan iuran jaminan sosial, uang lembur, serta kewajiban lain sesuai regulasi ketenagakerjaan.
5. Membantu pemutusan hubungan kerja
EOR tak hanya menangani tahap awal bisnis, seperti proses rekrutmen, tetapi juga membantu pemutusan hubungan kerja (PHK). Penyedia layanan bisa menginformasikan kepada karyawan tentang PHK, waktu berakhir, lalu menyelesaikan administrasi. Proses administrasi yang akan dilakukan, seperti memberitahukan hak karyawan yang bisa diambil, memberikan kompensasi, serta surat keterangan kerja (surat paklaring) sebagai referensi dan pencairan BPJS Ketenagakerjaan.
Next: 6 Langkah Menjalankan C Level Recruitment yang Perlu Dipahami oleh HRD
Peoplyee Insight
Jika perusahaan membutuhkan tenaga kerja di suatu negara sebelum siap membangun entitas dan tim HR internal, maka pertimbangkan untuk menggunakan layanan EOR. Dengan cara ini, perusahaan bisa lebih fleksibel menjalankan kegiatan bisnisnya.
Dalam pengamatan Peoplyee, employee of record bukan sekadar layanan penggajian karyawan. Penyedia layanan EOR harus membantu perusahaan klien menangani berbagai kebutuhan administrasi yang berhubungan dengan tenaga kerja dan berdasarkan undang-undang atau peraturan ketenagakerjaan negara setempat. Mulai dari hari pertama karyawan bekerja hingga kontrak kerja berakhir. Oleh sebab itu, jika perusahaan ingin mengembangkan bisnis ke negara lain, sebaiknya memilih penyedia layanan EOR yang tepercaya dan memiliki reputasi positif.
Sejak 2013, Peoplyee telah membantu lebih dari 3.000 perusahaan menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan tenaga kerja mereka. Bersama Peoplyee, perusahaan dapat menemukan kandidat tepat untuk membangun tim dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Apa yang Menjadi Tanggung Jawab Perusahaan?
Menggunakan EOR bukan berarti seluruh pengelolaan karyawan berpindah kepada penyedia jasa. Perusahaan tetap mengelola bisnis, termasuk merekrut karyawan yang dimulai dari menyaring CV, wawancara, skill test, hingga background checking.
Jika perusahaan telah menentukan kandidat terpilih, maka ia akan menjadi karyawan di bawah penyedia layanan EOR. Secara regulasi ketenagakerjaan, Indonesia belum mengatur tentang EOR. Jadi, penyedia akan mengacu pada UU Ketenagakerjaan; PP 35/2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja, Waktu Istirahat, dan PHK; dan PP 36/2021 tentang Pengupahan yang diperbarui melalui PP No. 49 Tahun 2025.
Contohnya, perusahaan A dari Prancis ingin berbisnis di Indonesia. Mengingat perusahaan tersebut belum memiliki entitas, maka mereka menggunakan jasa penyedia layanan EOR, yakni perusahaan B. Dengan langkah ini, perusahaan A bisa menjalankan bisnis di Indonesia tanpa pendirian entitas di negara tujuan. Semua kegiatan bisnis akan dikendalikan oleh perusahaan A, sedangkan proses administrasi karyawan akan dijalankan oleh perusahaan B.
Kapan perusahaan perlu mempertimbangkan EOR?
Perusahaan dapat mempertimbangan EOR ketika mereka memiliki kebutuhan bisnis untuk:
- Memulai ekspansi secara bertahap sambil mengevaluasi potensi pasar
- Merekrut tenaga kerja di negara baru tanpa langsung mendirikan entitas lokal
- Mendapatkan dukungan administrasi ketenagakerjaan lokal ketika perusahaan belum memiliki tenaga ahli atau tim HR di negara tujuan
- Mempercepat proses rekrutmen internasional, terutama hal-hal administratif, dengan menggunakan infrastruktur ketenagakerjaan dari penyedia layanan
- Mengelola tenaga kerja lintas negara tanpa harus membangun seluruh fungsi HR-GA secara di setiap negara
Namun, EOR bukan berarti selalu menjadi pilihan yang tepat untuk setiap perusahaan. Pada akhirnya, keputusan menggunakan EOR perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional, negara tujuan, jumlah karyawan, rencana ekspansi, serta durasi operasional perlu menjadi pertimbangan sebelum perusahaan memilih model ini.
Bicarakan kebutuhan rekrutmen perusahaan Anda di sini.


