Ringkasan artikel
- Merekrut karyawan untuk posisi C level bukanlah proses rekrutmen biasa, karena memerlukan strategi yang lebih matang
- Peran dan tanggung jawab C level akan memengaruhi arah bisnis, budaya perusahaan, hingga pertumbuhan organisasi dalam jangka panjang
- Tak sedikit perusahaan yang menggunakan jasa recruitment agency untuk memperoleh individu terbaik sebagai salah satu eksekutif
Strategi C level recruitment berbeda dari rekrutmen karyawan pada umumnya. Biasanya, proses rekrutmen ini jauh lebih intensif karena C level masuk dalam kategori board of directors (BOD) atau menempati posisi kepemimpinan. Posisi tersebut berpengaruh langsung terhadap kinerja dan arah masa depan bisnis perusahaan. Bahkan tak sedikit perusahaan yang mencari kandidat dari luar dalam proses c level recruitment.
Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah Anda dan tim HR menempatkan kandidat internal sebagai jajaran eksekutif atau memilih kandidat dari luar yang mempunyai kualifikasi yang dibutuhkan oleh bisnis?
Apa Itu C-Level?
C level atau chief level merupakan kelompok jabatan eksekutif tertinggi dalam sebuah perusahaan. Huruf C mengacu pada chief, yang menunjukkan bahwa posisi tersebut memiliki tanggung jawab strategis dalam menentukan arah organisasi.
Berbeda dengan manajer yang fokus pada operasional harian, C level bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan bisnis, pencapaian target perusahaan, pengelolaan risiko, serta keberlangsungan organisasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, proses rekrutmen untuk posisi ini membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan perekrutan pada level lainnya.
Sesuai sifatnya, proses rekrutmen di level eksekutif memakan waktu lebih lama daripada untuk karyawan tingkat bawah. Alasannya, peran eksekutif perlu menguasai keterampilan khusus yang komprehensif, pengalaman bertahun-tahun, dan rekam jejak positif di bidangnya. Latar belakang pendidikan juga berperan dalam proses seleksi.
Apa saja jabatan C level dan tanggung jawabnya?
Setiap perusahaan dapat memiliki struktur organisasi yang berbeda. Namun, beberapa posisi C level yang paling umum antara lain:
1. CEO
Chief Executive Officer (CEO) merupakan pemimpin tertinggi perusahaan yang bertanggung jawab terhadap strategi bisnis, pengambilan keputusan utama, hubungan dengan pemegang saham, serta pencapaian visi perusahaan.
2. COO
Chief Operating Officer (COO) bertanggung jawab memastikan operasional perusahaan berjalan efektif dan efisien. Posisi ini sering menjadi penghubung antara strategi yang ditetapkan CEO dengan implementasi di lapangan.
3. CFO
Chief Financial Officer (CFO) mengelola strategi keuangan perusahaan, termasuk perencanaan anggaran, investasi, pengelolaan arus kas, mitigasi risiko finansial, hingga pelaporan kepada investor.
4. CTO
Chief Technology Officer (CTO) memimpin strategi teknologi perusahaan, mulai dari inovasi digital, pengembangan sistem, keamanan informasi, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
5. CMO
Chief Marketing Officer (CMO) bertanggung jawab terhadap strategi pemasaran, pengembangan merek, pengalaman pelanggan, komunikasi pemasaran, hingga pertumbuhan pendapatan melalui aktivitas marketing.
6. CHRO
Chief Human Resources Officer (CHRO) memimpin strategi pengelolaan sumber daya manusia, termasuk rekrutmen, pengembangan sumber daya manusia (SDM), budaya organisasi, succession planning, serta employee engagement.
Selain posisi tersebut, perusahaan masa kini juga memiliki jabatan seperti Chief Data Officer (CDO), Chief Revenue Officer (CRO), Chief Commercial Officer (CCO), hingga Chief Product Officer (CPO). Semua keberadaan peran itu tergantung kebutuhan bisnis.
Next: Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Wajib Bagi Semua Karyawan
Bagaimana Menjalankan C Level Recruitment yang Efektif? Cek 6 Langkahnya
1. Tentukan kebutuhan bisnis
Sebelum mencari kandidat, manajemen dan tim HR perlu memahami alasan dibukanya posisi tersebut. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab antara lain:
- Apa tantangan bisnis yang sedang dihadapi?
- Kompetensi kepemimpinan apa yang paling dibutuhkan?
- Target yang harus dicapai dalam 12–36 bulan ke depan?
Semakin jelas ekspektasi perusahaan, semakin mudah menemukan kandidat yang tepat.
2. Susun profil kandidat ideal
Selain pengalaman kerja, perusahaan perlu menentukan seperangkat keterampilan yang diharapkan dari kandidat. Anda dan tim dapat menyusun profil kandidat ideal sebagai acuan selama proses pencarian maupun wawancara. Isi profil tersebut adalah kandidat C level yang memiliki keterampilan, misalnya:
- Strategic thinking
- Leadership
- Change management
- Financial acumen
- Communication skills
- Stakeholder management
- Digital mindset
- Problem solving
3. Prioritaskan kandidat internal
Sebelum melakukan pencarian eksternal, evaluasi terlebih dahulu apakah terdapat kandidat internal yang siap dipromosikan. Pada umumnya, karyawan di perusahaan saat ini telah memahami budaya organisasi, proses bisnis, serta tantangan bisnis, sehingga masa adaptasinya relatif lebih singkat. Langkah ini mendukung succession planning yang sehat di perusahaan.
4. Gunakan pendekatan executive search
Berbeda dengan perekrutan biasa yang mengandalkan iklan lowongan kerja, C level recruitment lebih banyak menggunakan pendekatan executive search. Biasanya, mereka menggunakan jasa recruitment agency atau headhunter untuk memperoleh kandidat eksekutif yang berpotensi.
Perekrut di recruitment agency akan membangun komunikasi secara personal dengan kandidat hingga mengajak mereka berdiskusi mengenai peluang yang tersedia. Pendekatan ini krusial mengingat banyak eksekutif terbaik tidak sedang aktif mencari pekerjaan.
5. Proses seleksi komprehensif
Dalam C level recruitment, perusahaan–baik yang menggunakan recruitment agency atau rekrutmen mandiri–perlu melakukan proses seleksi secara komprehensif. Langkah ini guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan kandidat. Metode seleksinya yakni:
- Executive interview
- Business case presentation
- Leadership assessment
- Personality assessment
- Reference check
- Background verification
6. Libatkan pemangku kepentingan
C level recruitment tidak hanya melibatkan tim HR, juga mengikutsertakan BOD, pemegang saham, komisaris, maupun pimpinan unit bisnis. Mereka dapat memberikan perspektif yang lebih luas terhadap kecocokan kandidat dengan arah perusahaan.
Mengapa C level recruitment berbeda dengan rekrutmen biasa?
Pada umumnya, proses C level recruitment memerlukan waktu lebih panjang karena perusahaan tidak hanya mencari kandidat yang kompeten. Perusahaan juga menilai sosok yang memiliki rekam jejak kepemimpinan, visi strategis, kemampuan mengambil keputusan, serta kesesuaian dengan budaya perusahaan.
Oleh karena itu, proses seleksinya jauh lebih mendalam dibandingkan perekrutan pada level operasional. Kesalahan merekrut staf bisa berdampak pada satu tim. Sebaliknya, kesalahan memilih seorang CEO, CFO, atau CTO dapat memengaruhi seluruh perusahaan.
Next: 4 Peraturan Ketenagakerjaan yang Harus Dipahami Karyawan
Peoplyee Insight
Berdasarkan pengalaman Recruitment Advisor dari Peoplyee, tim HR yang menjalankan rekrutmen level eksekutif perlu memperhatikan tujuan perusahaan dalam rekrutmen. Tujuan rekrutmen, antara lain mendorong pertumbuhan bisnis atau meningkatkan operasional produksi. Menentukan tujuan terlebih dahulu akan mengarahkan Anda dan tim pada pencarian kandidat dengan karakter yang berbeda.
Selain itu, perusahaan juga menilai pengalaman kerja, pencapaian kinerja, kemampuan beradaptasi dengan berbagai peran hingga stakeholder, keterampilan berjejaring, penguasaan industri maupun peran, serta kesesuaian dengan budaya kerja. Satu poin yang tak bisa dipungkiri, BOD atau manajemen (selaku hiring manager atau user) akan mempertimbangkan chemistry dengan kandidat, sehingga mereka siap mewujudkan tujuan perusahaan.
Sejak 2013, Peoplyee telah membantu lebih dari 3.000 perusahaan menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan tenaga kerja mereka. Bersama Peoplyee, perusahaan dapat menemukan kandidat tepat untuk membangun tim dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Di Mana Mendapatkan Kandidat C Level?
Berapa banyak jumlah C level dibandingkan dengan karyawan di sebuah perusahaan? Tak banyak orang yang menduduki posisi eksekutif. Kondisi tersebut juga terlihat di pasar tenaga kerja.
Kandidat eksekutif tidak sebanyak karyawan level operasional. Oleh sebab itu, perusahaan memerlukan strategi C level recruitment guna mendapatkan kandidat yang sesuai kualifikasi. Beberapa sumber kandidat eksekutif yang dapat Anda manfaatkan antara lain:
1. Internal talent
Pada beberapa perusahaan telah menjalankan program succession planning. Ini adalah program terstruktur untuk melatih dan menilai karyawan untuk menempati posisi strategis atau peran kepemimpinan di masa mendatang. Jadi, ketika ada salah satu posisi eksekutif yang kosong, tim HR dan manajemen akan menilai seseorang yang pantas berada posisi tersebut berdasarkan data program succession planning.
2. Jaringan profesional
Biasanya, eksekutif senior aktif membangun relasi melalui komunitas industri, asosiasi profesional, maupun forum bisnis. Dari jaringan ini, mereka dapat merekomendasikan kandidat eksekutif kepada HR dan manajemen. Tak jarang, rekomendasi dari jajaran direksi, komisaris, maupun eksekutif lain menghasilkan kandidat dengan kualitas yang lebih baik.
3. Database kandidat eksekutif
Bila perusahaan Anda menggunakan recruitment agency, mereka memiliki database kandidat berbagi level, termasuk level eksekutif. Tak jarang, mereka mempunyai informasi siapa saja yang sedang mencari peluang baru atau masih bertahan di posisinya.
4. LinkedIn
LinkedIn masih menjadi salah satu platform untuk mencari eksekutif berpengalaman, karena menyediakan informasi mengenai pengalaman kerja, kepemimpinan, serta jaringan profesional kandidat.
Next: Headhunter Vs. Outsourcing: Ketahui Perbedaan Keduanya
Kapan Perusahaan Perlu Menggunakan Recruitment Agency?
Tidak semua posisi membutuhkan bantuan recruitment agency. Namun, untuk C level recruitment, perusahaan perlu mempertimbangkan penggunaan jasa headhunter. Sering kali, langkah mereka dalam mempertemukan kandidat dan kebutuhan perusahaan lebih efektif dibandingkan Anda dan tim melakukannya secara mandiri.
Perusahaan Anda dapat menggunakan recruitment agency, jika menghadapi:
- Posisi sulit diisi
- Jumlah kandidat internal yang berkualitas terbatas
- Membutuhkan kandidat dengan kompetensi yang sangat spesifik
- Membutuhkan kerahasiaan dalam proses rekrutmen
- Manajemen dan HR internal memiliki keterbatasan waktu atau sumber daya
Dari recruitment agency, perusahaan akan menemui kandidat pasif dan membaca evaluasi individu sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Sementara itu, tugas perusahaan adalah:
- Menjalankan proses seleksi secara komprehensif
- Mengevaluasi kompetensi dari segala sisi
- Memastikan kandidat sesuai dengan visi, misi, dan budaya perusahaan
Dalam proses rekrutmen, perusahaan memiliki cara atau metode tersendiri untuk menilai kandidat eksekutif. Misalnya, perusahaan meminta kandidat untuk membuat presentasi dari analisis studi kasus terhadap suatu masalah, manajemen meminta dummy strategi bisnis yang akan dilakukan selama satu tahun ke depan jika ia menjadi salah satu eksekutif, atau ada perusahaan yang melakukan focus group discussion (FGD) guna mengetahui kemampuan strategi dan eksekusi kandidat.


