Blog
Recruitment and Selection·

Perbedaan Hiring Manager dan Perekrut: Apakah Ini Profesi yang Anda Inginkan?

Sebagai kandidat, apakah Anda sudah mengetahui perbedaan hiring manager dan perekrut? Memang, ini adalah istilah dalam bidang human resources, tetapi tak ada salahnya Anda mengetahuinya untuk menambah pengetahuan dalan proses rekrutmen.
Peoplyee perbedaan hiring manager dan perekrut

Sebagai kandidat, apakah Anda sudah mengetahui perbedaan hiring manager dan perekrut? Memang, ini adalah istilah dalam bidang human resources, tetapi tak ada salahnya Anda mengetahuinya untuk menambah pengetahuan dalan proses rekrutmen.

Baik perekrut maupun hiring manager, keduanya berpartisipasi dalam proses rekrutmen, tetapi peran dan tujuan mereka berbeda. Untuk memahami peran mereka, mari kita membahas perbedaan hiring manager dan perekrut di bawah ini.

Apa Perbedaan Hiring Manager dan Perekrut?

Hiring manager

Hiring manager atau manajer perekrutan merupakan seseorang yang akan memutuskan kandidat mana yang paling memenuhi syarat, kemudian mempekerjakannya pada posisi yang sedang dibutuhkan.

Di Indonesia, hiring manager akan disebut sebagai user interview atau user, karena ia akan berada di sesi wawancara kerja dan bertanya kepada kandidat guna memperoleh wawasan mendalam tentang kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Biasanya, user akan menjadi atasan (pemimpin tim, supervisor, atau manajer) bagi kandidat, tetapi tak menutup kemungkinan ia adalah karyawan yang nantinya akan menjadi satu tim dengan kandidat. Dalam proses rekrutmen, user dapat bekerja perekrut internal maupun eksternal yang biasa dijumpai di recruitment agency.

Tugas dan tanggung jawab hiring manager dapat bervariasi. Hal ini tergantung pada apakah mereka bekerja sendiri atau bersama tim HR atau perekrut lainnya. Terlepas dari hal tersebut, ia bertanggung jawab untuk:

  1. Mengidentifikasi posisi: Banyak manajer mengidentifikasi lowongan pekerjaan saat ini atau di masa mendatang untuk diunggah di situs karier perusahaan maupun laman pencarian kerja
  2. Menulis job description: Setelah mengidentifikasi posisi yang terbuka, sebagian besar manajer menulis job description untuk menemukan kandidat yang memenuhi syarat, lalu ia akan menyerahkannya ke tim HR atau perekrut
  3. Berkolaborasi dengan tim lain: Beberapa manajer berkolaborasi dengan tim HR atau perekrut, menyerahkan job description sebagai media job ads guna menemukan kandidat yang sesuai
  4. Meninjau CV: Manajer akan meninjau CV saat, setelah menerima dari perekrut atau dari kandidat langsung
  5. Wawancara kerja: Manajer akan melakukan wawancara kedua untuk menyeleksi calon karyawan yang sesuai untuk posisi yang tersedia, terkadang ia membantu dalam negosiasi kontrak kerja setelah memilih kandidat
  6. Membantu proses onboarding: Manajer mengikuti proses onboarding karyawan baru berdasarkan jadwalkan yang dibuat oleh perekrut atau HR dan merencanakan pelatihan penggunaan alat kerja dan pengenalan alur kerja

Perekrut

Recruiter atau perekrut ialah seseorang yang bertugas membantu hiring manager untuk menemukan dan menyeleksi kandidat yang memenuhi syarat. Ia akan mencari kandidat secara luas, menghubungi mereka dalam wawancara pertama, dan memberikan rekomendasi tentang kandidat yang paling memenuhi syarat kepada manajer.

Perekrut terkadang membantu manajer menyiapkan job description serta daftar keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk mengisi posisi yang lowong. Beberapa perekrut akan mencari pelamar untuk mengisi peran tertentu, sementara yang lain mencari kandidat berbakat yang akan bermanfaat bagi perusahaan, sehingga ia bukan hanya memenuhi posisi yang kosong saat ini.

Nama posisi ini selain recruiter, juga dikenal sebagai talent acquisition, recruitment specialist, atau people partner. Adapun tanggung jawab mereka dalam proses rekrutmen, antara lain:

  1. Membuat job ads: Setelah menerima job description dari hiring manager, perekrut akan berdiskusi untuk membuat job ads
  2. Mengunggah lowongan pekerjaan: Setelah job ads selesai dibuat, ia akan mengunggahnya di laman karier, web pencarian kerja, dan akun media sosial milik perusahaan serta mengelolanya
  3. Merencanakan strategi rekrutmen: Setelah berkonsultasi dengan hiring manager, perekrut akan mengembangkan strategi, seperti menyortir CV, menghubungi kandidat, hingga memperluas jaringan mereka untuk menemukan kandidat terbaik
  4. Proses wawancara: Perekrut meninjau lamaran dari kandidat, melakukan wawancara pertama kepada mereka yang paling memenuhi syarat melalui telepon, mengikuti wawancara kedua, dan terkadang negosiasi kontrak kerja
  5. Proses onboarding: Perekrut akan menjadwalkan proses onboarding karyawan baru, seperti mengenalkan budaya, visi, misi, nilai-nilai, dan kebijakan perusahaan, terkadang ia menugaskan buddy yang akan menemani karyawan baru
Next: 7 Contoh Pertanyaan Open Ended Interview dan Cara Menjawabnya

Mengenal Profesi Hiring Manager dan Perekrut

Profesi sebagai hiring manager

Mereka yang menduduki kursi pemimpin–apa pun levelnya–dapat menjadi hiring manager. Ada manajer yang memiliki anggota tim, ada pula peran pemimpin tetapi tanpa tim.

Biasanya, ia memulai karier setelah lulus pendidikan tinggi. Ada pula yang lulusan sekolah menengah atas tetapi meningkatkan keterampilan kerja secara berkala, sehingga ia bisa menduduki kursi manajer. Jika Anda tertarik untuk menjadi manajer, pertimbangkan langkah di bawah ini:

1. Pertimbangkan magang

Selama masa kuliah atau setelah lulus, Anda dapat mencari kesempatan magang untuk mengembangkan keterampilan dan memperluas jaringan profesional. Magang ialah cara yang bagus untuk menemukan industri dan peran yang sesuai dengan jalur karier Anda.

2. Pengalaman kerja

Setelah memperoleh pengalaman kerja, Anda bisa bekerja di tempat sama saat magang atau mencari peran tingkat pemula yang sesuai di bidang karier yang Anda inginkan. Jika Anda berharap menduduki posisi manajer–yang nantinya akan menjadi hiring manager–sebaiknya Anda mencari perusahaan yang cenderung mempromosikan karyawan dari dalam. Untuk mendukung hal ini, Anda harus menggali informasi perusahaan yang industri dan perannya Anda minati.

3. Posisi manajerial

Setelah Anda memperoleh pengalaman dan keterampilan yang cukup, bicaralah dengan atasan tentang peluang promosi yang melibatkan tanggung jawab dalam rekrutmen. Biasanya, ini terjadi pada peran kepemimpinan yang mempunyai anggota tim. Jika tidak ada peluang yang tersedia di tempat kerja, pertimbangkan untuk mencari peluang lain di luar perusahaan Anda.

4. Program sertifikasi

Untuk meningkatkan daya saing Anda dibandingkan kandidat lain, ambil program sertifikasi di bidang kerja atau bidang human resources. Ini berguna dalam proses rekrutmen kandidat. Ada baiknya, mengikuti program sertifikasi di lembaga terpercaya untuk memperluas jaringan dan pengetahuan Anda.

Next: 7 Kiat Menulis CV: Anda yang Melakukan Career Change

Profesi sebagai perekrut

Bila Anda tertarik dengan dunia human resources, terutama recruitment and selection, perekrut adalah profesi yang layak dipertimbangkan. Seseorang yang ingin berkarier sebagai perekrut, setidaknya ia mempunyai lima modal ini:

1. Latar belakang pendidikan

Hampir semua perekrut memiliki gelar sarjana, meskipun jurusan yang mereka ambil tidaklah sama. Misalnya, ada yang mengambil jurusan manajemen sumber daya manusia (SDM), psikologi, hukum, bisnis, hingga teknik industri. Apa pun latar belakang pendidikannya, Anda dapat menjadi perekrut.

2. Kembangkan keterampilan

Perekrut harus memiliki sejumlah keterampilan kerja, baik keterampilan teknis serta keterampilan yang dapat dipertukarkan. Ketika memasuki dunia profesional, Anda mengembangkan:

  • Keterampilan komunikasi
  • Penyelesaian masalah
  • Manajemen waktu
  • Mendengarkan secara aktif
  • Kemampuan penjualan

3. Perkaya pengalaman kerja

Di mana pun Anda berada, perkaya pengalaman kerja untuk meningkatkan keterampilan sebagai perekrut dan memperluas jaringan profesional Anda. Tak sedikit perekrut memulai karier mereka di departemen atau peran lain sebelum dipromosikan sebagai perekrut. Posisi awal yang umum bagi perekrut seperti HR and general affair staff, sales administration officer, HR generalist, dan posisi operasional di luar itu.

Next: Mengenal Profesi dan Tugas Career Advisor

4. Program sertifikasi

Perekrut yang memiliki sertifikasi akan dinilai plus oleh perusahaan, maka saatnya Anda mengikuti program sertifikasi di bidang HR untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja. Ada berbagai program sertifikasi tatap muka dan daring dari lembaga bereputasi baik yang dapat Anda pertimbangkan.

5. Pelatihan pengembangan

Seiring dengan perkembangan dan perubahan lanskap rekrutmen digital, perekrut harus selalu mengikuti perkembangan praktik terbaik dalam perekrutan. Jadi, tak ada salahnya untuk menghadiri sesi pelatihan dan pengembangan untuk tetap mengetahui tren rekrutmen terkini.

Apa pilihan karier Anda? Jika ingin mengeksplorasi tentang karier dan wawasan mengenai industri, cek laman ini.


Share