Ringkasan artikel
- Lowongan kerja daring telah menjadi metode rekrutmen yang semakin banyak digunakan oleh perusahaan untuk menjangkau kandidat dari berbagai wilayah tanpa harus bertemu secara langsung
- Di balik kemudahan tersebut, muncul pula berbagai modus penipuan yang memanfaatkan proses rekrutmen daring
- Modusnya mulai dari lowongan kerja palsu, permintaan biaya administrasi, hingga pencurian data pribadi yang merugikan kandidat secara finansial maupun emosional
Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, Anda sebagai kandidat wajib mewaspadai penipuan lowongan kerja. Di balik kemudahan mengunggah informasi lowongan kerja di laman pencarian kerja, media sosial, hingga web perusahaan, ada pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kerentanan kandidat.
Jika Anda melihat ada lowongan kerja, jangan langsung mengirimkan CV, tetapi pahami terlebih dahulu semua informasi di dalamnya. Bagaimana jika sudah terjebak dalam penipuan lowongan kerja daring? Ikuti informasi di bawah ini.
Waspadai Penipuan Lowongan Kerja
Lowongan kerja merupakan posisi pekerjaan yang belum terisi di dalam suatu perusahaan. Perusahaan akan membuka lowongan kerja ketika seorang karyawan keluar, suatu peran menjadi kosong, atau membutuhkan tambahan karyawan seiring dengan pertumbuhan karyawan.
Sudah lebih dari dua dekade unggahan lowongan kerja dilakukan secara daring, begitu pula dengan pengiriman CV. Hal tersebut berkat perkembangan teknologi yang hadir di tengah proses rekrutmen, sehingga mempertemukan perusahaan dan kandidat melalui lowongan kerja daring.
Selanjutnya, proses rekrutmen dilakukan secara daring tanpa mengharuskan kandidat dan perekrut bertemu secara langsung. Seluruh tahapan seleksi, mulai dari pengiriman CV, wawancara, tes kemampuan, hingga penawaran kerja, dapat dilakukan menggunakan platform digital, seperti email, portal karier, aplikasi konferensi video, maupun sistem rekrutmen perusahaan.
Namun, karena teknologi pula ada oknum yang melakukan penipuan lowongan kerja. Yang dirugikan dari penipuan ini bukan hanya kandidat, tetapi juga perusahaan. Sering kali, penipu menyalahgunakan nama perusahaan yang telah berdiri dan membuat seolah-olah perusahaan tersebut membuka lowongan kerja.
Next: Melihat Persebaran Kesempatan Kerja di Indonesia Berdasarkan Peran dan Kota
Kenali 5 Modus Penipuan Lowongan Kerja yang Merugikan Reputasi Perusahaan
Selain memanfaatkan nama perusahaan, pelaku penipuan juga membuat laman, logo, alamat, serta nama HR atau perekrut di perusahaan tersebut. Mereka terus mengembangkan berbagai cara agar korban percaya bahwa lowongan yang ditawarkan benar-benar berasal dari perusahaan resmi, sehingga informasi terlihat meyakinkan.
Berikut beberapa modus penipuan lowongan kerja yang perlu diperhatikan, karena modus ini bisa saja menimpa perusahaan Anda:
1. Menggunakan nama dan logo perusahaan
Pelaku membuat poster lowongan, email, atau akun media sosial yang menampilkan logo serta identitas perusahaan seolah-olah resmi. Bahkan, tidak sedikit yang menyalin informasi dari situs karier asli agar terlihat lebih kredibel. Tujuannya agar korban menganggap informasi tersebut valid karena tampilan visualnya menyerupai pengumuman resmi perusahaan.
2. Menghubungi kandidat
Ketipa penipu menghubungi kandidat, mereka sering mengaku sebagai HR, perekrut, talent acquisition, atau hiring manager, kemudian langsung mengundang wawancara kerja ke kantor, yang lokasi berbeda dari perusahaan aslinya.
Saat ini, tak sedikit perekrut atau HR menghubungi kandidat melalui nomor WhatsApp untuk menelepon atau mengundang wawancara. Hal tersebut tidak menjadi persoalan, yang bermasalah ketika perekrut menelpon kandidat dan memaksa datang ke sesi wawancara atau langsung memberikan kesempatan bekerja tanpa proses seleksi yang jelas.
3. Mengirim undangan wawancara palsu
Ada pula pelaku yang mengirimkan undangan wawancara kerja melalui email yang terlihat resmi, tetapi jika dicermati, dokumen tersebut palsu. Biasanya, dokumen menggunakan kop surat, tanda tangan digital, dan logo perusahaan agar terlihat autentik. Tujuannya adalah meyakinkan korban bahwa proses rekrutmen benar-benar sedang berlangsung.
4. Meminta biaya administrasi atau pelatihan
Salah satu ciri paling umum dari penipuan lowongan kerja adalah permintaan biaya administrasi atau pelatihan. Modusnya, perekrut meminta kandidat untuk mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi, seragam, tes psikologi, pelatihan, hingga pemesanan tiket perjalanan untuk penempatan kerja.
Ada pula bentuk penipuan di mana perusahaan menghubungi kandidat melalui email atau layanan pesan dan memintanya memesan tiket pesawat dan hotel untuk keperluan wawancara di luar kota. Pemesanan harus dilakukan di biro travel yang telah ditunjuk dan langsung membayar biaya tersebut. Padahal, perusahaan yang profesional tidak akan meminta kandidat membayar biaya rekrutmen dalam bentuk apa pun.
5. Mengarahkan kandidat ke laman atau formulir palsu
Modus lainnya adalah mengirim tautan menuju laman yang menyerupai halaman karier perusahaan. Korban diminta mengisi data pribadi, mengunggah dokumen penting, hingga memasukkan informasi rekening atau identitas lainnya. Data tersebut kemudian dapat disalahgunakan untuk berbagai tindakan penipuan, seperti pinjaman daring, penyalahgunaan data pribadi, hingga peretasan rekening.
Next: 6 Langkah Menjalankan C Level Recruitment: Strategi Mendapatkan Pemimpin yang Tepat
4 Dampak Penipuan Lowongan Kerja bagi Perusahaan
Sebagian besar korban dari penipuan ini adalah pencari kerja, meski demikian tak sedikit pula perusahaan yang menjadi korban. Pelaku mencatut identitas perusahaan sehingga mengalami berbagai kerugian secara reputasi maupun operasional. Dampak dari penipuan ini terhadap perusahaan, antara lain:
1. Menurunkan kepercayaan publik
Ketika nama perusahaan Anda dikaitkan dengan penipuan, masyarakat dapat kehilangan kepercayaan terhadap proses rekrutmen yang sebenarnya. Akibatnya, kandidat berkualitas menjadi ragu untuk melamar karena khawatir menjadi korban penipuan.
2. Merusak employer branding
Employer branding dibangun melalui pengalaman kandidat yang positif. Namun, apabila banyak orang mengalami atau mendengar kasus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan, citra sebagai tempat kerja yang profesional pun ikut terdampak. Dalam hal ini, perusahaan Anda harus memulihkan reputasi yang membutuhkan waktu dan upaya komunikasi yang tidak sebentar.
3. Meningkatkan beban tim HR
Sekali nama perusahaan Anda disalahgunakan untuk penipuan, kerabat atau masyarakat akan sering bertanya kepada tim HR tentang keaslian lowongan kerja yang beredar. Jadi, Anda dan tim harus mengklarifikasi, menanggapi laporan korban, membuat pengumuman resmi, hingga berkoordinasi dengan tim komunikasi atau legal apabila kasus semakin meluas.
4. Berpotensi menimbulkan risiko
Dalam beberapa kondisi, penipuan berpotensi menimbulkan risiko terhadap perusahaan. Oleh karena itu, tim HR bekerja sama dengan tim legal dan manajemen perlu mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyalahgunakan identitas perusahaan. Proses ini membutuhkan koordinasi lintas divisi, dokumentasi yang lengkap, dan kerja sama dengan pihak berwenang agar penipuan dapat dihentikan.
Next: Informasi tentang Gaji Tahunan yang Perlu Diketahui Karyawan
Peoplyee Insight
Penipuan lowongan kerja bukan hanya persoalan keamanan pencari kerja, tetapi juga bagian dari perlindungan reputasi perusahaan. Recruitment Advisor di Peoplyee menyarankan kepada tim HR untuk memiliki proses komunikasi yang transparan dan mudah diverifikasi dalam proses rekrutmen. Misalnya, seluruh informasi lowongan dipublikasikan melalui website dan akun media sosial perusahaan, platform rekrutmen terpercaya, serta recruitment agency berpengalaman.
Selain itu, tim HR juga dapat secara rutin mengingatkan informasi kepada masyarakat bahwa perusahaan tidak pernah meminta biaya apa pun selama proses rekrutmen. Edukasi sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu mengurangi potensi penyalahgunaan nama perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan kandidat terhadap proses rekrutmen yang sah.
Sejak 2013, Peoplyee telah membantu lebih dari 3.000 perusahaan menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan tenaga kerja mereka. Bersama Peoplyee, perusahaan dapat menemukan kandidat tepat untuk membangun tim dan mendukung pertumbuhan bisnis.
6 Cara Menghadapi Jika Nama Perusahaan Dimanfaatkan oleh Penipu
Ketika mengetahui ada pihak yang mencatut nama perusahaan untuk melakukan penipuan lowongan kerja, Anda dan tim perlu bergerak cepat agar dampaknya tidak semakin luas. Cara menghadapinya adalah:
1. Segera membuat klarifikasi
Publikasikan informasi bahwa ada pihak yang mengatasnamakan perusahaan Anda untuk menipu kandidat melalui website, media sosial, dan kanal komunikasi lainnya. Cantumkan pula ciri-ciri proses rekrutmen resmi di perusahaan Anda agar masyarakat dapat membedakan informasi yang asli dan palsu.
2. Dokumentasikan seluruh bukti
Simpan tangkapan layar, tautan, nomor telepon, alamat email, maupun dokumen lain yang digunakan pelaku. Dokumentasi ini penting sebagai bukti apabila perusahaan perlu melakukan pelaporan kepada pihak berwenang atau mengambil langkah hukum.
3. Laporkan akun atau konten penipuan
Jika penipuan dilakukan melalui media sosial, email, atau platform digital tertentu, segera laporkan akun maupun konten tersebut kepada penyedia platform agar dapat ditindaklanjuti. Semakin cepat laporan dilakukan, semakin kecil peluang pelaku menjangkau korban baru.
4. Edukasi kandidat secara berkala
Jangan hanya memberikan klarifikasi ketika terjadi kasus. Perusahaan Anda dapat secara rutin mengingatkan kandidat mengenai jalur rekrutmen resmi, alamat email perusahaan, serta kebijakan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya. Komunikasi yang konsisten akan membantu masyarakat lebih mudah mengenali indikasi penipuan.
5. Strategi employer branding
Perusahaan perlu memasukkan informasi proses rekrutmen dalam strategi employer branding. Semakin jelas identitas digital perusahaan, semakin kecil kemungkinan kandidat mempercayai informasi dari sumber yang tidak dapat diverifikasi.
6. Gunakan bantuan dalam rekrutmen
Ini adalah cara mengantisipasi penipuan lowongan kerja sekaligus menjaring kandidat berpotensi, yakni menggunakan bantuan recruitment agency. Anda dan tim dapat memanfaatkan jasa recruitment agency, jika perusahaan beberapa posisi tidak dipublikasikan secara umum.


