Blog
General Information·

Job Situationship dan Kiat Menghadapinya

Manajemen perusahaan adalah alasan utama karyawan bertahan di perusahaan tersebut, namun juga bisa menjadi penyebab pengalaman mereka menjadi buruk. Kondisi tersebut yang disebut sebagai Job Situationship
Peoplyee Job situationship

Ringkasan artikel

  • Job situationship merupakan kondisi hubungan kerja yang berada di area abu-abu, ketika karyawan masih bertahan tetapi mulai kehilangan keterikatan dan mencari peluang baru
  • Manajemen, budaya kerja, burnout, beban kerja, dan tak ada peluang berkembang menjadi faktor yang membuat karyawan berada dalam kondisi job situationship
  • Perusahaan dan karyawan dapat mencegah kondisi ini melalui komunikasi yang terbuka, evaluasi hubungan kerja, dukungan manajer, hingga dukungan pengembangan karier yang jelas

Situationship bukan hanya berlaku di kisah percintaan, tetapi juga di dunia professional yang disebut job situationship. Awalnya, istilah ini disangkutpautkan dengan karyawan Gen Z, tetapi situasi tersebut dialami oleh semua generasi.

Dalam laporan Glassdoor, menyebutkan bahwa manajemen adalah alasan utama karyawan bertahan di perusahaan, tetapi manajemen juga menjadi penyebab pengalaman mereka menjadi buruk. Kondisi tersebut menciptakan job situationship.

Apa Itu Job Situationship?

Job situationship merupakan kondisi profesional di mana budaya tempat kerja dan kepuasan kerja berada di wilayah abu-abu, yakni antara komitmen bekerja dan keinginan berhenti. Dalam kata lain, ini adalah situasi kerja yang tidak pasti.

Survei Glassdoor Community menemukan sebanyak 93% karyawan bertahan di pekerjaan yang tidak mereka sukai karena stabilitas yang diberikannya. Survei berlangsung pada 5–7 Januari 2026 dan dijawab oleh lebih dari 2000 profesional di Amerika Serikat (AS).

Dalam survei lain, gabungan 63% mengatakan status hubungan mereka dengan pekerjaan saat ini rumit sehingga mereka siap untuk mengakhirinya atau tergoda untuk berpindah pekerjaan. Penyebabnya adalah manajemen yang buruk, terutama kepemimpinan yang buruk dengan cepat mengubah pekerjaan baik menjadi pekerjaan buruk, diikuti oleh burnout dan beban kerja yang tidak realistis.

“Manajemen mengubah jam kerja saya dari sif siang ke sif malam. Dari pekerjaan yang saya sukai menjadi pekerjaan yang saya benci. Saya akan segera mengajukan pengunduran diri,” ujar responden yang berprofesi sebagai perawat terdaftar.

Bahkan responden lain mengatakan bahwa karyawan mengundurkan diri bukan karena pekerjaannya, tetapi manajer yang terlalu mengontrol dan suka ikut campur. Masalahnya, mencari pekerjaan di kondisi ketidakstabilan ekonomi dan perkembangan teknologi bukan hal mudah.

Next: 4 Cara Menjawab Pertanyaan Interview tentang Waktu Jeda

7 Tanda Job Situationship ada di Tempat Kerja

Idealnya, karyawan dan perusahaan memiliki hubungan kerja yang berkomitmen tetap alias bertanggung jawab melakukan pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan lain. Bila salah satu pihak tidak merasakan hubungan tersebut, maka tercipta job situationship.

Adapun sembilan tanda job situationship di tempat kerja, yakni:

  1. Kurang keterlibatan dalam tim
  2. Kelalaian dalam meminta atau memberikan umpan balik
  3. Fokus pada personal branding eksternal dibandingkan kolaborasi internal
  4. Pola masa jabatan singkat atau kurang dari dua tahun
  5. Karyawan bersikap negatif menunjukkan burnout
  6. Karyawan melewatkan tenggat waktu dan tidak antusias
  7. Karyawan mengajukan pengunduran diri tanpa one-on-one meeting

Adam Grant, psikolog organisasi, menjelaskan bahwa mengubah keadaan saja tidak cukup, individu juga perlu mengubah tindakan yang dibutuhkan dalam jangka panjang. Kuncinya ialah menemukan motivasi untuk mengerjakan proyek-proyek yang memberi energi daripada melelahkan dengan orang-orang yang mendorong daripada melemahkan.

Next: 3 Kiat Menjawab Pertanyaan Interview “Mengapa Kami Harus Menerima Anda?"

Peoplyee Insight

Job situationship menunjukkan bahwa karyawan bertahan di perusahaan tidak selalu berarti mereka merasa puas atau memiliki keterikatan yang kuat. Peoplyee yang telah mempertemukan ribuan kandidat dengan perusahaan sejak 2013 mengamati bahwa karyawan yang berada dalam situasi tersebut dapat kehilangan keterlibatan terhadap pekerjaan. Ada kemungkinan, mereka akan memutuskan untuk mengundurkan diri

Bagi perusahaan, sebaiknya manajemen tidak menunggu hingga karyawan mengajukan resign untuk mengetahui kondisi mereka. Dorong manajer untuk berkomunikasi dengan anggota timnya, berikan kesempatan pengembangan karier, serta ciptakan lingkungan kerja yang suportif guna mempertahankan keterikatan mereka dengan perusahaan.

Di sisi karyawan, bila Anda merasa pekerjaan sudah tidak sesuai, lakukan evaluasi terhadap penyebab masalahnya, seperti beban kerja, alur kerja tim, sikap manajer, atau kurang kesempatan berkembang. Pada akhirnya, hubungan kerja yang sehat membutuhkan kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dan aspirasi karyawan.

Sejak 2013, Peoplyee telah membangun database yang berisi lebih dari 500.000 profesional dari berbagai latar belakang, pengalaman, dan keterampilan. Dengan akses terhadap kandidat yang luas, kami menghadirkan peluang bagi profesional untuk mengembangkan karier sesuai kebutuhan industri. Temukan peluang kerja yang sesuai dengan profil dan tujuan karier Anda bersama Peoplyee.

Kiat Menghadapi Job Situationship

Tidak semua orang siap untuk berpisah dengan tempat kerja mereka. Beberapa dari mereka cenderung mempertahankan karier atau menyukai pekerjaan akan bertahan dan menemukan cara untuk kembali mencintai peran mereka.

Sebagai karyawan, Anda akan menemui atau mengalami di mana Anda merasa pekerjaan tidak memberikan stabilitas, sehingga kondisi ini akan pengunduran diri. Dilanjutkan dengan tim HR yang bertugas mengisi posisi yang kosong.

Dari sisi perusahaan

Bila yang resign adalah karyawan yang diharapkan, maka hal ini tak menjadi persoalan. Namun, jika karyawan berprestasi atau berpotensi yang keluar, maka keadaan itu akan merugikan perusahaan. Kalau perusahaan tak menginginkan masalah tersebut, tim HR bersama dengan manajer dapat mengantisipasinya.

Pertama, tim HR dapat mendorong manajer atau pemimpin tim untuk melakukan one-on-one meeting dengan karyawan secara berkala. Kedua, ada solusi yang lebih sederhana, yaitu berganti tim untuk menghindari lingkungan kerja yang tidak sehat serta memperoleh pengalaman yang lebih baik. Ketiga, Anda juga bisa memberikan opsi ke karyawan untuk mencari manajer yang menurutnya lebih baik. Keempat, memberikan konseling karier kepada karyawan agar mereka dapat menentukan sekaligus mengembangkan kehidupan profesionalnya.

Dalam survei Glassdoor, terdapat responden yang mengakui bahwa keadaan pekerjaannya berubah menjadi lebih baik dan karier berkembang pesat setelah berpindah tim.

Dari sisi karyawan

Untuk meminimalkan job situationship, maka Anda perlu lebih jeli dalam proses rekrutmen. Jangan hanya berfokus pada kompensasi dan benefit, tetapi juga:

  1. Pastikan budaya perusahaan dan kebijakan manajemen selaras dengan pola kerja Anda
  2. Pastikan manajemen suportif, seperti memungkinkan karyawan berpindah ke departemen, divisi, atau tim lain, tidak ada permintaan pekerjaan di akhir pekan, memprioritaskan fleksibilitas kerja atau menyesuaikan tanggung jawab tugas
  3. Pastikan perusahaan menyediakan jalur karier dan peluang pertumbuhan yang jelas kepada semua karyawan serta bagaimana mekanismenya
  4. Cek ulasan karyawan dan mantan karyawan dan di laman pencarian kerja untuk mengetahui proses dan/atau alur kerja mereka
  5. Pahami dengan jelas tanda-tanda positif di tempat kerja yang ditonjolkan dan juga tanda sebaliknya

Sebagai calon karyawan, kita perlu menyadari bahwa setiap individu akan menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan kehidupan yang mereka inginkan. Jadi, pertimbangkan untuk menyelaraskan budaya dan kebutuhan perusahaan dengan aspirasi Anda agar hubungan industrial ini berjalan sepadan.

Share