Blog
Recruitment and Selection·

Inilah Alasan CV Tidak Lolos di Proses Penyaringan

Saat yang lain lanjut ke tahap berikutnya, Anda justru berhenti di seleksi CV. Sebenarnya apa yang membuat CV Anda tidak lolos?
Peoplyee alasan CV tidak lolos

Ketika teman-teman Anda melangkah ke tahap selanjutnya dalam proses rekrutmen, Anda justru mendapatkan email dari perusahaan yang berisi ucapan terima kasih karena telah tertarik mengirimkan CV kepada mereka. Pada akhirnya, langkah Anda dalam penyaringan CV.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa alasan CV tidak lolos? Apa yang salah dalam CV?

Mengapa ada CV yang Lolos dan Tidak Lolos?

Alasan teknis

Tingkat kelulusan dalam proses penyaringan dokumen dapat bervariasi. Ini tergantung pada kecocokan kandidat terhadap kualifikasi perusahaan, seperti pengalaman kerja, riwayat pekerjaan, hingga keterampilan yang dibutuhkan. Jadi tidak mengherankan bila banyak pelamar tersingkir dari proses penyaringan dokumen.

Berdasarkan Interview Pal, perekrut internal akan meriviu 10% hingga 15% pelamar. Ingat, perekrut hanya mereviu, bukan mewawancarai kandidat. Setelah itu, perekrut akan memfilter aplikasi karena kedekatan dengan lokasi kerja hingga jawaban pada pertanyaan pada awal pengiriman CV.

Sebagai contoh, jika satu lowongan kerja (loker) mendapatkan 500 lamaran, maka yang ditinjau oleh perekrut sekitar 50–75 CV. Di perusahaan ternama, satu loker bisa memperoleh ribuan lamaran, sehingga peluang untuk lolos proses ini akan semakin rendah.

Alasan CV tidak lolos bisa karena hal teknis dan nonteknis. Alasan teknis berhubungan dengan hal-hal dasar pada dokumen yang diharapkan, seperti:

  • Dokumen tidak lengkap
  • Format dokumen salah
  • Dokumen rusak
  • Fon yang digunakan sulit terbaca
  • Kesalahan penulisan (nama perusahaan, job title, atau email)
  • Tak ada kontak informasi kandidat (email dan nomor yang bisa dihubungi)
Sehebat apa pun seorang kandidat, jika ada kekurangan di atas, maka CV akan tersingkir dari proses penyaringan. Terlebih, saat ini tak sedikit perusahaan menggunakan applicant tracking system (ATS) yang berfungsi mengotomatisasi proses rekrutmen.

Ketika Anda mengirimkan CV, dokumen akan masuk ke sistem, lalu perekrut akan menyaringnya dengan kata kunci berdasarkan loker. Dalam dasbor ATS, perekrut dapat mengelola sekian banyak pelamar, dari penerimaan dan penyaringan CV hingga penjadwalan wawancara kerja.

Dokumen tidak lengkap dapat menjadi kerugian besar saat mencari pekerjaan. Jadi, pastikan memperhatikan setiap detail saat mengirimkan dokumen lamaran Anda.

Next: 14 Metode Seleksi Karyawan yang Perlu Anda Ketahui

Alasan nonteknis

Alasan nonteknis dapat berasal dari isi dokumen, seperti CV tidak ada kesesuaian dengan loker yang dibutuhkan, yakni:

1. Tidak sesuai kualifikasi

CV Anda sudah lengkap dengan cover letter dan portofolio, format sesuai, serta penulisan sudah benar, tetapi kualifikasi tidak sejalan dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Misalnya, terdapat perbedaan tentang pengalaman kerja, keterampilan menguasai alat kerja, latar belakang pendidikan, dan/atau lokasi kerja.

2. Peran populer

Bukan bermaksud mengotak-ngotakkan, tetapi peran di bidang sales, marketing, dan administrasi sangat populer di kalangan kandidat. Banyak tenaga di bidang tersebut, sehingga perekrut dengan mudah menemukannya. Bila Anda melamar pada peran populer, maka peluang lolos proses berikutnya cenderung lebih rendah, kecuali Anda memiliki kualifikasi yang diinginkan oleh perusahaan.

3. Portofolio kurang menonjol

Biasanya, ini terjadi pada peran tertentu, seperti graphic designer, UX designer, copywriter, content writer, atau SEO strategist. Namun, posisi sales juga bisa menampilkan hasil pencapaian per bulan dalam portofolio.

Jika desain Anda sebagai desainer cocok dengan minat manajer, maka mereka langsung mengundang Anda ke sesi wawancara kerja. Portofolio selain desain, seperti penulisan atau strategi SEO, yang ditampilkan dengan hasil (engagement, viewers, atau impressions) mereka akan lebih menarik perhatikan manajer dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Anda dapat membuat portofolio berdasarkan peran, lalu menghubungkannya dengan keterampilan unggulan Anda terhadap kualifikasi yang tertera di loker.

Next: Pertanyaan Interview: Contoh Menjawab "Kenapa Tertarik Bekerja di Sini"

4 Poin Ini Perlu Dipertimbangkan agar CV Lolos

Email penolakan dapat terjadi kapan dan kepada siapa saja. Jadikan kesempatan ini untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan berpotensi menyempurnakan dokumen lamaran Anda.

Jika sudah mengetahui alasan CV tidak lolos, maka pertimbangkan empat poin ini agar CV Anda lolos ke tahap wawancara kerja:

1. Analisis diri

Anda perlu menganalisis diri sendiri guna memperjelas nilai, tujuan, dan kekuatan yang dimiliki. Pasalnya, nilai bisa berubah seiring waktu dan keterampilan dapat meningkat sejalan dengan pengalaman kerja, maka upaya ini dapat menghindarkan Anda terhadap penolakan.

Dalam proses analisis, Anda akan menemukan poin yang dapat disertakan dalam CV serta menyesuaikan isi cover letter dan portofolio, sehingga usaha tersebut meningkatkan peluang Anda lolos penyaringan dokumen.

2. Layanan penyuntingan dokumen

Untuk menghindari kesalahan penulisan, Anda bisa menggunakan layanan penyuntingan dokumen secara gratis. Pastikan nama perekrut, perusahaan, dan peran yang dilamar sudah benar.

Anda juga dapat bertanya kepada teman atau orang terdekat tentang cara menulis secara profesional dan mengekspresikan keterampilan dengan efektif sehingga menarik perhatian perekrut dan manajer. Jadi, sebelum Anda mengirimkan dokumen, periksa terlebih dahulu isi dan kelengkapannya.

3. Berbicara dengan pakar

Jika kedua langkah sudah Anda lakukan, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan pakar di bidangnya agar Anda tidak salah dalam pembuatan CV. Salah satu ahli yang bisa Anda ajak berdiskusi adalah career advisor.

Di proses ini, Anda dapat berkonsultasi tentang isi CV yang sesuai dengan peran dan/atau perusahaan, poin yang perlu diperbaiki, serta saran dalam proses rekrutmen. Career advisor yang memahami seluk-beluk proses rekrutmen akan mendukung Anda dengan memberikan pendapat yang bisa dipertimbangkan agar CV Anda lolos dalam penyaringan.

Temukan career advisor di recruitment agency berpengalaman. Tim HR juga dapat membicarakan kebutuhan tenaga kerja tambahan dengan recruitment advisor di laman ini.

4. Kesesuaian kualifikasi

Lamaran akan dilirik oleh perekrut dan manajer jika isi CV sesuai dengan kualifikasi yang mereka butuhkan. Mulai dari pengalaman kerja, keterampilan kerja, pengetahuan pada suatu bidang, serta hasil kerja.

Untuk Anda yang switch career, sebaiknya jelaskan secara singkat di cover letter. Isinya berupa tujuan Anda beralih peran dan transferable skills yang bisa diaplikasikan pada peran baru. Usaha ini bisa lebih baik, bila keterampilan dan pengalaman Anda sesuai dalam loker.

Jangan lupa untuk menyertakan portofolio sebagai bukti bahwa Anda serius menekuni peran baru tersebut. Pastikan Anda menggunakan bahasa formal dan mudah dipahami oleh perekrut serta manajer. Semoga Anda berhasil!

Share