Mencari pekerjaan pada posisi karyawan entry level tidaklah mudah di tengah perlambatan ekonomi, situasi tak menentu, dan pasar tenaga kerja yang ketat. Bahkan untuk mendapatkan panggilan interview, seseorang perlu mengirimkan puluhan atau ratusan aplikasi.
Bila Anda mencari posisi entry level di perusahaan tetapi belum mendapatkan peluang di sana, tak ada salahnya melirik ke perusahaan yang lebih kecil guna membuka jalan karier Anda.
Memahami Karyawan Entry Level
Karyawan entry level merupakan seseorang yang baru memulai karier setelah merampungkan pendidikan tinggi. Biasanya, ia bekerja pada posisi yang membuka kesempatan bagi fresh graduate bekerja di ranah profesional.
Pekerjaan bagi karyawan entry level adalah kesempatan bagi Anda untuk mempraktikkan sekaligus mengasah keterampilan teknis serta memahami dinamika dunia kerja. Dalam proses ini, Anda juga akan mempelajari keterampilan nonteknis, seperti cara berkomunikasi efektif, membangaun jejaring profesional, dan/atau berpikir analitis.
Bagi pencari kerja tingkat pemula yang telah mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan besar tetapi belum berhasil, pertimbangkan untuk melamar ke perusahaan lebih kecil dari tujuan Anda. Menurut prediksi LinkedIn, dalam laman CNBC Make It, langkah karier terbaik bagi pencari kerja muda pada 2026 adalah memulai di perusahaan kecil. Ini merujuk perusahaan yang memiliki kurang dari 250 karyawan.
“Jika Anda melihat siapa yang merekrut berdasarkan ukuran perusahaan, yang kita lihat adalah bisnis kecil masih menawarkan banyak keuntungan bagi pekerja tingkat pemula,” ujar Karin Kimbrough, Chief Economist di LinkedIn.
Next: Tantangan sebagai Karyawan Baru dan Kiat Menyesuaikan Diri
Alasan Mempertimbangkan Bekerja di Perusahaan Kecil
Situs jejaring profesional tersebut mencatat sebagian besar tenaga kerja di dalam negeri dan global berasal dari perusahaan kecil. Senada dengan World Bank Group yang memperkirakan usaha kecil dan menengah mencakup sekitar 90% dari semua bisnis dan bertanggung jawab atas lebih dari 50% lapangan kerja global.
Karyawan entry level cenderung membentuk proporsi tenaga kerja yang lebih tinggi di perusahaan kecil daripada di perusahaan yang lebih besar. Bahkan peluang pekerjaan bagi lulusan baru ada paling banyak ada di perusahaan kecil.
“Anda menghadapi pasar kerja yang menantang di mana ada lebih banyak lamaran untuk setiap pekerjaan yang tersedia. Usaha kecil adalah jalur terbaik saat ini.”
Di perusahaan besar, rata-rata proporsi karyawan entry level “tetap atau menyusut” menurut laporan LinkedIn pada Oktober tentang rekrutmen tingkat pemula. Bagi pekerja yang baru memulai, saran Kimbrough, yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman kerja untuk pertama kalinya, terlepas dari ukuran perusahaan.
Next: 8 Situasi Bekerja yang akan Dihadapi oleh Karyawan Baru
3 Kualitas Kandidat yang Diinginkan oleh Perusahaan
Mengetahui nilai perusahaan
Bagi Anda yang sedang berupaya mendapatkan pekerjaan, simak tip dari Stephanie Kramer, CHRO L’Oréal Amerika Serikat. Sepanjang karier, ia membangun dan mengembangkan tim sehingga ia mampu mengenali kandidat yang harus diterima atau tidak.
Kramer menjelaskan bahwa ia mencari kandidat yang mengetahui nilai-nilai perusahaan, termasuk passion, inovasi, jiwa entrepreneur, keterbukaan, tanggung jawab, hingga semangat untuk tetap unggul. Ia tidak ingin kandidat hanya menyebutkan nilai perusahaan saja, tetapi juga ingin mendengar bagaimana mereka secara pribadi terhubung dengan nilai tersebut.
“Saya mencari kecocokan alami. Saya tidak mencari seseorang yang berusaha mencocokan diri terhadap nilai perusahaan, karena mereka berpikir apa yang ingin kita dengar. Saya ingin mereka merasakannya,” jelas Kramer.
Perempuan yang telah bekerja lebih dari 20 tahun di industri kecantikan ini akan meminta kandidat untuk bercerita tentang kedekatan kandidat dengan nilai perusahaan serta pengalaman kerja sebelumnya. Dari hal tersebut, ia akan menilai rasa bangga yang dimiliki oleh kandidat saat menceritakan pengalaman.
Contohnya, perusahaan memiliki nilai inovasi, manajer akan bertanya kepada kandidat tentang dari mana ia memperoleh ide, apa yang ia lakukan untuk mewujudkan ide tersebut, apa saja inovasi yang ia bawa dalam mengembangkan ide, bagaimana mereka berbagai dengan rekan setim, bagaimana mereka membantu rekan yang memiliki ide bagus, dan bagaimana mereka mengeksekusinya dengan baik.
Menangani kegagalan
Kualitas kedua, Kramer mencari kandidat yang mampu belajar dari kegagalan. Saat kandidat menceritakan pengalaman gagalnya dan solusi untuk memperbaiki kegagalan tersebut. Ia akan menilai pertanggungjawaban atas perannya serta kesadaran diri membantu tim lain agar berhasil.
Menghadapi tantangan
Selain berbicara tentang kegagalan, Kramer juga akan mendengar cerita kandidat tentang bagaimana ia menghadapi tantangan. Ia meminta kandidat menceritakan apa yang ia butuhkan ketika menghadapi tantangan, bagaimana menjalankan pekerjaan di bawah tantangan atau masalah, dan apa reaksi terhadap hal itu.
Misalnya, kandidat bisa menceritakan tantangan dalam tim, di mana ia memiliki tiga tugas untuk menyelesaikan suatu proyek, sehingga ia membutuhkan bantuan rekan setim yang mengerjakan satu tugas.
“Kombinasi antara kesadaran diri, akuntabilitas, dan menerima kegagalan itulah yang sangat ingin saya dengar,” katanya.
Buat Anda yang sedang mencari peluang baru atau informasi tentang proses rekrutmen, kunjungi laman ini.


